Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel

BI Naikkan Bunga Acuan Lagi Bulan Depan? Begini Pandangan Ekonom

- Apahabar.com Sabtu, 17 November 2018 - 15:10 WIB

BI Naikkan Bunga Acuan Lagi Bulan Depan? Begini Pandangan Ekonom

Bank Indonesia. Foto/Kapanlagi.com

Apahabar.com, JAKARTA– Akankah BI menaikkan bunga acuan lagi bulan depan? Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI meminta untuk tak mengaitkan BI 7 Day Reverse Repo rate dengan FFR.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini. Apakah kenaikan ini sudah cukup, atau bank sentral akan kembali menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate bulan depan?

Baca juga: Masa Depan Energi Terbarukan, Pertamina Andalkan PT PPI

Pasalnya, kemungkinan The Federal Reserve/The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada rapat 19 Desember. Mengutip CME Fedwtach dari CNBC Indonesia, probabilitasnya adalah 65,4%.

Dengan prinsip BI yang pre-emtif, ahead the curve, dan front loading, maka tidak heran muncul pertanyaan.

Apakah BI akan mengikuti langkah The Fed dengan ikut menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 19-20 Desember?

“Tentunya kita lihat nanti. Bisa saja cukup pada November saja,” ujar Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI, dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi di Solo, Sabtu (17/11).

Menurut Dody, BI tetap mengedepankan prinsip data depence (tergantung kepada data) dalam penentuan suku bunga acuan.

“Kita tidak akan melakukan perubahan kalau tidak ada ada forward looking. Inflasi, nilai tukat, assesment kita juga melihat kondisi global,” tuturnya.

Namun yang jelas, Dody menegaskan tidak bisa mengaitkan BI 7 Day Reverse Repo Rate dengan Federal Funds Rate. Walau suku bunga acuan Negeri Paman Sam naik bulan depan, belum tentu BI menempuh langkah serupa.

Dody mencontohkan, pada 27 September The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 bps. Namun dalam RDG BI 23 Oktober, tidak ada kenaikan BI 7 Day Reverse Repo Rate.

“Jadi jangan mengaitkan BI 7 Day Reverse Repo Rate dengan FFR,” tegasnya.

Budi Hikmat, Ekonom Bahana TCW Investment Management, menyarankan agar BI tidak menaikkan suku bunga acuan bulan depan. Sebab, ada potensi rupiah masih akan stabil sehingga tidak ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga acuan.

“Market itu biasanya hijau pada Desember, artinya ada capital inflows. Jadi BI tidak perlu menaikkan (suku bunga acuan),” tutur Budi.

Sumber: CNBC Indonesia

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Keringanan Pembayaran Pajak Bermotor, Daerah Raup Rp5 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Di Ambang Kebangrutan, Pizza Hut Ajukan Perlindungan
apahabar.com

Ekbis

Selama Libur Panjang, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman
apahabar.com

Ekbis

Per November 2019, Ekspor Kalsel Turun
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Digitalisasi Bisnis dan Security Perum Peruri
Harga Emas Antam Terus Merosot, Berikut Rinciannya

Ekbis

Harga Emas Antam Terus Merosot, Berikut Rinciannya
apahabar.com

Ekbis

Yuan Kembali Menguat Terhadap Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Pekan Ketiga Ramadan, Harga Gula Kristal Kalsel Berangsur Turun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com