Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Desember, Minimarket di Banjarbaru Tak Sediakan Kantong Plastik

- Apahabar.com     Selasa, 13 November 2018 - 19:16 WITA

Desember, Minimarket di Banjarbaru Tak Sediakan Kantong Plastik

Mulai Desember 2018 nanti, seluruh Retail Modern di Kota Banjarbaru tak lagi menyediakan kantong plastik. Foto: Zepi Al Ayubi

apahabar.com, BANJARBARU – Mulai Desember 2018 nanti, seluruh retail modern dan minimarket di Banjarbaru dilarang menyediakan dan menjual kantong plastik bagi pembelinya. Masyarakat yang berbelanja diharapkan membawa tempat belanja sendiri.

“Mulai Desember nanti memang kami mulai menerapkan kebijakan ini. Ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang diaplikasikan di Kota Banjarbaru,” ungkap Kabid Perdagangan Disperindag Banjarbaru Anshori, Selasa (13/11).

Kebijakan ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, untuk mengurangi penggunaan dan volume sampah plastik. Masyarakat Banjarbaru yang sering berbelanja di retail modern dan minimarket, diharapkan membawa kantong belanja sendiri.

Menurutnya, Banjarbaru bukan kota pertama di Kalsel yang menerapkan kebijakan ini. Kota Banjarmasin sudah lebih dahulu menerapkan hal tersebut.

“Ini kebijakan bagus. Banjarmasin berhasil menerapkan kebijakan ini dan mengurangi volume sampah plastik di kota mereka. Kami juga akan segera mensosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat,” terangnya.

Diterangkannya, saat ini ada 80 lebih retail modern yang tersebar di seluruh Banjarbaru. Ke depan pihaknya akan mendorong agar pihak retail modern bekerjasama dengan UKM lokal terkait paper bag atau tas belanja ini nantinya.

“Kita selama ini juga punya kampung purun di Kelurahan Palam Cempaka Banjarbaru. Kerjasama ini bisa dilaksanakan untuk menjual produk, asalkan harganya harus standar retail. Maksimal Rp 15 ribu, agar masyarakat yang berbelanja juga tidak diberatkan dan terjangkau,” ungkapnya.

Selain harga yang terjangkau, menurutnya pengrajin lokal juga harus berinovasi dalam membuat produknya, sehingga menarik dan tidak ketinggalan zaman.

Sementara itu, warga Sumber Adi Guntung Paikat Banjarbaru, Titi, mengaku kebijakan ini sebenarnya cukup memberatkan. Pasalnya, selama ini umumnya masyarakat cukup dimudahkan oleh kantong plastik gratis saat berbelanja yang disediakan pihak retail.

“Sebarnya kebijakan ini bagus, hanya saja jika menjual tas belanja jangan terlalu mahal. Kita tahu sendiri saat ini ekonomi juga sedang sulit, masih banyak pengeluaran kami di sisi lain. Seperti sembako, dan lainnya,” ungkapnya.

Dirinya juga setuju, jika retail modern bekerjasama dengan UKM lokal di Banjarbaru. Seperti pengrajin tas purun, sehingga bisa saling menguntungkan. Asalkan harga tas belanja yang dijual ini tidak terlalu mahal.

Editor: Fariz

Editor: Reporter : Zepi Al Ayubi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Borneo

Polres Sintang Amankan 10 Pengedar Narkoba
apahabar.com

Borneo

Nekat Melawan karena Pengaruh Miras
apahabar.com

Borneo

Wadah untuk Kritik, JaDI Deklarasikan Diri
apahabar.com

Borneo

Oknum Guru Terjaring Razia Satpol PP di Homestay Filips Banjarmasin
apahabar.com

Borneo

Jadi Penolong Handal, Harus Punya Ini
radarbogor

Borneo

Soal Kartu Nikah, Begini Tanggapan MUI Kalsel

Borneo

Hari Terakhir Uji Emisi, Pemkot Target 1.500 Kendaraan R4
apahabar.com

Borneo

Peringatan Maulid Bersama Guru Zuhdi Digelar Subuh Esok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com