Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres Live Streaming SCTV & Link Siaran Langsung Liga Champions Ajax vs Liverpool, Prediksi Pemain!

FLUKTUASI RUPIAH: Perkasa bersama Rupee dan Renminbi

- Apahabar.com Jumat, 23 November 2018 - 08:30 WIB

FLUKTUASI RUPIAH: Perkasa bersama Rupee dan Renminbi

Foto/merahputih.com

apahabar.com, JAKARTA – Mari beri apresiasi untuk Rupiah. Kendati masih rawan bergejolak, performa mata uang Garuda dalam sepekan terakhir tak mengecewakan.

Bloomberg Index mencatat keperkasaan rupiah dimulai pada awal pekan lalu dengan bergerak pada level 14.820 per dolar AS. Rupiah terus menguat ke posisi 14.576 pada penutupan perdagangan, Kamis (22/11) kemarin.

Rupiah berhasil masuk dalam tiga besar mata uang terkuat di Asia, bergantian dengan Rupee India dan Renminbi Tiongkok. Di sisi lain, mata uang negara Asia lainnya kompak rontok dari Dolar AS.

Rerata pelemahan Dolar Singapura dan Baht Thailand sebesar 0,15 persen, Peso Filipina sebesar 0,13 persen, Won Korea Selatan 0,09 persen, Ringgit Malaysia 0,08 persen, dan Dolar Hong Kong 0,03 persen. Sementara, Yen Jepang relatif berada pada posisi stagnan.

Para analis pun membuat spekulasi tentang faktor-faktor yang memberi kontribusi terhadap penguatan Rupiah. Berikut beberapa di antaranya:

1. Eropa membuat dolar AS payah

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menyebut pelemahan dolar kemungkinan besarnya terjadi akibat kompromi Italia dengan Komisi Uni Eropa terkait permintaan besaran defisit anggaran untuk tahun 2019.

Komisi Uni Eropa sebelumnya menolak permintaan Italia untuk memperluas defisit anggarannya hingga 2,4 persen karena dianggap berseberangan dengan komitmen untuk mengurangi utang yang dibuat pemerintahan sebelumnya.

Mengutip The Guardian, utang Itali saat ini tercatat mencapai 2,3 triliun Euro. Bank sentral Itali mengumumkan bahwa pembayaran cicilan utang pada tahun ini kemungkinan bertambah menjadi 5 miliar Euro dan 9 miliar Euro pada tahun 2019.

Polemik Italia ini menambah beban bagi mata uang Euro di tengah ketakpastian keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Britania Exit/Brexit). Namun, besarnya harapan drama fiskal Italia ini akan berakhir dalam waktu dekat memberi tekanan pada dolar.

Baca juga : Black Friday, Diskon Gila-gilaan Toko Online

 

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

DKI Jakarta Di-PSBB, Rupiah Bisa Terkoreksi Lagi
apahabar.com

Ekbis

Jelang Akhir Tahun, Harga Telur dan Bawang Mulai Naik di Banjarbaru
apahabar.com

Ekbis

HUT Ke-2, KDM Sehati Rayakan dengan Sharing Peningkatan Kualitas Diri
apahabar.com

Ekbis

Minyak Naik karena Optimisme Pengurangan Produksi OPEC+
apahabar.com

Ekbis

Fitur Chatting di Grab, Kini Dilengkapi Pesan Suara dan Foto
apahabar.com

Ekbis

Jarang Gunakan Uang Koin Bikin Inflasi, Kok Bisa?
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Akan Datangkan Bahan Baku Masker dari Eropa
apahabar.com

Ekbis

PT Telkom Berkomitmen Percepat Pembangunan Ekosistem Digital Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com