Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Aparat Pengadilan Jaksel Sudah Diperingatkan Sebelum OTT

- Apahabar.com     Kamis, 29 November 2018 - 23:56 WITA

Aparat Pengadilan Jaksel Sudah Diperingatkan Sebelum OTT

KPK memperlihatkan uang diduga alat suap yang disita dalam OTT. Foto-news.okezone.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketiga aparat pengadilan yang terkena OTT oleh KPK, ternyata sebelumnya sudah mendapatkan peringatan dari pimpinan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan dan pengawasan pimpinan pengadilan terhadap aparat pengadilan, terutama para hakim yang menangani perkara yang menarik perhatian publik.

“Pimpinan PN Jakarta Selatan sudah mengingatkan anak buahnya yang mendapat sorotan masyarakat, termasuk dua hakim yang terjerat OTT KPK kemarin” kata Suhadi di Gedung MA Jakarta, Kamis.

Peringatan tersebut dikatakan Suhadi sebagai salah satu bentuk pembinaan dan pengawasan oleh pimpinan pengadilan.”Apalagi dua hakim ini sebenarnya baru bertugas di PN Jakarta Selatan,” kata Suhadi.

Dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Selasa (27/11), KPK menetapkan dua hakim yaitu Iswahyu Widodo dan Irwan sebagai tersangka penerima suap.

Baca Juga: OOT: Hakim hingga Panitera Diamankan

Juga panitera Muhammad Ramadhan karena diduga menerima suap sekira Rp650 juta dalam bentuk 47 ribu dolar Singapura (sekira Rp500 juta) dan Rp150 juta, dari advokat Arif Fitrawan (AF) dan seorang pihak swasta Martin P Silitonga (MPS).

KPK kemudian melakukan penahanan untuk 20 hari pertama terhadap tersangka Iswahyu Widodo dan Irwan yang ditahan di Polres Metro Jakarta Timur, Muhammad Ramadhan di rutan Pomdam Jaya Guntur, dan Arif Fitrawan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Terhadap ketiga aparat pengadilan tersebut, MA kemudian memberi sanksi berupa pemberhentian sementara.

Baca Juga: OTT Hakim, KPK Sita Ribuan Dolar Singapura

“Setelah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, dan yang bersangkutan terbukti bersalah, maka akan kami berhentikan secara mutlak,” tambah Suhadi.

Pemberian suap dalam perkara ini terkait dengan penanganan perkara Nomor 262/Pid.G/2018/PN Jaksel dengan penggugat Isrulah Achmad dan tergugat Williem J.V. Dongen, yang menggugat PT. Asia Pacific Mining Resources (APMR) dan Thomas Azali.

Baca Juga: OTT KPK Di PN Jaksel Terkait Perkara Perdata

Pemberian suap dimaksudkan supaya majelis Hakim membatalkan perjanjian akuisisi PT Citra Lampia Mandiri (CLM) oleh PT APMR di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sumber : Antara
Editor : Nasrullah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tommy

Nasional

Simak! Begini Tommy Sumardi Suap 2 Perwira Tinggi Polri
Pasien Covid-19

Nasional

Hari Ini, 12.474 Pasien Covid-19 Indonesia Sembuh
apahabar.com

Nasional

Antisipasi Corona, Istana Kepresidenan Periksa Suhu Tubuh Setiap Tamu dan Pejabat
apahabar.com

Nasional

Pelari Menempuh 1.567 Km untuk Kampanyekan Anti-Narkoba
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Bila Data Tak Mendukung, Jangan Paksakan Terapkan Normal Baru
Pertimbangan Jokowi

Nasional

Ma’ruf Ungkap Pertimbangan Jokowi Siapkan Kursi Wamendagri
Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Siang Ini

Nasional

Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Siang Ini
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Amankan 3 Terduga Teroris di Aceh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com