Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong! Buat Jalur Khusus Jemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Gelar Salat Ied Hore! Remisi Lebaran Warga Binaan di Kalsel Diusulkan Bertambah, Segini Jumlahnya

Banyak Penderita Diabetes Tidak Sadar

- Apahabar.com Sabtu, 17 November 2018 - 10:03 WIB

Banyak Penderita Diabetes Tidak Sadar

Sumber Foto : Net

apahabar.com, BANJARMASIN– Diabetes atau penyakit kencing manis merupakan salah satu dari penyakit kronis yang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi.

Sayangnya, belum banyak masyarakat yang menyadari ketika dirinya menderita diabetes sebelum munculnya gangguan yang lebih serius.

Diabetes terbagi menjadi 2 yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 1, tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin karena adanya kerusakan pada sel pankreas yang memproduksi insulin.

Insulin memiliki banyak peran di dalam tubuh yaitu memecah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi glukosa atau gula darah. Glukosa tersebut kemudian diubah menjadi energi yang akan disebarkan ke seluruh tubuh.

Diabetes tipe 1 sulit untuk dideteksi karena terjadi secara tiba-tiba dan belum diketahui penyebab pastinya, tetapi berkurangnya sistem imun atau daya tubuh sering dianggap sebagai salah satu penyebab. Biasanya, diabetes tipe ini lebih banyak menyerang anak-anak dan orang dewasa muda.

Dokter Spesialis Anak yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Aman Bhakti Pulungan mengatakan faktanya seorang yang menderita diabetes tipe 1 tidak dapat disembuhkan. Pasalnya, sel pankreas yang memproduksi insulin sudah tidak lagi berfungsi sehingga satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kelangsungan hidup adalah dengan melakukan terapi insulin seumur hidup.

Meski demikian, sambungnya, bukan berarti seorang anak atau remaja yang menderita diabetes tipe 1 tidak dapat hidup layaknya orang normal pada umumnya.

“Mereka tetap dapat hidup normal dan memiliki harapan untuk tetap bisa menggapai impian dan cita-citanya,” ujar Aman, belum lama ini.

Sementara itu, diabetes tipe 2 merupakan jenis penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Sekitar 90% kasus merupakan diabetes tipe 2.

Pada diabetes tipe ini, pankreas masih bisa menghasilkan insulin tetapi jumlahnya tidak memadai atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang ada secara benar. Hal ini memunculkan terjadinya resistensi insulin yaitu ketika insulin yang dihasilkan pankreas tidak lagi dapat menyerap glukosa sebagaimana mestinya sehingga kadar gula darah dalam tubuh menjadi tinggi, yang kemudian menyebabkan diabetes tipe 2.

Sayangnya, tidak ada tanda khusus yang ditunjukan ketika seseorang mengalami resistensi insulin. Kecuali, jika orang tersebut memeriksakan kadar gula darahnya.

Tak mengherankan jika angka prevalensi penderita diabetes terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasa (Riskesdas) 2018, prevalensi diabetes naik menjadi 8,5% dari sebelumnya 6,9% pada 2013 dan 5,7% pada 2007.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Ariane mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang beranggapan bahwa diabetes bukan masalah besar sehingga sering kali dianggap sepele.

Padahal, jika terus dibiarkan tanpa pemeriksaan diabetes bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan bisa menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya. Pasalnya, seorang penderita diabetes akan memiliki risiko dua kali lebih besar terkena serangan jantung.

“Diabetes juga menjadi penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah,” terangnya.

Menurut Putri, 80% kejadian diabetes sebetulnya dapat dihindari dengan mengubah gaya hidup sehat, mengatur pola makan, dan melakukan olah raga rutin. Terutama, jika menemukan beberapa gejala seperti sering buang air kecil, mudah lapar dan makan lebih banyak dari biasanya, terjadi penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat.

Selain itu, seseorang yang menderita diabetes biasanya akan lebih mudah haus dan cenderung minum berlebih sebagai kompensasi tubuh terhadap cairan yang hilang melalui urine. Selain itu, luka akan sulit sembuh karena tingkat gula darah yang tinggi menyebabkan tubuh sulit melawan infeksi, serta sering mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki.

“Tanda-tanda ini harus diwaspadai dan jangan dianggap ringan. Lakukan pemeriksaan gula darah karena 2/3 orang diabetes tidak sadar kalau dirinya menderita diabetes dan biasanya baru mengakses layanan kesehatan setelah terjadi komplikasi,” paparnya.

Sumber: Bisnis.com
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Manjakan Pengunjung, Duta Mall Siap Luncurkan Radio Sun FM
apahabar.com

Gaya

Raffi Kaget, Rupanya Segini Gaji Hengky Kurniawan Jadi Wakil Bupati
apahabar.com

Gaya

Disdik Banjar Ngeri dengan Booming Skull Breaker Challenge
apahabar.com

Gaya

Kopdar JBI South Borneo, Hindari Keramaian di Tengah Corona
Karantina

Gaya

Usai Libur Panjang, Epidemilog Sarankan Wisatawan Karantina Mandiri
apahabar.com

Gaya

Harga dan Spesifikasi Realme C17, Tipe Tertinggi Seri C Pesaing Xiaomi Redmi Note 9
apahabar.com

Gaya

Dukung PJJ, Advan Liris Nasa Plus
apahabar.com

Gaya

Made Wardana Bawa Budaya Bali ke Eropa Selama 22 Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com