Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN Senpi Anggota Polresta Banjarmasin Diperiksa, 2 Ditarik

Bermula dari Percakapan ’Syur’ Sang Kepsek

- Apahabar.com Selasa, 20 November 2018 - 12:15 WIB

Bermula dari Percakapan ’Syur’ Sang Kepsek

AKSI masyarakat menolak eksekusi terhadap Baiq Nuril.(foto: detikcom)

apahabar.com, JAKARTA– Kasus pelanggaran UU ITE yang menimpa Baiq Nuril Maknun berawal dari diajaknya tenaga honorer di SMAN 7 Mataram itu, bersama bendahara sekolah L, oleh sang kepala sekolah M untuk bekerja lembur di sebuah hotel di Senggigi, Lombok Barat, sekitar Agustus 2012. Saat itu Nuril membawa anaknya ikut bermalam di hotel.

Sebagaimana terungkap di persidangan PN Mataram, saat di hotel itulah, Kepsek M meminta Nuril dan anaknya bermain di kolam renang. M kemudian mengajak bendahara perempuan L masuk kamar berdua, dan menutup pintunya rapat.

Sekitar satu setengah jam bermain di kolam renang, Nuril menuju kamar hotel dan membuka pintunya. Di kamar itu masih ada Kepsek M, dan menceritakan bahwa dirinya baru saja berhubungan intim dengan L. M juga menunjukkan sprei tempat tidur yang berceceran sperma. Lalu L keluar dari kamar mandi, sudah berpakaian rapi.

Sepulang dari hotel, sore harinya, Nuril mendapat telepon dari Kepsek M yang menceritakan kejadian dan gaya hubungan intimnya dengan L di kamar hotel di Senggigi tersebut. Tanpa sepengetahuan M, ternyata Nuril merekam percakapan ‘syur’ tersebut dengan hapenya.

Kemudian pada 2015, Baiq Nuril menceritakan kepada temannya bernama Imam Mudawin tentang isi pembicaraan tersebut. Mudawin meminta rekaman itu kepada Baiq Nuril, dan mentransfer ke laptop miliknya, dengan alasan sebagai bahan laporan ke Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Dari situlah mulai terkuak kasus ini. Rekaman itu kemudian  viral ke mana-mana hingga  menyebar sampai ke Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Kepsek M yang  keberatan atas tersebarnya rekaman percakapan adegan mesum itu melaporkan Nuril ke Kepolisian  Polres Mataram hingga berujung pada persidangan.

Hakim Pengadilan Negeri Mataram  menyatakan rekaman pembicaraan Baiq Nuril Maknun dengan M tersebut diduga mengandung unsur asusila dan dinilai tidak memenuhi unsur pidana. Nuril pun diputus bebas dari segala dakwaan.

Atas putusan sidang PN Mataram tersebut pihak Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Mataram melakukan upaya hukum berupa Kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Kemudian pada tingkat Kasasi di Mahkamah Agung, pada sidang putusan Majelis Kasasi yang dipimpin Hakim Agung Sri Murwahyuni, 26 September 2018 lalu menjatuhkan vonis hukuman kepada Baiq Nuril Maknun berupa enam bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Putusan MA ini mengundang protes berbagai elemen masyarakat karena Nuril yang dianggap sebagai korban pelecehan seksual tak selayaknya dijadikan sebagai terpidana. Berbagai aksi merebak di mana-mana, dan mendapat perhatian Presiden Jokowi.

Kejaksaan Agung kemudian menunda eksekusi terhadap Nuril, sambil menunggu upaya hukum Peninjauan Kembali ke MA yang diajukannya, sebagaimana saran Presiden Jokowi.(*)

 

Dari berbagai sumber

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Awan Panas Guguran Meluncur dari Gunung Merapi Sejauh 1.200 Meter
apahabar.com

Nasional

Mappilu PWI Desak Aparat Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada Serentak 2020
Vaksinasi

Nasional

Simak Tahapan Vaksinasi Covid dari Januari 2021 – Maret 2022
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Tidak Semua Grasi Dikabulkan
apahabar.com

Nasional

Apakah Tsunami Susulan Kembali di Selat Sunda? Ini Penjelasan BMKG
apahabar.com

Nasional

Diduga Makar, Aktivis KNPB Diperiksa Polisi
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Pastikan Seluruh Harga Bahan Pokok Terjangkau
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Segera Buka Akses ke Daerah Terisolir di Sukajaya Bogor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com