Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap

BI Naikkan Bunga Acuan Lagi Bulan Depan? Begini Pandangan Ekonom

- Apahabar.com     Sabtu, 17 November 2018 - 15:10 WITA

BI Naikkan Bunga Acuan Lagi Bulan Depan? Begini Pandangan Ekonom

Bank Indonesia. Foto/Kapanlagi.com

Apahabar.com, JAKARTA– Akankah BI menaikkan bunga acuan lagi bulan depan? Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI meminta untuk tak mengaitkan BI 7 Day Reverse Repo rate dengan FFR.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini. Apakah kenaikan ini sudah cukup, atau bank sentral akan kembali menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate bulan depan?

Baca juga: Masa Depan Energi Terbarukan, Pertamina Andalkan PT PPI

Pasalnya, kemungkinan The Federal Reserve/The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada rapat 19 Desember. Mengutip CME Fedwtach dari CNBC Indonesia, probabilitasnya adalah 65,4%.

Dengan prinsip BI yang pre-emtif, ahead the curve, dan front loading, maka tidak heran muncul pertanyaan.

Apakah BI akan mengikuti langkah The Fed dengan ikut menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 19-20 Desember?

“Tentunya kita lihat nanti. Bisa saja cukup pada November saja,” ujar Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI, dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi di Solo, Sabtu (17/11).

Menurut Dody, BI tetap mengedepankan prinsip data depence (tergantung kepada data) dalam penentuan suku bunga acuan.

“Kita tidak akan melakukan perubahan kalau tidak ada ada forward looking. Inflasi, nilai tukat, assesment kita juga melihat kondisi global,” tuturnya.

Namun yang jelas, Dody menegaskan tidak bisa mengaitkan BI 7 Day Reverse Repo Rate dengan Federal Funds Rate. Walau suku bunga acuan Negeri Paman Sam naik bulan depan, belum tentu BI menempuh langkah serupa.

Dody mencontohkan, pada 27 September The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 bps. Namun dalam RDG BI 23 Oktober, tidak ada kenaikan BI 7 Day Reverse Repo Rate.

“Jadi jangan mengaitkan BI 7 Day Reverse Repo Rate dengan FFR,” tegasnya.

Budi Hikmat, Ekonom Bahana TCW Investment Management, menyarankan agar BI tidak menaikkan suku bunga acuan bulan depan. Sebab, ada potensi rupiah masih akan stabil sehingga tidak ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga acuan.

“Market itu biasanya hijau pada Desember, artinya ada capital inflows. Jadi BI tidak perlu menaikkan (suku bunga acuan),” tutur Budi.

Sumber: CNBC Indonesia

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Warga Amuntai Selatan Curi HP di Dashboard Motor, Berawal dari Kelengahan Korban

Tak Berkategori

Api Diduga Muncul di Tengah, 12 Rumah di Kelayan A Banjarmasin Ludes Terbakar

Tak Berkategori

Ngomong UU Cipta Kerja, Desta Trending di Twitter
apahabar.com

Tak Berkategori

Gubernur: Komplain Jaringan Internet di Kaltara Turun Signifikan
apahabar.com

Tak Berkategori

Menjaga Kerukunan Umat Beragama di HSS
Mantan Bupati Balangan

Tak Berkategori

Sah Bersalah! Mantan Bupati Balangan Divonis Setahun
OTT KPK di PPU, Kaltim

Tak Berkategori

OTT KPK di PPU, Polda Kaltim: Satu Orang Lagi Diperiksa
apahabar.com

Tak Berkategori

Kopma Faperta Ajak Masyarakat Jadi Wirausahawan Produktif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com