Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel

Dolar Perkasa, Ekspor Kalsel Kian Bergeliat

- Apahabar.com Rabu, 28 November 2018 - 17:35 WIB

Dolar Perkasa, Ekspor Kalsel Kian Bergeliat

Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Foto:Flickr

apahabar.com, BANJARMASIN – Perkasanya nilai dolar terhadap rupiah menjadi momentum memacu ekspor. Seiring hal tersebut, geliat ekspor hasil bumi Kalimantan Selatan disebut mengalami peningkatan.

Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi dalam mencari laba atau untung pada komoditas dari suatu negara ke negara lain tersebut. Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani mengakui perkembangan ekspor hasil alam maupun buatan di Kalsel terus mengalami peningkatan signifikan tiap bulannya.

Berdasarkan data Balai Pusat Statistik (BPS), realisasi ekspor daerah Kalsel periode Januari-Agustus 2018 menyentuh US$754 Juta.”Contohnya CPO yang mengalami penurunan harga, tapi nilai ekspornya jadi meningkat. Dari sini kita mendorong untuk menjual ke luar negeri,” ditemui apahabar.com, Rabu (28/11).

Baca juga : Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik

Menurutnya, komoditas pertambangan khususnya batubara Kalsel masih menjadi primadona utama untuk dikirim ke luar negeri. Melihat stok cadangan batubara yang kian menipis, ke depan, pihaknya akan konsen pada produk olahan seperti rotan.

Komoditas itu diklaim sudah mendapat tempat tersendiri di negara tujuan ekspor. Sedangkan hasil perikanan Kalsel, ia tidak bisa menampiknya bahwa komoditas tersebut juga salah satu produk yang sering di kirim keluar negeri melalui jalur udara.

“Melalui Bandara Syamsudin Noor, hasil perikanan juga akan terus kita dorong,” katanya. Sebelum melaksanakan geliat ekspor, ia ingin memastikan bahwa produknya tersebut berlebihan atau mencukupi pada daerah distributornya.

Namun, ia menegaskan bahwa produk yang ingin diekspor harus memenuhi permintaan konsumen dari negara tujuan. Ambil contoh, apabila produk perikanan seperti Ikan Nila maka harus sesuai prosedur berat, panjang yang diinginkan.

“Mereka akan menunggu barang yang akan kita ekspor, kalau sesuai permintaan,” tegasnya.

Baca juga : Rupiah Terdampar Ke Dasar Klasemen Mata Uang Asia

Reporter: Bahaudin
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Letkol Rahmat Trianto, Prajurit Berprestasi yang Multi Talenta
apahabar.com

Kalsel

Akreditasi PAUD Kabupaten Banjar Lebihi Target
apahabar.com

Kalsel

Pembukaan Diklat CPNS, Paman Birin Larang Penyalahgunaan Jabatan
apahabar.com

Kalsel

Persiapan Cek Kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin, Begini Cara Ansharuddin-Iswan Tetap Bugar
apahabar.com

Kalsel

Tim BNPB Pusat Pantau Posko Karhutla Kodim Martapura

Bank Kalsel

BI Kalsel Terus Dorong Ekonomi Mandiri di Pesantren
apahabar.com

Kalsel

BPK, Polri, dan Kejaksaan Agung Tanda Tangani MoU, Kapolda Kalsel Hadir Virtual
apahabar.com

Kalsel

Tahun Baru, Pantai Batakan dan Tangkisung Jadi Atensi Basarnas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com