Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Bagaimana Hukum Cyberstalking dalam Islam?

- Apahabar.com Kamis, 29 November 2018 - 16:00 WIB

Bagaimana Hukum Cyberstalking dalam Islam?

Foto : Ilustrasi (net).

apahabar.com, BANJARMASIN – Di internet kita harus pintar-pintar menjaga diri. Kejahatan dengan menggunakan teknologi berbasis internet berkembang pesat. Salah satu yang dikenal dunia saat ini adalah apa yang disebut pembuntutan dunia maya atau cyberstalking.

Cyberstalking adalah penggunaan internet atau alat elektronik untuk melecehkan seseorang, sekelompok orang, atau organisasi.

Termasuk dalam kategori pelecehan adalah tuduhan palsu, pemantauan, membuat ancaman, pencurian identitas, merusak data atau peralatan, meminta anak-anak melakukan aktifitas seksual, atau mengumpulkan informasi dalam rangka untuk melecehkan.

Para pelaku merasa bahwa di internet identitas pribadi mereka tidak diketahui. Hal ini memberi peluang para penguntit berkeliaran bebas menjalankan aksinya.

Pelaku cyberstalking terkadang melakukan tindakan ekstrem karena merasa tidak akan pernah ditangkap atau dihukum karena sulit dilacak posisinya.

Baca Juga : Mendidik Anak; Ikhtiar Dijalankan, Doa Dipanjatkan

Cyberstalking adalah perbuatan yang merugikan orang lain, baik dalam bentuk merusak harga diri maupun harta benda. Islam melarang perbuatan merusak harga diri dan harta benda, lebih-lebih nyawa manusia.

Harga diri, harta benda dan nyawa merupakan tiga perkara yang sangat dilindungi dalam hukum Islam. Dalam kitab Al-Mustashfa, Imam Al-Ghazali (w. 505 H.) mengatakan,

‘’sungguhnya syarak memiliki lima buah tujuan, yaitu menjaga agama, nyawa, akal pikiran, keturunan dan harta benda umat manusia. Setiap tindakan yang mengandung perlindungan terhadap kelima perkara prinsipil ini, maka ia termasuk maslahat. Setiap perbuatan yang merusak kelimanya adalah bentuk kerusakan, mencegah kerusakan adalah maslahat.’’

Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya darah, harta dan harga diri kalian adalah mulia sebagaimana mulianya hari kalian ini, di negeri kalian ini, dan di bulan kalian ini.” (HR. Al-Bukhari).

Karena prinsip inilah dalam Islam dilarang mencuri, merampok, menggunakan milik orang lain tanpa izin, membunuh, melukai secara fisik, menggunjing, menjelek-jelekkan agama, mengkonsumsi alkohol dan zat psikotropika, dan segala perbuatan yang berpotensi merusak lima perkara mendasar dalam kehidupan.

Cyberstalking merupakan bentuk kejahatan yang merugikan harga diri, harta benda bahkan nyawa manusia. Karena itu, berdasarkan tinjauan ini, melakukan cyberstalking adalah haram.

Baca Juga : Ucapan Orang-Orang Shaleh Menjelang Kewafatan Mereka

Sumber : islami.co
Editor : Milhan Rusli

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dibersihkan 6 kali Sehari, 3.500 Pekerja Dilibatkan
apahabar.com

Habar

Live Streaming Perdana Pengajian Guru Bakhiet via YouTube
apahabar.com

Habar

Selama Ramadan, Saudi Larang Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
apahabar.com

Habar

Positif Covid-19, 13 Jemaah Indonesia Diupayakan Umrah Sebelum Pulang
apahabar.com

Hikmah

Kecerdasan Imam Ali bin Abi Thalib RA, Memecahkan dengan Mudah Persoalan yang Rumit
Haul Guru Sekumpul ke 15; Seluruh Karyawan Pasar Sekumpul Disiapkan Layani Jemaah

Habar

Haul Guru Sekumpul ke 15; Seluruh Karyawan Pasar Sekumpul Disiapkan Layani Jemaah
apahabar.com

Habar

Angin Segar Ibadah Haji, Ini Penjelasan Kemenag Kalsel
apahabar.com

Habar

Jemaah Positif Covid-19, ‘Pemberangkatan’ Umrah Dievaluasi Kembali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com