Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

BI Dorong Kalsel Jadi Kawasan Pengembangan Kopi Nasional

and - Apahabar.com Jumat, 23 November 2018 - 10:47 WIB
and - Apahabar.com Jumat, 23 November 2018 - 10:47 WIB

BI Dorong Kalsel Jadi Kawasan Pengembangan Kopi Nasional

KPw Bank Indonesia Kalsel, Herawanto merancik kopi di Coffe Festival di Duta mall Banjarmasin. apahabar.com/baha

apahabar.com, BANJARMASIN – Setiap kopi punya ciri khas masing – masing di tiap daerah, tak terkecuali Kalimantan Selatan.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel, mengelar Coffe Festival di Duta mall Banjarmasin, Kamis (23/11).

“Insyaallah Coffe Festival ini bisa menjadi acara reguler. Acara ini bertujuan untuk mengangkat kopi – kopi lokal di Kalimantan Selatan,” kata Kepala KPw BI Kalsel Herawanto.

Acara yang dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina ini akan rutin setiap tahun atau bahkan setiap bulan.

Herawanto menilai, kopi lokal punya potesi besar untuk menarik wisatawan datang ke daerah. Apa lagi kata dia, Kalsel punya beberapa jenis kopi lokal dengan cita rasa yang cukup khas,seperti Kopi Pengaron dan Kopi Aranio.

Baca Juga : Belajar Ketelitian pada Secangkir Kopi Guru Seman Mulya

Tak hanya itu, kopi disebut – sebut dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi sektor pariwisata, khususnya wisata kuliner.

Dalam hal ini, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi pilihan di Kasel selain komoditas turunan sawit dan udang beku.

Acara yang didukung penuh Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) juga bertujuan, mengenalkan kopi – kopi lokal dari Kalsel dan daerah – daerah lain.

“Dari data yang saya dapat, sayang sekali daerah Kalimantan, tidak menjadi daerah pengembangan kopi nasional,” sambung Herawato.

Padahal, jumlah produksi kopi di Kalsel lebih banyak dibanding daerah Papua dan Maluku. Namun dua daerah tersebut ditunjuk menjadi daerah pengembangan kopi di Nasional.

Dia berharap, dengan adanya festival kopi, bisa menjadikan Kalsel daerah pengembangan kopi Nasional dan kopi – kopi lokal bisa menjadi tren wisata kekinian oleh gerenasi kekinian.

Selain memperkenalkan produk kopi khas Kalsel, festival tersebut juga menampilkan varian kopi nusantara.

Dalam festival tersebut diselenggarakan pula barista battle, competition latte art, food festival, dan talkshow traditional coffee.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ingin Melek Teknologi, ‘Cagur’ di Uniska Belajar ke Universitas Achmad Dahlan
apahabar.com

Borneo

Timsel KPU Tabalong Laporkan Hasil Peserta Tercepat
banjir

Kalsel

Alumni Akpol 2020 Serahkan Bantuan Banjir ke Polda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Banjir Reda, Warga Tapin Waspada DBD Mematikan
apahabar.com

Kalsel

Beragam Kado Disiapkan untuk Harjad ke-494 Banjarmasin, Apa Itu?
apahabar.com

Kalsel

Hasil Swab Massal di Tabalong, Puluhan Orang Positif Covid-19!
Tapin

Kalsel

Mau ke Timur Tengah, 5 Perempuan Tapin Terciduk di Bandara
apahabar.com

Kalsel

Libur Tahun Baru, Susur Sungai Barito Diminati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com