Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

CJR Sesalkan MA “Tak Hati-Hati” Memutus Kasasi Nuril

- Apahabar.com Selasa, 20 November 2018 - 11:50 WIB

CJR Sesalkan MA “Tak Hati-Hati” Memutus Kasasi Nuril

Baiq Nuril Maknun. Foto: Publicanews

apahabar.com, BANJARMASIN– Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), salah satu organisasi yang mengamati kasus hukum Nuril, mengatakan dalam keterangan persnya menyesalkan dan mempertanyakan putusan kasasi Mahkamah Agung yang dinilai “tidak hati-hati” karena unsur Pasal 27 ayat 1 UU ITE harus dikaitkan dengan pasal kesusilaan dalam KUHP, di mana perbuatan yang dilarang adalah penyebaran konten bermuatan pelanggaran asusila yang diniatkan untuk disebarkan di muka umum.

”ICJR menggarisbawahi bahwa Nuril – berdasarkan fakta persidangan – tidak pernah menyebarkan konten pelanggaran asusila itu, tetapi justru pihak lain yang menyebarkannya,” dikutip dalam keterangan pers tersebut.

ICJR menambahkan bahwa berdasarkan niat Nuril merekam pembicaraannya dengan M, sebagai upaya membela diri dan peringatan kepada orang lain agar tidak menjadi korban M seperti dirinya, merupakan perbuatan yang tidak dapat dipidana.

Kuasa hukum Baiq Nuril, Joko Jumadi, mengatakan, “Hingga saat ini belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung sehingga belum mengetahui apa pertimbangan hakim dalam memutus kasus tersebut.”

Sebelumnya, Baiq Nuril, adalah korban pelecehan kekerasan seksual yang divonis bersalah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia sendiri sangat terkejut dengan putusan kasasi Mahkamah Agung. Selain shock, Joko menyebut, orang tuanya jatuh sakit setelah mendengar kabar putusan kasasi MA itu.

Baiq Nuril Maknun awalnya bekerja sebagai guru honorer di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia mulai resah ketika berulangkali dilecehkan oleh M, kepala sekolah tempatnya bekerja, dan kemudian bergulir menjadi cerita tak sedap bahwa ia memiliki hubungan gelap dengan sang kepala sekolah.

ICJR, salah satu organisasi yang mengamati kasus hukum Nuril, mengatakan kepada VOA bahwa “Nuril ditelepon oleh M yang menceritakan pengalamannya berhubungan seksual dengan wanita lain yang bukan istrinya. Merasa tidak nyaman dengan hal tersebut dan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat hubungan gelap seperti yang dibicarakan orang di sekitarnya, Nuril merekam pembicarannya.

ICJR menambahkan bahwa, “bukan atas kehendaknya, kemudian rekaman itu menyebar sehingga M melaporkannya dengan tuduhan pelanggaran Pasal 27 ayat 1 UU ITE.”

Dihimpun dari berbagai sumber
Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tiba di Abu Dhabi, Jokowi Disambut Menteri Energi Uni Emirat Arab
apahabar.com

Nasional

Arus Balik Lebaran, Bamsoet: Perbanyak Titik Penyekatan Masuk ke Jabodetabek
apahabar.com

Nasional

Jelang Kedatangan Jokowi, Petugas Sterilkan Pengunjung Hotel Mercure
apahabar.com

Nasional

Catatan Akhir Tahun 2019 PWI: Tegakkan Independensi dan Profesionalisme Pers
apahabar.com

Nasional

Sisi Religius Jokowi di Mata Ustaz Yusuf Mansur
apahabar.com

Nasional

Rekapitulasi Hasil Pemilu Tingkat Nasional Mulai Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Masjid Istiqlal Siapkan Kantong Parkir Jemaat Gereja Katedral
apahabar.com

Nasional

Buaya Besar Gegerkan Warga Kalianda Lampung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com