Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

China Mulai Menggarap Proyek Menciptakan Hujan

- Apahabar.com     Selasa, 27 November 2018 - 19:33 WITA

China Mulai Menggarap Proyek Menciptakan Hujan

Ilustrasi roket china. Foto-espash.ir

apahabar.com, BEIJING – Setelah menggarap proyek matahari dan bulan buatan, kini China mulai menggarap proyek menciptakan curah hujan dengan roket dan satelit. Kendati demikian, proyek ambisius itu masih disanksikan sebagian kalangan.

Proyek bernama ‘Tianhe Project’ alias ‘Sungai Angkasa’ yang memakan anggaran sebesar 19 juta dolar AS atau setara dengan Rp 199 miliar merupakan proyek percobaan hujan buatan terbesar di dunia. Tujuannnya adalah untuk mengalihkan uap air berlebih di atas cekungan sungai Yangtze menuju ke kawasan yang lebih kering di China.

Baru-baru ini, Para ilmuwan dari Universitas Tsinghua dan Qinghai Cina mulai mengembangkan satelit dan roket yang kemudian akan memantau keberadaan gerakan uap air tersebut, dan mengarahkannya kembali untuk menciptakan curah hujan.

Surat kabar People’s Daily awal bulan ini melaporkan enam satelit yang dikembangkan oleh Shanghai Academy of Spaceflight Technology dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 2022. Satelit akan memandu pembuatan koridor udara di atas sungai terbesar di Asia itu, dan untuk memantau distribusi uap air di udara.

Menurut mantan Perdana Menteri China Wen Jiabao, krisis air dapat menjadi ancaman terbesar bagi kebangkitan Cina sebagai negara adikuasa karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan stabilitas di sana. Jika proyek itu berhasil, maka sistem ini bisa mengalihkan 5 miliar meter kubik air setiap tahun untuk meringankan daerah yang kering di utara China. Namun fisikawan dari China dan Australia meragukan kemungkinan keberhasilannya.

“Saya pikir proyek ini terlalu ambisius,” kata ahli meteorologi dan fisika ABC, Nate Byrne. “Ini persoalan tentang sejumlah besar energi yang akan diperlukan hanya untuk menguapkan air dan itu biasanya dilakukan secara alami oleh matahari.”

Agenda proyek ini mengikuti tren proyek sebelumnya, di mana China mencoba untuk merekayasa aspek lingkungan alam. Awal bulan ini, para ilmuwan menciptakan “matahari buatan”. Sementara bulan lalu, mereka mulai menciptakan “bulan buatan”  untuk menggantikan lampu jalan kota pada 2020.

 

Sumber: Republika

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Dolar AS Langka

Global

Kondisi Terkini Afghanistan: IMF Stop Dana, Dolar AS Langka
Bung Karno

Global

Desak Israel Hentikan Kekerasan di Palestina, Indonesia Upayakan 4 Lini Diplomasi
Corona

Global

Asal Usul Virus Corona Masih Misterius, Simak Penjelasannya
apahabar.com

Global

Akhir dari “Perceraian Rahasia”, Perempuan Saudi Akan Dapat Konfirmasi Status Janda
apahabar.com

Global

Polisi Mesir Tewas saat Jinakkan Bom di Dekat Gereja Koptik
apahabar.com

Global

Perdana dalam Sejarah, Raja Malaysia Turun Takhta
Presiden Haiti (tengah) bersama ibu negara, Martine Moise. Foto-AP Photo.

Global

Begini Kesaksian Istri Atas Terbunuhnya Presiden Haiti
apahabar.com

Global

Australia Seharusnya Tak Akui Yerusalem Barat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com