Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap Serahkan Belasan Tuntutan, SP KEP Kawal DPRD Tabalong Sampai ke Jakarta

Dolar Perkasa, Ekspor Kalsel Kian Bergeliat

- Apahabar.com     Rabu, 28 November 2018 - 17:35 WITA

Dolar Perkasa, Ekspor Kalsel Kian Bergeliat

Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Foto:Flickr

apahabar.com, BANJARMASIN – Perkasanya nilai dolar terhadap rupiah menjadi momentum memacu ekspor. Seiring hal tersebut, geliat ekspor hasil bumi Kalimantan Selatan disebut mengalami peningkatan.

Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi dalam mencari laba atau untung pada komoditas dari suatu negara ke negara lain tersebut. Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani mengakui perkembangan ekspor hasil alam maupun buatan di Kalsel terus mengalami peningkatan signifikan tiap bulannya.

Berdasarkan data Balai Pusat Statistik (BPS), realisasi ekspor daerah Kalsel periode Januari-Agustus 2018 menyentuh US$754 Juta.”Contohnya CPO yang mengalami penurunan harga, tapi nilai ekspornya jadi meningkat. Dari sini kita mendorong untuk menjual ke luar negeri,” ditemui apahabar.com, Rabu (28/11).

Baca juga : Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik

Menurutnya, komoditas pertambangan khususnya batubara Kalsel masih menjadi primadona utama untuk dikirim ke luar negeri. Melihat stok cadangan batubara yang kian menipis, ke depan, pihaknya akan konsen pada produk olahan seperti rotan.

Komoditas itu diklaim sudah mendapat tempat tersendiri di negara tujuan ekspor. Sedangkan hasil perikanan Kalsel, ia tidak bisa menampiknya bahwa komoditas tersebut juga salah satu produk yang sering di kirim keluar negeri melalui jalur udara.

“Melalui Bandara Syamsudin Noor, hasil perikanan juga akan terus kita dorong,” katanya. Sebelum melaksanakan geliat ekspor, ia ingin memastikan bahwa produknya tersebut berlebihan atau mencukupi pada daerah distributornya.

Namun, ia menegaskan bahwa produk yang ingin diekspor harus memenuhi permintaan konsumen dari negara tujuan. Ambil contoh, apabila produk perikanan seperti Ikan Nila maka harus sesuai prosedur berat, panjang yang diinginkan.

“Mereka akan menunggu barang yang akan kita ekspor, kalau sesuai permintaan,” tegasnya.

Baca juga : Rupiah Terdampar Ke Dasar Klasemen Mata Uang Asia

Reporter: Bahaudin
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Sekretariat DPRD Kalsel Belanja Mobil ‘Mewah’
Polresta Banjarmasin

Tak Berkategori

Sejumlah Pejabat Utama di Polresta Banjarmasin Bergeser
apahabar.com

Tak Berkategori

Ini Alasan Presenter Tio Nugroho Memilih Berislam pada Kiai Ma’ruf
Ustaz Abdul Somad

Tak Berkategori

Selamat! Ustaz Abdul Somad Umumkan Kelahiran Putra Pertama
HSS

Tak Berkategori

Air Sungai Meluap, Bupati HSS Serahkan Bantuan Ke Warga Terdampak
Bunuh Istri

Tak Berkategori

Dipicu Hal Sepele, Lelaki Asal Tanbu Nyaris Bunuh Istri di Hotel Banjarmasin
apahabar.com

Tak Berkategori

Banjarmasin Pasca Pencoblosan, Polisi Waspadai Berita Hoaks
Banjarmasin

Tak Berkategori

RDP Biaya Meteran PDAM, Pejabat Pemkot Banjarmasin Ngaret Hampir Satu Jam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com