ga('send', 'pageview');
Sidak ke HBI, Petugas Sindir Pengelola Nashville Pub Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin SE Terbit, Sejumlah Sekolah di Banjarmasin Belum PLS Daring Ongkos Politik Mahal, Paman Birin-Muhidin Terancam Melawan Kotak Kosong Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi




Home Borneo Film

Kamis, 15 November 2018 - 15:08 WIB

Akhir November Aruh Film Kalimantan 2018 Dihelat

Redaksi - Apahabar.com

Forum Sineas Banua (FSB) menggelar diskusi sekaligus pemutaran film pendek di Gedung Seni Budaya dan Film SMKN 3 Banjarmasin, Kamis (15/11/2018).(foto:apahabar.com/randy)

Forum Sineas Banua (FSB) menggelar diskusi sekaligus pemutaran film pendek di Gedung Seni Budaya dan Film SMKN 3 Banjarmasin, Kamis (15/11/2018).(foto:apahabar.com/randy)

apahabar.com, BANJARMASIN – Akhir November mendatang, merupakan sejarah baru bagi perfilman di Kalimantan. Salah satu festival film pendek pertama dan terbesar di tanah Borneo, Aruh Film Kalimantan 2018 di helat.

Festival film pendek besutan Forum Sineas Banua (FSB) ini jadi ajang pembuktian bagi sineas Kalimantan, untuk bangkit dan tampil di kancah nasional maupun internasional.

Sebagai pra even-nya, Kamis (15/11/2018) pagi Wita, Forum Sineas Banua melaksanakan pemutaran film pendek terpilih yang termasuk di program Bauntung Batuah, di Gedung Seni Budaya dan Film SMKN 3 Banjarmasin.
Ada 6 film pelajar terpilih yang diputar di kegiatan ini. Yakni: ‘Pasti Ada’ Jalan karya SMKN 2 Barabai, ‘Termin’ karya SMAN 1 Banjarbaru, ‘Psycho’ karya SMKN 2 Banjarbaru, ‘Kada Kaya Bahari karya SMK Bina Banua, ‘Stranger’ karya SMKN 1 Martapura, ‘Dreams’ karya SMKN 1 Banjarmasin.

“Saya anggap Kegiatan ini sangat positif. Bukan hanya mengapresiasi film-film karya para pelajar. Namun, juga menambah wawasan soal perfilman. Dan saya berharap kegiatan ini bukan hanya sekali saja, tetapi rutin di laksanakan tiap bulannya,” ujar Ahmad Zulfiannur, guru SMKN 1 Martapura ini bangga film siswa-siswinya ditonton oleh khalayak banyak.

Dia menambahkan anak muda sekarang harus percaya diri terhadap hasil film karya yang sudah dibuat. “Jangan hanya menjadi pajangan di dalam hardisk atau komputer. Dan yang terpenting jangan takut untuk di kritik, karena itu merupakan masukan yang baik untuk kita berkarya lagi ke depan,” harapnya.

Film-film yang diputar berbagai genre, dari komedi, horor, hingga triller. Kebanyakan menceritakan kehidupan sehari-hari pelajar pada umumnya. Film film tersebut memang layak untuk dikonsumsi penonton terutama para pelajar.

“Saya biasanya nonton film di laptop atau pun hp yang berdurasi panjang. Baru pertama kali ini nonton film dengan durasi hanya 3 menit sampai 7 menit. Perlu ekstra fokus untuk bisa memahami ceritanya,” kata salah satu penonton, Nadia, siswi Kejurusan Seni Budaya dan Film di SMK 3 Banjarmasin ini.

Bauntung Batuah adalah upaya FSB mengenalkan film pendek karya pelajar lokal kepada penontonnya. Banyak yang belum tahu, bahwa anak anak muda banua terutama para pelajar sudah sanggup memproduksi film sendiri. Dengan lokasi dan cerita yang dekat dengan kehiduoan sehari hari mereka sebagai pelajar.

Bukan hanya pemutara film saja, FSB juga memberikan seminar yang dilaksanakan di tempat yang sama sehari sebelumnya. Dengan mengangkat isu tentang potensi film pelajar. Kegiatan ini pun di hadiri puluhan pelajar dari berbagai sekolah.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Aruh Film Kalimantan 2018. Yang akan di gelar di akhir bulan mendatang. Ketua FSB, Zainal Muttaqien membeberkan ada dua kategori di AFK 2018, yaitu kategori kompetisi dan non kompetisi.

Untuk non kompetisi, seperti layar tajak. Kegiatan pemutaran film pendek lokal di 4 lokasi Kota Banjarmasin dan 1 lokasi di Kabupaten Banjar. Tujuan kegiatan ini, memasyarakatkan film pendek terutama film film karya anak muda banua.

Pemutaran dan diskusi film pendek pelajar terpilih bertujuan mempertemukan film ke penontonnya. Selain itu sebagai pemicu pelajar untuk terus berkarya membuat film pendek agar lebih baik ke depannya.

Di sisi lain, adapula Lingkar Kalimantan yang merupakan tempatnya film-film pendek karya sineas di lima provinsi Kalimantan: Kalsel, Kalbar, Kalteng, Kaltim, dan Kaltara akan diputar. “Kalian wajib nonton untuk menambah wawasan dan referensi tentang film,” ujar Enal sapaan akrab Zainal Muttaqien.

Sementara kategori kompetisi, FSB membuka lomba film pendek fiksi untuk dua kategori: pelajar dan mahasiswa/umum. “Sebelumnya FSB sudah memberikan workshop untuk pelajar dan mahasiswa. Penulisan naskah, manajemen produksi dan proses editing,” ujarnya.

Mengusung moto Merayakan Pergerakan Sinema di Kalimantan, aruh ini diharapkan bisa memicu geliat perfilman di tanah Borneo. “Mudah-mudahan bisa menjadikan standar film pendek yang berkualitas dan sebagai indikator film pendek di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Reporter : M.Randy Fitrawan
Editor : Zainal Mutaqien

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Film

Jika Sudah Meninggal, Chow Yun Fat Sumbang Seluruh Hartanya Senilai Rp10,36 T
apahabar.com

Film

Forum Sineas Banua Kembali Gelar Aruh Film Kalimantan
apahabar.com

Film

‘Keluarga Cemara’, Tontonan Bersama Keluarga di Akhir Pekan
apahabar.com

Film

Trailer Perdana ‘Spider-Man: Far From Home’ Pecahkan Rekor Sony
apahabar.com

Film

Kreasi Anak Banua Siap Garap Lanjutan Film Mafia Banjar
apahabar.com

Film

Hari Ini Dilan 1991 Serentak Tayang di Bioskop, Cek Jadwal Nobar di Kota Anda!
apahabar.com

Film

Wow, 16 Lagu The Panasdalam Ramaikan Film Koboy Kampus
apahabar.com

Film

Mengenang Kembali Karya Sutradara Ali Shahab
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com