Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap

Dolar Perkasa, Ekspor Kalsel Kian Bergeliat

- Apahabar.com Rabu, 28 November 2018 - 17:35 WIB

Dolar Perkasa, Ekspor Kalsel Kian Bergeliat

Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Foto:Flickr

apahabar.com, BANJARMASIN – Perkasanya nilai dolar terhadap rupiah menjadi momentum memacu ekspor. Seiring hal tersebut, geliat ekspor hasil bumi Kalimantan Selatan disebut mengalami peningkatan.

Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi dalam mencari laba atau untung pada komoditas dari suatu negara ke negara lain tersebut. Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani mengakui perkembangan ekspor hasil alam maupun buatan di Kalsel terus mengalami peningkatan signifikan tiap bulannya.

Berdasarkan data Balai Pusat Statistik (BPS), realisasi ekspor daerah Kalsel periode Januari-Agustus 2018 menyentuh US$754 Juta.”Contohnya CPO yang mengalami penurunan harga, tapi nilai ekspornya jadi meningkat. Dari sini kita mendorong untuk menjual ke luar negeri,” ditemui apahabar.com, Rabu (28/11).

Baca juga : Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik

Menurutnya, komoditas pertambangan khususnya batubara Kalsel masih menjadi primadona utama untuk dikirim ke luar negeri. Melihat stok cadangan batubara yang kian menipis, ke depan, pihaknya akan konsen pada produk olahan seperti rotan.

Komoditas itu diklaim sudah mendapat tempat tersendiri di negara tujuan ekspor. Sedangkan hasil perikanan Kalsel, ia tidak bisa menampiknya bahwa komoditas tersebut juga salah satu produk yang sering di kirim keluar negeri melalui jalur udara.

“Melalui Bandara Syamsudin Noor, hasil perikanan juga akan terus kita dorong,” katanya. Sebelum melaksanakan geliat ekspor, ia ingin memastikan bahwa produknya tersebut berlebihan atau mencukupi pada daerah distributornya.

Namun, ia menegaskan bahwa produk yang ingin diekspor harus memenuhi permintaan konsumen dari negara tujuan. Ambil contoh, apabila produk perikanan seperti Ikan Nila maka harus sesuai prosedur berat, panjang yang diinginkan.

“Mereka akan menunggu barang yang akan kita ekspor, kalau sesuai permintaan,” tegasnya.

Baca juga : Rupiah Terdampar Ke Dasar Klasemen Mata Uang Asia

Reporter: Bahaudin
Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Anak Muda Banua Bukukan Kisah Hidup Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

AFK 2020, Ungkapan Syukur Ragam Budaya Kalimantan lewat Sinema
apahabar.com

Kalsel

ODP di Tanbu 152 orang, Kusan Hilir Tertinggi
Penyemprotan Massal Disinfektan di Balangan, Sasar Beberapa Kecamatan

Kalsel

Penyemprotan Massal Disinfektan di Balangan, Sasar Beberapa Kecamatan  
Kronologi Satpam Masjid Kertak Hanyar Terjangkit Corona Sepulang dari Gowa

Kalsel

Kronologi Satpam Masjid Kertak Hanyar Terjangkit Corona Sepulang dari Gowa
apahabar.com

Kalsel

Putusan DKPP Keluar, Aduan Bawaslu Banjar Ditolak
apahabar.com

Kalsel

Guna Percepatan Penanganan Covid-19, Polsek Kurau Sosialisasikan Perbup
apahabar.com

Kalsel

Ini Yang Membuat Disbunak Meraih Terbaik dI Banjar Expo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com