Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Fenomena Pembunuhan Sadis di Kalsel, Psikolog: Terjadi Degradasi Moral di Masyarakat

- Apahabar.com Jumat, 23 November 2018 - 15:45 WIB

Fenomena Pembunuhan Sadis di Kalsel, Psikolog: Terjadi Degradasi Moral di Masyarakat

PSIKOLOG ULM - Sukma Noor Akbar. Foto/Zepi Al Ayubi

apahabar.com BANJARBARU – Maraknya kasus pembunuhan sadis di Kalsel dalam sepekan terakhir, membuat Psikolog Klinis, Sukma Noor Akbar angkat bicara. Menurutnya, sudah terjadi degradasi moral pada masyarakat kita.

Psikolog Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM), Sukma Noor Akbar berpendapat, fenomena ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Kalsel saja.

Kasus serupa terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti pembunuhan satu keluarga di Bekasi, pembunuhan sadis perempuan di Garut Jawa Barat dan mayat lemari di Jakarta. Sampai dengan  mayat Jurnalis yang disimpan di dalam drum plastik di Bogor.

Baca juga : Terkejut Mendengar Kasus Mutilasi, Begini Tanggapan Ketua MUI

“Mudahnya seseorang dalam menghilangkan nyawa orang lain atau melakukan tindakan kriminal saat ini. Tentunya sudah terjadi degradasi moral pada masyarakat kita,” ungkapnya.

Secara umum, lanjut Sukma, kenapa terjadi kriminalitas pada individu. Pengaruh yang paling besar adalah pelaku kekerasan, biasanya berasal dari rumah atau lingkungan yang tidak harmonis. Selain itu anak-anak yang terlantar, sosial ekonomi rendah dan kurangnya kontrol dari orangtua, dapat membuat individu rentan sebagai pelaku kekerasan.

“Selain itu traumatik dan pernah menjadi korban dalam kekerasan. Bisa menjadi anak menangkap perilaku yang keliru dari yang dilihatnya.

Dengan cara meniru, baik meniru dengan melihat langsung maupun dari media-media internet. Ini memiliki dampak besar dalam pembentukan perilaku agresivitas,” jelas Sukma.

Baca juga : Mayat di Suzuki Swift Hebohkan Warga Jalan Ahmad Yani

Hal yang paling alamiah, sambungnya,  pelaku awalnya belajar dari orang disekitarnya. Serta informasi yang didapat dari lingkungannya. Cara pandang yang tidak tepat dianggap benar, sehingga kekerasan-kerasan tetap dipertahankannya sebagai suatu perilaku.

“Apalagi pada masa remaja anak sudah mulai membentuk kelompok. Jika anak tanpa pengawasan, maka masa pencarian identitas dirinya bisa tidak sesuai dengan norma-norma.

Jika ia bergaul dengan orang yang melakukan kekerasan maka ia cenderung untuk mengikuti perilaku tersebut,” terangnya.

Faktor pendidikan, kepribadian, harga diri, dan kurang mampunyai seseorang dalam mencari pemecahan masalah. Menjadi faktor resiko lain yang juga perlu dilihat dalam menentukan motif-motif pelaku.

Gangguan-gangguan psikologi juga seringkali dikaitkan dengan kriminal seperti psikotik, antisosial dan gangguan-gangguan kepribadian.

“Perlu kajian dari psikolog ataupun psikiater dalam melakukan diagnosisnya kepada para pelaku. Sebab setiap kasus akan berbeda psikodinamika seseorang,” pangkas Sukma.

Penulis : Zepi Al Ayubi

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tarawih Perdana, Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Padat Jemaah
apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel: Pemprov Belum Optimal Tangani Perbatasan
apahabar.com

Kalsel

WNA Inggris di Tanah Bumbu Tak Masuk DPT
apahabar.com

Kalsel

Seluruh Tahanan Polres Tapin Diswab, Hasilnya?
apahabar.com

Kalsel

Demi Memajukan Pendidikan di Banjarmasin, Ibnu Sina Dukung Kelas Inspirasi
apahabar.com

Kalsel

Harga Elpiji di Banjarmasin Tembus Rp 35 Ribu
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Hari Ini!
apahabar.com

Kalsel

Alasan Mencengangkan Paman di Kotabaru Tega Cabuli Adik Sendiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com