Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Bagaimana Hukum Cyberstalking dalam Islam?

- Apahabar.com Kamis, 29 November 2018 - 16:00 WIB

Bagaimana Hukum Cyberstalking dalam Islam?

Foto : Ilustrasi (net).

apahabar.com, BANJARMASIN – Di internet kita harus pintar-pintar menjaga diri. Kejahatan dengan menggunakan teknologi berbasis internet berkembang pesat. Salah satu yang dikenal dunia saat ini adalah apa yang disebut pembuntutan dunia maya atau cyberstalking.

Cyberstalking adalah penggunaan internet atau alat elektronik untuk melecehkan seseorang, sekelompok orang, atau organisasi.

Termasuk dalam kategori pelecehan adalah tuduhan palsu, pemantauan, membuat ancaman, pencurian identitas, merusak data atau peralatan, meminta anak-anak melakukan aktifitas seksual, atau mengumpulkan informasi dalam rangka untuk melecehkan.

Para pelaku merasa bahwa di internet identitas pribadi mereka tidak diketahui. Hal ini memberi peluang para penguntit berkeliaran bebas menjalankan aksinya.

Pelaku cyberstalking terkadang melakukan tindakan ekstrem karena merasa tidak akan pernah ditangkap atau dihukum karena sulit dilacak posisinya.

Baca Juga : Mendidik Anak; Ikhtiar Dijalankan, Doa Dipanjatkan

Cyberstalking adalah perbuatan yang merugikan orang lain, baik dalam bentuk merusak harga diri maupun harta benda. Islam melarang perbuatan merusak harga diri dan harta benda, lebih-lebih nyawa manusia.

Harga diri, harta benda dan nyawa merupakan tiga perkara yang sangat dilindungi dalam hukum Islam. Dalam kitab Al-Mustashfa, Imam Al-Ghazali (w. 505 H.) mengatakan,

‘’sungguhnya syarak memiliki lima buah tujuan, yaitu menjaga agama, nyawa, akal pikiran, keturunan dan harta benda umat manusia. Setiap tindakan yang mengandung perlindungan terhadap kelima perkara prinsipil ini, maka ia termasuk maslahat. Setiap perbuatan yang merusak kelimanya adalah bentuk kerusakan, mencegah kerusakan adalah maslahat.’’

Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya darah, harta dan harga diri kalian adalah mulia sebagaimana mulianya hari kalian ini, di negeri kalian ini, dan di bulan kalian ini.” (HR. Al-Bukhari).

Karena prinsip inilah dalam Islam dilarang mencuri, merampok, menggunakan milik orang lain tanpa izin, membunuh, melukai secara fisik, menggunjing, menjelek-jelekkan agama, mengkonsumsi alkohol dan zat psikotropika, dan segala perbuatan yang berpotensi merusak lima perkara mendasar dalam kehidupan.

Cyberstalking merupakan bentuk kejahatan yang merugikan harga diri, harta benda bahkan nyawa manusia. Karena itu, berdasarkan tinjauan ini, melakukan cyberstalking adalah haram.

Baca Juga : Ucapan Orang-Orang Shaleh Menjelang Kewafatan Mereka

Sumber : islami.co
Editor : Milhan Rusli

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Gus Baha: Senang Dunia Itu Penting, Asal…
apahabar.com

Religi

Innalillah, Kiai NU Wafat Tak Lama Usai Tuntun Istri Baca Syahadat Sakratulmaut
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Larang 56 Negara Pergi Umrah
apahabar.com

Religi

Jangan Lupa Cek Kesehatan Hati
apahabar.com

Habar

Darul Musthofa Buka Pesantren Kilat Online di Indonesia
apahabar.com

Religi

Cerita Aktor Drakor yang Pernah di-Bully karena Muslim
apahabar.com

Religi

Layanan Rekam Jejak Biometrik Dikeluhkan, Calon Jemaah Haji dan Umrah: Lamban
apahabar.com

Religi

Rumah Tangga Tetap Utuh, Ini Doanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com