Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

CJR Sesalkan MA “Tak Hati-Hati” Memutus Kasasi Nuril

- Apahabar.com     Selasa, 20 November 2018 - 11:50 WITA

CJR Sesalkan MA “Tak Hati-Hati” Memutus Kasasi Nuril

Baiq Nuril Maknun. Foto: Publicanews

apahabar.com, BANJARMASIN– Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), salah satu organisasi yang mengamati kasus hukum Nuril, mengatakan dalam keterangan persnya menyesalkan dan mempertanyakan putusan kasasi Mahkamah Agung yang dinilai “tidak hati-hati” karena unsur Pasal 27 ayat 1 UU ITE harus dikaitkan dengan pasal kesusilaan dalam KUHP, di mana perbuatan yang dilarang adalah penyebaran konten bermuatan pelanggaran asusila yang diniatkan untuk disebarkan di muka umum.

”ICJR menggarisbawahi bahwa Nuril – berdasarkan fakta persidangan – tidak pernah menyebarkan konten pelanggaran asusila itu, tetapi justru pihak lain yang menyebarkannya,” dikutip dalam keterangan pers tersebut.

ICJR menambahkan bahwa berdasarkan niat Nuril merekam pembicaraannya dengan M, sebagai upaya membela diri dan peringatan kepada orang lain agar tidak menjadi korban M seperti dirinya, merupakan perbuatan yang tidak dapat dipidana.

Kuasa hukum Baiq Nuril, Joko Jumadi, mengatakan, “Hingga saat ini belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung sehingga belum mengetahui apa pertimbangan hakim dalam memutus kasus tersebut.”

Sebelumnya, Baiq Nuril, adalah korban pelecehan kekerasan seksual yang divonis bersalah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia sendiri sangat terkejut dengan putusan kasasi Mahkamah Agung. Selain shock, Joko menyebut, orang tuanya jatuh sakit setelah mendengar kabar putusan kasasi MA itu.

Baiq Nuril Maknun awalnya bekerja sebagai guru honorer di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia mulai resah ketika berulangkali dilecehkan oleh M, kepala sekolah tempatnya bekerja, dan kemudian bergulir menjadi cerita tak sedap bahwa ia memiliki hubungan gelap dengan sang kepala sekolah.

ICJR, salah satu organisasi yang mengamati kasus hukum Nuril, mengatakan kepada VOA bahwa “Nuril ditelepon oleh M yang menceritakan pengalamannya berhubungan seksual dengan wanita lain yang bukan istrinya. Merasa tidak nyaman dengan hal tersebut dan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat hubungan gelap seperti yang dibicarakan orang di sekitarnya, Nuril merekam pembicarannya.

ICJR menambahkan bahwa, “bukan atas kehendaknya, kemudian rekaman itu menyebar sehingga M melaporkannya dengan tuduhan pelanggaran Pasal 27 ayat 1 UU ITE.”

Dihimpun dari berbagai sumber
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Serahkan 2.020 Sertifikat Tanah di Jawa Timur

Nasional

Soal Nasib Novel Baswedan dkk, Pangeran Khairul Saleh Usulkan Status PPPK
apahabar.com

Nasional

Garuda Mendarat Darurat di Sri Lanka, Penumpang Diinapkan
Menpan-RB

Nasional

Menpan-RB Imbau ASN Tetap Bekerja Produktif Usai Libur Imlek
Pembantingan Demonstran

Nasional

Legislator Senayan Kecam Aksi Pembantingan Demonstran
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kecam Keras Penembakan di Masjid Selandia Baru

Nasional

Kisah Murid SMA Setelah Lulus Nekat Melamar Guru Mendadak Viral
apahabar.com

Nasional

Survei Indo Barometer: Kepuasan Publik atas Kinerja Jokowi Meningkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com