Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap Serahkan Belasan Tuntutan, SP KEP Kawal DPRD Tabalong Sampai ke Jakarta Balita Mandi Air Comberan, PDAM Bandarmasih Dipanggil Dewan

Bermula dari Percakapan ’Syur’ Sang Kepsek

- Apahabar.com     Selasa, 20 November 2018 - 12:15 WITA

Bermula dari Percakapan ’Syur’ Sang Kepsek

AKSI masyarakat menolak eksekusi terhadap Baiq Nuril.(foto: detikcom)

apahabar.com, JAKARTA– Kasus pelanggaran UU ITE yang menimpa Baiq Nuril Maknun berawal dari diajaknya tenaga honorer di SMAN 7 Mataram itu, bersama bendahara sekolah L, oleh sang kepala sekolah M untuk bekerja lembur di sebuah hotel di Senggigi, Lombok Barat, sekitar Agustus 2012. Saat itu Nuril membawa anaknya ikut bermalam di hotel.

Sebagaimana terungkap di persidangan PN Mataram, saat di hotel itulah, Kepsek M meminta Nuril dan anaknya bermain di kolam renang. M kemudian mengajak bendahara perempuan L masuk kamar berdua, dan menutup pintunya rapat.

Sekitar satu setengah jam bermain di kolam renang, Nuril menuju kamar hotel dan membuka pintunya. Di kamar itu masih ada Kepsek M, dan menceritakan bahwa dirinya baru saja berhubungan intim dengan L. M juga menunjukkan sprei tempat tidur yang berceceran sperma. Lalu L keluar dari kamar mandi, sudah berpakaian rapi.

Sepulang dari hotel, sore harinya, Nuril mendapat telepon dari Kepsek M yang menceritakan kejadian dan gaya hubungan intimnya dengan L di kamar hotel di Senggigi tersebut. Tanpa sepengetahuan M, ternyata Nuril merekam percakapan ‘syur’ tersebut dengan hapenya.

Kemudian pada 2015, Baiq Nuril menceritakan kepada temannya bernama Imam Mudawin tentang isi pembicaraan tersebut. Mudawin meminta rekaman itu kepada Baiq Nuril, dan mentransfer ke laptop miliknya, dengan alasan sebagai bahan laporan ke Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Dari situlah mulai terkuak kasus ini. Rekaman itu kemudian  viral ke mana-mana hingga  menyebar sampai ke Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Kepsek M yang  keberatan atas tersebarnya rekaman percakapan adegan mesum itu melaporkan Nuril ke Kepolisian  Polres Mataram hingga berujung pada persidangan.

Hakim Pengadilan Negeri Mataram  menyatakan rekaman pembicaraan Baiq Nuril Maknun dengan M tersebut diduga mengandung unsur asusila dan dinilai tidak memenuhi unsur pidana. Nuril pun diputus bebas dari segala dakwaan.

Atas putusan sidang PN Mataram tersebut pihak Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Mataram melakukan upaya hukum berupa Kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Kemudian pada tingkat Kasasi di Mahkamah Agung, pada sidang putusan Majelis Kasasi yang dipimpin Hakim Agung Sri Murwahyuni, 26 September 2018 lalu menjatuhkan vonis hukuman kepada Baiq Nuril Maknun berupa enam bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Putusan MA ini mengundang protes berbagai elemen masyarakat karena Nuril yang dianggap sebagai korban pelecehan seksual tak selayaknya dijadikan sebagai terpidana. Berbagai aksi merebak di mana-mana, dan mendapat perhatian Presiden Jokowi.

Kejaksaan Agung kemudian menunda eksekusi terhadap Nuril, sambil menunggu upaya hukum Peninjauan Kembali ke MA yang diajukannya, sebagaimana saran Presiden Jokowi.(*)

 

Dari berbagai sumber

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hadiri Pertemuan ‘Menhan’ se-ASEAN, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian
apahabar.com

Nasional

Bandara Soetta Minta Maaf Soal Antrean Membludak Saat PSBB
apahabar.com

Nasional

Kotak Suara Kardus Rawan Rayap dan Tikus
apahabar.com

Nasional

Peringati Maulid Nabi, Wapres Ma’ruf: Teladani Sifat Rasulullah SAW di Era Disrupsi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Lewatkan Pergantian Tahun Baru di Yogyakarta
apahabar.com

Nasional

Polda Jatim Tetapkan Veronica Tersangka Hoaks Asrama Mahasiswa Papua
apahabar.com

Nasional

24 Tahun Telkomsel: Terus Bergerak Maju dan Komitmen Bangun Ekosistem Digital
apahabar.com

Nasional

Menhub: Pebisnis Bawa Logistik Boleh Terbang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com