Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya Jumatan Perdana di Banjar, 4 Masjid Dijaga Ketat TNI-Polri PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon? Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin Keseringan di Lapangan, Dua ASN di Banjarmasin Positif Covid-19




Home Borneo

Rabu, 21 November 2018 - 13:39 WIB

Cuaca Ekstrem, Kalsel Waspada Puting Beliung

nazmudin - Apahabar.com

Ilustrasi hujan petir. Foto/skymetweather.com

Ilustrasi hujan petir. Foto/skymetweather.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, mengimbau warga mewaspadai potensi cuaca ekstrem, angin kencang yang dimungkinkan terjadi di masa pancaroba dan peralihan musim saat ini.

‘’Angin puting beliung kerap terjadi di peralihan musim karena awan Cb dan Cu akan lebih aktif dan menyasar ke tempat yang permukaan atau tutupan lahannya cenderung homogen,’’ ungkap Goeroeh Tjiptanto, Kepala Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, ketika dihubungi apahabar.com.

Awan Cb atau Cumulonimbus (Cb), adalah awan cumulus yang tumbuh vertikal ketika cuaca terik. Berwarna putih/gelap. Terletak pada ketinggian kira-kira 1000 kaki dan puncaknya punya ketinggian lebih dari 3500 kaki. Menimbulkan hujan lebat, petir, kilat, kadang-kadang terkait dengan badai dan cuaca buruk. Turbulensi sangat besar.

Baca juga :  Akhir Pekan Bingung ke Mana, Ayo Merapat ke Murjani Banjarbaru

Sedangkan awan Cu atau Cumulus, adalah awan yang mengandung kristal es. Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi umumnya lebih dari 5.000 meter dimana suhu sangat dingin, walaupun pada musim panas atau kering.

Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebaar 1 km. Terlihat gumpalan putih atau cahaya kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis besar yang tajam dan dasar yang datar.

Kedua jenis awan ini, kata Goeroeh, umumnya akan menyasar ke perkampungan-perkampungan baru yang dulunya banyak pepohonan atau daerah perumahan yang kurang tanaman pohonnya.

Baca juga :  Empat Jam Menyisir, Kepala Mr X Tak Kunjung Ditemukan

Tips Menghindari Petir Saat Hujan

Oleh sebab itu, ia mengimbau warga segera memangkas ranting-ranting pohon yang tampak rimbun, untuk menghindari agar tidak sempai tumbang akibat diterjang angin kencang.

Menghadapi musim pancaroba ini, juga masyarakat diingatkan untuk selalu membersihan saluran-saluran air agar tidak menimbulkan genangan yang bisa menyebabkan banjir.

Hal yang juga penting menurut dia, agar tidak melakukan penutupan dengan semen areal lahan yang dapat menghambat tumbuhnya pohon atau celah resapan air.

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Borneo

Cetak Kartu Nikah, Kemenag Kalsel Kekurangan 151 Printer
apahabar.com

Borneo

Empat Jam Menyisir, Kepala Mr X Tak Kunjung Ditemukan
apahabar.com

Borneo

153 Truk Sampah Bakal Merayap di Banjarbaru
apahabar.com

Borneo

Jasad Tanpa Kepala Terindikasi Korban Pembunuhan

Borneo

APBD Murni 2019 Naik 3,97 Persen, Gubernur: Pembangunan akan Berjalan Sesuai Rencana

Borneo

Terduga Maling Motor Hansip Dibekuk

Borneo

Hari Terakhir Uji Emisi, Pemkot Target 1.500 Kendaraan R4
apahabar.com

Borneo

Dua ‘Pak Ogah’ Melawan Saat Hendak Diamankan Petugas