Jadwal Liga Inggris Sheffield United vs Man City Malam Ini, Live Streaming Mola TV, Guardiola Tanpa Aguero! Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap

Dua Bulan, Lima Kasus Orang Tenggelam Terjadi di Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 29 November 2018 - 16:10 WIB

Dua Bulan, Lima Kasus Orang Tenggelam Terjadi di Kalsel

Foto : Dok.Basarnas Kaltimra

apahabar.com, Banjarmasin – Sepanjang Oktober-November 2018, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin menangani lima kasus pencarian orang hilang akibat insiden di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Semua kasus itu berhasil ditangani dengan baik,” jelas Kepala Basarnas Banjarmasin, Mujiono kepada apahabar.com. Pertama terjadi, insiden orang tenggelam di Desa Taluk lebak Kecamatan Daha Utara, Tanjung, 9 Oktober 2018. Adapun lama operasi pencarian itu satu hari.

Kedua, kecelakaan pelayaran tenggelamnya KLM Kencana di Sampit pada 17-19 Oktober. Adapun lama operasi pencarian tiga hari.

Ketiga, insiden orang tenggelam di Desa Beruta Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah, Pangkalanbun pada 29 Oktober 2018. Adapun lama operasi pencarian satu hari.

Keempat, insiden man over boat (orang tenggelam) di Sungai Barito, Kecamatan Tabunganen, Barito Kuala pada 13-14 November 2018. Adapun lama operasi SAR dua hari. Dan, terakhir, kecelakaan pelayaran kapal kelotok di Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah pada 20 – 26 November 2018.

Baca Juga : BMKG Perkirakan Kalsel Hujan Disertai Petir Siang Ini

“Kalau yang terakhir itu lama operasinya sampai tujuh hari,” terang mantan Kasi Ops Basarnas Balikpapan itu.

Ia menegaskan kelima kasus kecelakaan tersebut telah berhasil ditangani oleh Basarnas Banjarmasin. Hanya pada kasus terakhir: kasus kecelakaan pelayaran kapal klotok kasus kecelakaan yang sangat susah ditangani.

Dalam kasus kecelakaan kelotok tersebut terdapat dua orang anak kecil yang menjadi korban.

“Sampai hari ketujuh, korban sempat dinyatakan hilang dan tidak ditemukan. Akan tetapi, kita lanjutkan dengan monitoring dan kesiapsiagaan SAR, bahkan area pencarian sudah lebih dari 5 NM [mil laut],” katanya.

Jika dilihat, tren kasus pencarian orang akibat insiden pada Oktober terbilang menurun jika dibandingkan November. Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG) perkirakan hujan akan mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan siang ini, Kamis (29/11) dan beberapa waktu mendatang.

Mujiono mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesiap siagaan dalam kondisi tersebut.

Baca Juga : Ditelantarkan, Istri Ketujuh Bekas Camat Tanah Bumbu Lapor Polisi

Reporter : M Robby
Editor : Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Soroti Ribuan Narapidana Belum Masuk Daftar Pemilih Tetap di Pilgub Kalsel

Kalsel

RSUD Kandangan Kembali Sembuhkan 7 Pasien Covid-19
apahabar.com

Kalsel

212 Perkara Inkrah, Kejari Banjarbaru Musnahkan Ribuan Barang Bukti
apahabar.com

Kalsel

17 April, Pemprov Kalsel Himbau Perusahaan Liburkan Karyawan
apahabar.com

Kalsel

Edy Ariansyah Diganti, Samahuddin pun Kaget
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Ekstrem, PT DML Dockyard Klaim Pelayaran Sesuai Standar Keselamatan
apahabar.com

Kalsel

Langkah Perbaikan Drainase di Sungai Sipai Disambut Baik Warga Sekitar
apahabar.com

Kalsel

Dampak Tiket Pesawat Mahal Belum Terasa di Terminal Pal 6
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com