Motif Pembunuhan Dipocong di Tabat HST Terungkap, Polisi Tetapkan 4 Tersangka Masih Didera Covid-19, Denny Indrayana Tetap Perjuangkan PSU yang Jujur dan Adil Seluruh Tempat Wisata di Jaro Tabalong Ditutup Saat Idulfitri Ingin Pukul Ibunya, Seorang Adik di Telaga Langsat HSS Tikam Kakak hingga Tewas Pasca-satu Masjid di Balikpapan Terpapar Covid-19, Perum Bumi Nirwana Dijaga Ketat Petugas

Dorong Industri Film Daerah, Forum Sineas Banua Gelar Masterclass di Taman Budaya

- Apahabar.com Jumat, 23 November 2018 - 00:51 WIB

Dorong Industri Film Daerah, Forum Sineas Banua Gelar Masterclass di Taman Budaya

Para sineas Banua berkumpul usai masterclass di Taman Budaya, malam tadi. (apahabar.com/Randy)

apahabar.com, BANJARMASIN– Puluhan sineas banua yang haus wawasan perfilman mesti berkumpul di taman budaya Kalimantan Selatan, Kamis (22/11) sore. Hingga esok, Forum Sineas Banua menggelar Masterclass. Isinya berkaitan dengan edukasi perfilman daerah. Acara ini bagian dari festival Aruh Film Kalimantan 2018.

Pada hari pertama, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum tampak hadir. Di sana mereka sekedar ingin menambah wawasan tentang film.

Untuk pemateri masterclass, FSB mendatangkan tiga sineas. Ia sudah lama bergelut di kancah perfilman nasional. Agus Makkie, Andi Bachtiar Yusuf dan Lulu Ratna.

Materi seputar perfilman dari produksi film sampai distribusi film akan dibawakan.

Agus Makkie menjadi pemateri di hari pertama. Tema yang diangkat: ” produksi film daerah “.

Sutradara dari film Wonderful Life ini menyatakan, “Kita ( para sineas ) ini adalah aset daerah yang berharga yang perlu dihargai dan diperhatikan.”

Pria berdarah Kalsel kelahiran empat puluh tahun silam itu menyampaikan, “Sekarang para sineas daerah harus mempersiapkan diri terhadap industri film, terutama yang produksi di daerah kita. Dan yang terpenting kita harus selalu membangun networks “. imbuhnya.

Apabila SDM daerah di bidang perfilman mumpuni maka mereka siap untuk terlibat dalam produksi film. “Jadi mereka ( filmmaker luar Kalimantan ) gak usah banyak banyak membawa kru ke daerah,” ujarnya.

Jadwal kegiatan berlangsung selama tiga hari. Dari tanggal 22 – 24 November 2018. Untuk tempat penyelenggaraan menggunakan Gedung Balairungsari, Taman Budaya Kalsel. Mulai dari jam 4 sore sampai jam 6, sejak 22 sampai 23 november. Dan untuk tanggal 24 novemeber dilaksanakan pada pukul 10 pagi sampai jam 1 siang

Sore ini, giliran Andibachtiar yusuf yang mengisi. Materinya tak kalah baik; “Film sebagai propaganda budaya, pariwisata dan ekonomi “.

Dan pada esok harinya, giliran Lulu Ratna akan mengisi. Ia akan mengangkat soalĀ  Distribusi Film.

Selain menjadi pemateri, mereka juga ditunjuk oleh FSB menjadi juri film fiksi pendek program kompetisi pada aruh film Kalimantan 2018.

Reporter: M. Randy Fitrawan

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Banjir Jabodetabek, Basarnas Kirim Pasukan SAR ke Jakarta
apahabar.com

Nasional

Haul ke-50 Bung Karno, Hipmi Dorong Pengusaha Peduli Sejarah
apahabar.com

Nasional

Insentif Guru Ngaji Sangat Minim
Sinovac

Nasional

Vaksin Sinovac Diizinkan Untuk Lansia, Berikut Syaratnya
Keputusan MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Dinilai Tepat

Nasional

Keputusan MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Dinilai Tepat
apahabar.com

Nasional

Mendagri Sebut Rekomendasi Perpanjangan SKT FPI Masih Dikaji
apahabar.com

Nasional

Polisi Bunuh Diri, Wakasat Polresta Banjarmasin: Itu Anak Didik Saya
apahabar.com

Nasional

Polri: Pati yang Hadiri Sertijab Negatif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com