Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April Hore! Tanah Laut Segera Miliki Stadion Berkapasitas 10.000 Penonton Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Besok, Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Disidangkan

- Apahabar.com Rabu, 28 November 2018 - 14:13 WIB

Besok, Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Disidangkan

Bau amis tunggakan parkir Pasar Ulin Raya tengah ditelisik oleh pihak kejaksaan kian menemui titik terang. apahabar.com/Zepy

apahabar.com, BANJARBARU – Babak baru kasus dugaan korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya dimulai.

Besok pagi, Tim Jaksa Penuntut Umum dari Tindak Pidana Khusus (Tipisdus) Kejaksaan Negeri Banjarbaru mengatakan, dua mantan Kadishub Banjarbaru AA dan AJ akan disidangkan.

“Pada Senin (19/11) lalu, perkara AJ dan AA berkas perkaranya sudah kami limpahkan ke pengadilan Tipikor Banjarmasin,” jelas Kasi Tipisdus Kejari Banjarbaru Mahardika PW Rosadi kepada apahabar.com, Rabu (28/11) siang.

Sepekan sejak saat itu, ia mengatakan keluar penetapan dari PN Tipikor bahwa sidang perdana akan digelar pada besok.

Majelis Hakim yang akan menyidangkan nanti ada tiga orang dengan agenda sidang pembacaan surat dakwaan. Hakim ketua adalah Yusuf Pranowo, Hakim Anggota Dana Hanura dan Hakim Fauzi.

Berdasarkan penetapan pengadilan, kata dia, sidang dijadwalkan mulai pukul 9 pagi. Dia menambahkan, surat panggilan sidang sudah dilayangkan kepada masing-masing terdakwa dan kuasa hukumnya.

“Berdasarkan penetapan itu, Pengadilan Tipikor juga melakukan penahanan terhadap AA dan AJ dan dititipkan di lapas Kelas III Banjarbaru,” terangnya.

Pada Jumat 16 November 2018 tim jaksa melakukan penahanan pada AA dan AJ di Lapas Banjarbaru. Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan intensif selama dua jam.

Baca juga: Menyelisik Dugaan Korupsi Retribusi Parkir di Pasar Ulin Raya

Pada 2017 silam, bau amis kasus retribusi parkir Pasar Ulin Raya menyeruak setelah masuknya laporan dari masyarakat.

Kasus di tubuh Dishubkominfo — kini Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika — medio 2010-2015 menyeret keduanya setelah jaksa melihat fakta hukum di persidangan.

Keduanya disangkakan melanggar UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Adapun nilai kerugian sesuai fakta hukum di persidangan sebesar Rp 1,060 Miliar.

Selain dua orang tersebut, terdapat pula dua tersangka lain. Mereka dari pihak ketiga: pengelola parkir pasar Ulin Raya.

Keduanya pasangan suami-istri Sofyan Rina Lestari Arimbi, selaku direktur dan manajer operasional CV Nadya Parkatama. Mereka divonis pada 2017 silam. Masing-masing dua tahun.

Penulis : Zepi Al Ayubi

Editor : Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Malam Ini PDAM Bandarmasih Matikan Distribusi Air Bersih, Ini Wilayah yang Terdampak
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Balangan Serahkan Hasil Pemilu ke Pusat
apahabar.com

Kalsel

Ultah Ke-4, Kelompok Garis Keras Bartman Ultras 1988 Menolak Perbedaan
Lampu Lalu Lintas

Kalsel

Diduga Tersambar Petir, Lampu Lalu Lintas di Sari Gadung Tanbu Mati Total
libur imlek

Kalsel

Tindaklanjuti SE Menpan RB, ASN Banjarmasin Dilarang Bepergian Selama Libur Imlek
apahabar.com

Kalsel

Lokasi Strategis, Warung Gratis Disbunnak Kalsel Laris Manis Diserbu Jemaah Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Stok Darah di PMI Kosong, Ibnu Sina Perintahkan ASN Banjarmasin Segera Donor
apahabar.com

Kalsel

Gusti Jamhar Akbar Meninggal, Ini Harapan Besar Dewan Kesenian Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com