Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Besok, Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Disidangkan

- Apahabar.com Rabu, 28 November 2018 - 14:13 WIB

Besok, Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Disidangkan

Bau amis tunggakan parkir Pasar Ulin Raya tengah ditelisik oleh pihak kejaksaan kian menemui titik terang. apahabar.com/Zepy

apahabar.com, BANJARBARU – Babak baru kasus dugaan korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya dimulai.

Besok pagi, Tim Jaksa Penuntut Umum dari Tindak Pidana Khusus (Tipisdus) Kejaksaan Negeri Banjarbaru mengatakan, dua mantan Kadishub Banjarbaru AA dan AJ akan disidangkan.

“Pada Senin (19/11) lalu, perkara AJ dan AA berkas perkaranya sudah kami limpahkan ke pengadilan Tipikor Banjarmasin,” jelas Kasi Tipisdus Kejari Banjarbaru Mahardika PW Rosadi kepada apahabar.com, Rabu (28/11) siang.

Sepekan sejak saat itu, ia mengatakan keluar penetapan dari PN Tipikor bahwa sidang perdana akan digelar pada besok.

Majelis Hakim yang akan menyidangkan nanti ada tiga orang dengan agenda sidang pembacaan surat dakwaan. Hakim ketua adalah Yusuf Pranowo, Hakim Anggota Dana Hanura dan Hakim Fauzi.

Berdasarkan penetapan pengadilan, kata dia, sidang dijadwalkan mulai pukul 9 pagi. Dia menambahkan, surat panggilan sidang sudah dilayangkan kepada masing-masing terdakwa dan kuasa hukumnya.

“Berdasarkan penetapan itu, Pengadilan Tipikor juga melakukan penahanan terhadap AA dan AJ dan dititipkan di lapas Kelas III Banjarbaru,” terangnya.

Pada Jumat 16 November 2018 tim jaksa melakukan penahanan pada AA dan AJ di Lapas Banjarbaru. Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan intensif selama dua jam.

Baca juga: Menyelisik Dugaan Korupsi Retribusi Parkir di Pasar Ulin Raya

Pada 2017 silam, bau amis kasus retribusi parkir Pasar Ulin Raya menyeruak setelah masuknya laporan dari masyarakat.

Kasus di tubuh Dishubkominfo — kini Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika — medio 2010-2015 menyeret keduanya setelah jaksa melihat fakta hukum di persidangan.

Keduanya disangkakan melanggar UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Adapun nilai kerugian sesuai fakta hukum di persidangan sebesar Rp 1,060 Miliar.

Selain dua orang tersebut, terdapat pula dua tersangka lain. Mereka dari pihak ketiga: pengelola parkir pasar Ulin Raya.

Keduanya pasangan suami-istri Sofyan Rina Lestari Arimbi, selaku direktur dan manajer operasional CV Nadya Parkatama. Mereka divonis pada 2017 silam. Masing-masing dua tahun.

Penulis : Zepi Al Ayubi

Editor : Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Keterbatasan Komputer Kendala UNBK SMP di Banjarbaru  
apahabar.com

Kalsel

Hipmikindo Kalsel Tuding Pembatasan Penggunaan Media Sosial Rugikan UMKM
apahabar.com

Kalsel

Diresmikan Bupati, Yayasan Saber HST Buka Layanan
apahabar.com

Kalsel

Rawan PTS Kedaluwarsa, LLDIKTI Kalimantan: Pilih yang Terakreditasi
apahabar.com

Kalsel

BPBD Tala Masih Standby di Lokasi Terbakarnya Limbah Pabrik Plywood PT SWA
apahabar.com

Kalsel

Ikhtiar Tekan Sebaran Covid-19, DPC PDIP Kembali Salurkan APD ke Puskesmas Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Duh, Selama PKM di Tapin Tercatat Ribuan Warga Langgar Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Baim Wong Datang, Rumah Edo ‘Gamer Satu Tangan’ Nyaris Roboh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com