Dear Korban Banjir Kalsel, Posko untuk Gugat Gubernur Sahbirin Segera Dibuka! Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua”

DITJENPAS: Napi Kabur Menjelang Salat Magrib

- Apahabar.com Jumat, 30 November 2018 - 08:22 WIB

DITJENPAS: Napi Kabur Menjelang Salat Magrib

ilustrasi napi kabur. foto - net/joglosemar.co

apahabar.com, BANJARMASIN – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM menjelaskan kronologi kerusuhan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Banda Aceh, kawasan Lambaro, Aceh Besar, hingga seratusan narapidana kabur, Kamis (29/11) malam.

Kabag Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto di Jakarta, Jumat pagi, mengatakan, pelarian terjadi pada pukul 18.30 WIB saat magrib beberapa warga binaan meminta melaksanakan salat berjamaah.

Namun, lanjut Ade, waktu beribadah tersebut telah dimanfaatkan oleh beberapa narapidana untuk memprovokasi narapidana lainnya. Mereka melarikan diri dengan cara menjebol pagar pemisah kantor utama dengan blok atau taman kunjungan.

Kejadian diawali dengan cara narapidana membawa barbel untuk membobol kawat “ornamesh” depan klinik lapas, kemudian mereka lari ke arah pintu akses P2U. Namun, karena pintu akses P2U terkunci sehingga narapidana melewati aula dan ruang kerja lapas.

Selanjutnya, dengan barbel dan benda tumpul lainnya, mereka mendobrak besi tralis jendela ruang aula dan ruang kerja yang menghadap keluar lapas, lalu melarikan diri.

Petugas piket berjumlah 10 orang, terdiri atas tiga orang piket senior dan tujuh orang CPNS.
Jumlah narapidana Lapas Banda Aceh per 30 November 2018 sebanyak 726 orang. Napi yang melarikan diri sebanyak 113 orang. Sebanyak 21 orang di antaranya sudah tertangkap.

Menyikapi peristiwa tersebut, Dirjenpas Sri Puguh Budi Utami memerintahkan kepada petugas lapas dan rutan melakukan dan meningkatkan intensitas kontrol serta inspeksi, khususnya pada saat jam rawan.

Selain itu, juga memastikan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) berada di dalam kamar dan terkunci, dan melakukan koordinasi dengan aparatur keamanan Polri/TNI untuk meningkatkan intensitas kontrol titik sambang atau bantuan pengamanan.

Menambah kekuatan pengamanan dari unsur staf, melakukan deteksi dini potensi gangguan kamtib, dan mengambil langkah cepat pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

sumber : Antara
Editor : Nasrullah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Petani Percepat Musim Tanam Menjelang Kemarau
Banjir Kalsel

Nasional

Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel
apahabar.com

Nasional

Bukan Kisah Sinetron, ‘Jenazah yang Tertukar’ Bikin Heboh Tuban

Nasional

Satgas Lihat Persentase Kasus Aktif Covid-19 Terus Menurun

Nasional

Bakal Calon Menteri, Fadjroel Dapat Dukungan Paman Birin
indonesia

Nasional

Selama 10 Tahun Ini, Indonesia Didominasi Penduduk Laki-laki
apahabar.com

Nasional

Isu Penjarahan di Kerusuhan Thamrin City Trending Twitter
apahabar.com

Nasional

Deretan Kursi Kosong Warnai Paripurna DPR Pengesahan Revisi UU KPK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com