Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup!

Bermula dari Percakapan ’Syur’ Sang Kepsek

- Apahabar.com Selasa, 20 November 2018 - 12:15 WIB

Bermula dari Percakapan ’Syur’ Sang Kepsek

AKSI masyarakat menolak eksekusi terhadap Baiq Nuril.(foto: detikcom)

apahabar.com, JAKARTA– Kasus pelanggaran UU ITE yang menimpa Baiq Nuril Maknun berawal dari diajaknya tenaga honorer di SMAN 7 Mataram itu, bersama bendahara sekolah L, oleh sang kepala sekolah M untuk bekerja lembur di sebuah hotel di Senggigi, Lombok Barat, sekitar Agustus 2012. Saat itu Nuril membawa anaknya ikut bermalam di hotel.

Sebagaimana terungkap di persidangan PN Mataram, saat di hotel itulah, Kepsek M meminta Nuril dan anaknya bermain di kolam renang. M kemudian mengajak bendahara perempuan L masuk kamar berdua, dan menutup pintunya rapat.

Sekitar satu setengah jam bermain di kolam renang, Nuril menuju kamar hotel dan membuka pintunya. Di kamar itu masih ada Kepsek M, dan menceritakan bahwa dirinya baru saja berhubungan intim dengan L. M juga menunjukkan sprei tempat tidur yang berceceran sperma. Lalu L keluar dari kamar mandi, sudah berpakaian rapi.

Sepulang dari hotel, sore harinya, Nuril mendapat telepon dari Kepsek M yang menceritakan kejadian dan gaya hubungan intimnya dengan L di kamar hotel di Senggigi tersebut. Tanpa sepengetahuan M, ternyata Nuril merekam percakapan ‘syur’ tersebut dengan hapenya.

Kemudian pada 2015, Baiq Nuril menceritakan kepada temannya bernama Imam Mudawin tentang isi pembicaraan tersebut. Mudawin meminta rekaman itu kepada Baiq Nuril, dan mentransfer ke laptop miliknya, dengan alasan sebagai bahan laporan ke Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Dari situlah mulai terkuak kasus ini. Rekaman itu kemudian  viral ke mana-mana hingga  menyebar sampai ke Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Kepsek M yang  keberatan atas tersebarnya rekaman percakapan adegan mesum itu melaporkan Nuril ke Kepolisian  Polres Mataram hingga berujung pada persidangan.

Hakim Pengadilan Negeri Mataram  menyatakan rekaman pembicaraan Baiq Nuril Maknun dengan M tersebut diduga mengandung unsur asusila dan dinilai tidak memenuhi unsur pidana. Nuril pun diputus bebas dari segala dakwaan.

Atas putusan sidang PN Mataram tersebut pihak Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Mataram melakukan upaya hukum berupa Kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Kemudian pada tingkat Kasasi di Mahkamah Agung, pada sidang putusan Majelis Kasasi yang dipimpin Hakim Agung Sri Murwahyuni, 26 September 2018 lalu menjatuhkan vonis hukuman kepada Baiq Nuril Maknun berupa enam bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Putusan MA ini mengundang protes berbagai elemen masyarakat karena Nuril yang dianggap sebagai korban pelecehan seksual tak selayaknya dijadikan sebagai terpidana. Berbagai aksi merebak di mana-mana, dan mendapat perhatian Presiden Jokowi.

Kejaksaan Agung kemudian menunda eksekusi terhadap Nuril, sambil menunggu upaya hukum Peninjauan Kembali ke MA yang diajukannya, sebagaimana saran Presiden Jokowi.(*)

 

Dari berbagai sumber

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rusuh Manokwari: Mencekam, Warga Pendatang Tak Berani Keluar
apahabar.com

Nasional

MK Putuskan Suket jadi Syarat untuk Nyoblos
apahabar.com

Nasional

Jaksa Penuntut Kasus Penyerangan Novel Baswedan Wafat
apahabar.com

Nasional

Gerhana Matahari Hari Ini, Berikut Perkiraan Waktunya di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Penyelundupan 40 Satwa Langka ke Malaysia Berhasil Digagalkan
apahabar.com

Nasional

Festival Aruh Film Kalimantan 2018 Berakhir, Sineas Banjarmasin dan Pontianak Berbagi Juara
Jubir Covid-19: Pemerintah Sudah Tes 6.500 Orang

Nasional

Jubir Covid-19: Pemerintah Sudah Tes 6.500 Orang
apahabar.com

Nasional

Waspadai Penyebaran Flu Babi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com