Brakkk! Detik-Detik Rumah Ambruk di Manarap Banjar Kontroversi Upin Ipin Sudah Meninggal, Les’ Copaque Beri Penjelasan Penggerebekan Maut Kakek Teluk Tiram: Sarijan Rupanya Target Tersohor Kepolisian Maraton, Proses RUU jadi UU IKN Digelar Hari Ini Tok! Pemerintah-Pansus Sepakat RUU IKN Lanjut ke Paripurna DPR

Cetak Kartu Nikah, Kemenag Kalsel Kekurangan 151 Printer

and - Apahabar.com     Kamis, 15 November 2018 - 10:38 WITA
and - Apahabar.com     Kamis, 15 November 2018 - 10:38 WITA

Cetak Kartu Nikah, Kemenag Kalsel Kekurangan 151 Printer

Pengantin akan dapat kartu nikah dalam mengantikan buku nikah (tirto.id)

apahabar.com, BANJARMASIN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalsel akan segera memberlakukan kartu nikah sebagai tindak lanjut dari pernyataan Menteri Agama RI, Lukman Hakim untuk penggantian bentuk buku nikah seperti mirip kartu ATM. Hanya saja, fasilitas alat cetak masih belum sepenuhnya tersedia.

Kepala Urusan Agama dan Syariah, Kemenag Provinsi Kalsel, Ahmad Sawiti menjelaskan, untuk menjalankan program kartu nikah ini diperlukan printer khusus yang mampu mencetak seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) tersebut.

Saat ini katanya, hanya ada dua printer yang dapat mencetak kartu nikah ini. Kedua alat cetak itu berada di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. “Rencananya, printer ini akan ada di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di Kalsel,” katanya saat ditemui, Kamis (15/11/2018).

Ia menyebutkan untuk total keseluruhan tempat urusan agama yang ada di provinsi tertua di pulau Kalimantan ini ada sebanyak 151 KUA. “Tahun depan kami akan melakukan pengadaan sebanyak 10 unit printer lagi,” ungkapnya.

Kartu nikah nantinya dapat disimpan di dalam dompet (seperti ATM atau KTP), sehingga dapat dengan mudah dibawa ke mana-mana. Bentuknya persegi panjang berwarna dasar hijau dengan campuran warna kuning. Di bagian atasnya, terdapat tulisan (kop) Kementerian Agama.

Ada dua kotak yang akan berisi foto pasangan di bawah kop Kementerian Agama. Kemudian, nantinya akan dipasang barcode di bawah kotak foto pasangan.
Barcode menunjukkan data seperti wajah, nama dan tanggal pernikahan pasangan. “Tapi bentuk rillnya saya belum melihat. Sampai saat ini belum sampai ke Kalsel,” katanya.

Pengajuan kartu nikah, jumlahnya harus sesuai dengan jumlah warga yang nikah. “Jadi kami ajukan sampai tiga ribu,” katanya.

Lebih jauh ia menerangkan kartu ini akan terkoneksi dengan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH), berisi mengenai pencatatan atau pendaftaran nikah secara digital.

Dengan aplikasi ini, pemerintah dapat memantau status pernikahan masyarakat, di mana terintegrasi dengan sistem kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil).
Dijelaskannya, pasangan yang baru menikah akan mendapatkan dua dokumen, yakni buku nikah dan kartu nikah. Namun, hingga saat ini kartu nikah belum sampai ke Kalsel.

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor : Zainal Mutaqien

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Borneo

Polres Sintang Amankan 10 Pengedar Narkoba

Borneo

Lewat Pertunjukan Seni, Mahasiswa Unlam Ajak Save Meratus
apahabar.com

Borneo

Diacuhkan Sang Istri, Murjani Nekat Coba Bunuh Diri

Borneo

Bangun Gedung Baru, Uniska MAB Juga Usul 6 Dosen Jadi Guru Besar

Borneo

Rencana Kartu Nikah, DPRD Kalsel Bakal Panggil Kemenag Kalsel
apahabar.com

Borneo

Penyaluran Bansos Rastra 2018 di Kalsel, Bulog: Hampir Tuntas
apahabar.com

Borneo

Ketua TMP Kalsel M. Syarifuddin: Generasi Milenial Jangan Cuma Jadi Objek Politik
apahabar.com

Borneo

Dirjen Gakkum KLHK Ingatkan Korporasi ‘Nakal’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com