Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor!

DITJENPAS: Napi Kabur Menjelang Salat Magrib

- Apahabar.com Jumat, 30 November 2018 - 08:22 WIB

DITJENPAS: Napi Kabur Menjelang Salat Magrib

ilustrasi napi kabur. foto - net/joglosemar.co

apahabar.com, BANJARMASIN – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM menjelaskan kronologi kerusuhan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Banda Aceh, kawasan Lambaro, Aceh Besar, hingga seratusan narapidana kabur, Kamis (29/11) malam.

Kabag Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto di Jakarta, Jumat pagi, mengatakan, pelarian terjadi pada pukul 18.30 WIB saat magrib beberapa warga binaan meminta melaksanakan salat berjamaah.

Namun, lanjut Ade, waktu beribadah tersebut telah dimanfaatkan oleh beberapa narapidana untuk memprovokasi narapidana lainnya. Mereka melarikan diri dengan cara menjebol pagar pemisah kantor utama dengan blok atau taman kunjungan.

Kejadian diawali dengan cara narapidana membawa barbel untuk membobol kawat “ornamesh” depan klinik lapas, kemudian mereka lari ke arah pintu akses P2U. Namun, karena pintu akses P2U terkunci sehingga narapidana melewati aula dan ruang kerja lapas.

Selanjutnya, dengan barbel dan benda tumpul lainnya, mereka mendobrak besi tralis jendela ruang aula dan ruang kerja yang menghadap keluar lapas, lalu melarikan diri.

Petugas piket berjumlah 10 orang, terdiri atas tiga orang piket senior dan tujuh orang CPNS.
Jumlah narapidana Lapas Banda Aceh per 30 November 2018 sebanyak 726 orang. Napi yang melarikan diri sebanyak 113 orang. Sebanyak 21 orang di antaranya sudah tertangkap.

Menyikapi peristiwa tersebut, Dirjenpas Sri Puguh Budi Utami memerintahkan kepada petugas lapas dan rutan melakukan dan meningkatkan intensitas kontrol serta inspeksi, khususnya pada saat jam rawan.

Selain itu, juga memastikan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) berada di dalam kamar dan terkunci, dan melakukan koordinasi dengan aparatur keamanan Polri/TNI untuk meningkatkan intensitas kontrol titik sambang atau bantuan pengamanan.

Menambah kekuatan pengamanan dari unsur staf, melakukan deteksi dini potensi gangguan kamtib, dan mengambil langkah cepat pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

sumber : Antara
Editor : Nasrullah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 5.516 Positif, 548 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Menhub Usulkan Puncak HPN 2020 di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Subsidi ‘Si Melon’ Dicabut, Bagaimana Nasib Pedagang Kecil?
apahabar.com

Nasional

Pasokan Pangan 2020 Aman, 2021 Waspada
apahabar.com

Nasional

Ratusan Ribu Hektare Lahan Prabowo di Aceh Terungkap!
apahabar.com

Nasional

Korban Tembakan Tentara Israel di Jalur Gaza Bertambah 127 Orang
Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Siang Ini

Nasional

Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Siang Ini
apahabar.com

Nasional

Jokowi Gerak Cepat Implementasikan IA- CEPA
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com