Lampu Hijau Buka Masker, Pakar Covid-19 ULM: Hati-Hati Blunder Tabrakan Maut BPK Terulang Lagi, Apa Kabar Perda Damkar Banjarmasin? Perkuat Keandalan Listrik Kalseltengtim dengan Sistem Looping Jaringan Tersangka! Sopir BPK Penabrak 2 Pemotor di Banjarmasin Selatan Tuntut Pemerataan, Besok Buruh SIS ADMO Tabalong Juga Minta Pembagian Windfall

Besok, Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Disidangkan

- Apahabar.com     Rabu, 28 November 2018 - 14:13 WITA

Besok, Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Disidangkan

Bau amis tunggakan parkir Pasar Ulin Raya tengah ditelisik oleh pihak kejaksaan kian menemui titik terang. apahabar.com/Zepy

apahabar.com, BANJARBARU – Babak baru kasus dugaan korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya dimulai.

Besok pagi, Tim Jaksa Penuntut Umum dari Tindak Pidana Khusus (Tipisdus) Kejaksaan Negeri Banjarbaru mengatakan, dua mantan Kadishub Banjarbaru AA dan AJ akan disidangkan.

“Pada Senin (19/11) lalu, perkara AJ dan AA berkas perkaranya sudah kami limpahkan ke pengadilan Tipikor Banjarmasin,” jelas Kasi Tipisdus Kejari Banjarbaru Mahardika PW Rosadi kepada apahabar.com, Rabu (28/11) siang.

Sepekan sejak saat itu, ia mengatakan keluar penetapan dari PN Tipikor bahwa sidang perdana akan digelar pada besok.

Majelis Hakim yang akan menyidangkan nanti ada tiga orang dengan agenda sidang pembacaan surat dakwaan. Hakim ketua adalah Yusuf Pranowo, Hakim Anggota Dana Hanura dan Hakim Fauzi.

Berdasarkan penetapan pengadilan, kata dia, sidang dijadwalkan mulai pukul 9 pagi. Dia menambahkan, surat panggilan sidang sudah dilayangkan kepada masing-masing terdakwa dan kuasa hukumnya.

“Berdasarkan penetapan itu, Pengadilan Tipikor juga melakukan penahanan terhadap AA dan AJ dan dititipkan di lapas Kelas III Banjarbaru,” terangnya.

Pada Jumat 16 November 2018 tim jaksa melakukan penahanan pada AA dan AJ di Lapas Banjarbaru. Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan intensif selama dua jam.

Baca juga: Menyelisik Dugaan Korupsi Retribusi Parkir di Pasar Ulin Raya

Pada 2017 silam, bau amis kasus retribusi parkir Pasar Ulin Raya menyeruak setelah masuknya laporan dari masyarakat.

Kasus di tubuh Dishubkominfo — kini Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika — medio 2010-2015 menyeret keduanya setelah jaksa melihat fakta hukum di persidangan.

Keduanya disangkakan melanggar UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Adapun nilai kerugian sesuai fakta hukum di persidangan sebesar Rp 1,060 Miliar.

Selain dua orang tersebut, terdapat pula dua tersangka lain. Mereka dari pihak ketiga: pengelola parkir pasar Ulin Raya.

Keduanya pasangan suami-istri Sofyan Rina Lestari Arimbi, selaku direktur dan manajer operasional CV Nadya Parkatama. Mereka divonis pada 2017 silam. Masing-masing dua tahun.

Penulis : Zepi Al Ayubi

Editor : Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Jemaah Haul Ke-14 Guru Sekumpul Jangan Lupa Payung!
apahabar.com

Tak Berkategori

Kabupaten HSS Menuju Daerah Tertib Ukur 2019

Tak Berkategori

Antisipasi Tahun Baru, Personel SAR Kalsel Siaga 24 Jam
apahabar.com

Tak Berkategori

‘Antassalam’, Ini Lagu Baru Maher Zain
apahabar.com

Tak Berkategori

Netflix Tertarik Membuat Karya Roald Dahl Menjadi Serial Animasi

Tak Berkategori

Arti Nama Adzam Ardiansyah Sutisna, Anak Pertama Sule dan Nathalie Holscher
kebakaran Grogot

Tak Berkategori

Dua Rumah dan Satu Indekos di Grogot Hangus Terbakar
apahabar.com

Tak Berkategori

17 Ton Beras dan 1,4 Ton Telur Disalurkan ke 2.766 KK di Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com