Titah Jokowi di Mataraman Kalsel: Segera Perbaiki Jembatan BREAKING! Jokowi Tiba di Kalsel, Langsung Blusukan Bagi Sembako Hujan Deras, Ribuan Korban Banjir Nantikan Kedatangan Jokowi di SDL Geger! Kakek Tak Bernyawa di Bak Truk Trisaksti Banjarmasin Yuk Nyumbang, Razi Sudah Relakan Pakaiannya untuk Korban Banjir Kalsel

FLUKTUASI RUPIAH: Perkasa bersama Rupee dan Renminbi

- Apahabar.com Jumat, 23 November 2018 - 08:30 WIB

FLUKTUASI RUPIAH: Perkasa bersama Rupee dan Renminbi

Foto/merahputih.com

apahabar.com, JAKARTA – Mari beri apresiasi untuk Rupiah. Kendati masih rawan bergejolak, performa mata uang Garuda dalam sepekan terakhir tak mengecewakan.

Bloomberg Index mencatat keperkasaan rupiah dimulai pada awal pekan lalu dengan bergerak pada level 14.820 per dolar AS. Rupiah terus menguat ke posisi 14.576 pada penutupan perdagangan, Kamis (22/11) kemarin.

Rupiah berhasil masuk dalam tiga besar mata uang terkuat di Asia, bergantian dengan Rupee India dan Renminbi Tiongkok. Di sisi lain, mata uang negara Asia lainnya kompak rontok dari Dolar AS.

Rerata pelemahan Dolar Singapura dan Baht Thailand sebesar 0,15 persen, Peso Filipina sebesar 0,13 persen, Won Korea Selatan 0,09 persen, Ringgit Malaysia 0,08 persen, dan Dolar Hong Kong 0,03 persen. Sementara, Yen Jepang relatif berada pada posisi stagnan.

Para analis pun membuat spekulasi tentang faktor-faktor yang memberi kontribusi terhadap penguatan Rupiah. Berikut beberapa di antaranya:

1. Eropa membuat dolar AS payah

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menyebut pelemahan dolar kemungkinan besarnya terjadi akibat kompromi Italia dengan Komisi Uni Eropa terkait permintaan besaran defisit anggaran untuk tahun 2019.

Komisi Uni Eropa sebelumnya menolak permintaan Italia untuk memperluas defisit anggarannya hingga 2,4 persen karena dianggap berseberangan dengan komitmen untuk mengurangi utang yang dibuat pemerintahan sebelumnya.

Mengutip The Guardian, utang Itali saat ini tercatat mencapai 2,3 triliun Euro. Bank sentral Itali mengumumkan bahwa pembayaran cicilan utang pada tahun ini kemungkinan bertambah menjadi 5 miliar Euro dan 9 miliar Euro pada tahun 2019.

Polemik Italia ini menambah beban bagi mata uang Euro di tengah ketakpastian keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Britania Exit/Brexit). Namun, besarnya harapan drama fiskal Italia ini akan berakhir dalam waktu dekat memberi tekanan pada dolar.

Baca juga : Black Friday, Diskon Gila-gilaan Toko Online

 

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dolar Babak Belur, Rupiah Akhir Pekan Melesat
apahabar.com

Ekbis

Duta Mall Pamit, 18 Tenant Tetap Beroperasi
apahabar.com

Ekbis

Kisah Ryan, Pemuda Banjarmasin Jatuh Bangun Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi
apahabar.com

Ekbis

Produksi Karet Lesu, Gugur Daun Jadi Biang Kerok
Bukalapak Buka Jalur Khusus Petugas Medis Beli Alkes

Ekbis

Bukalapak Buka Jalur Khusus Petugas Medis Beli Alkes
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak di Asia Naik Dipicu Harapan Perpanjangan Pengurangan Produksi
apahabar.com

Ekbis

Stimulus AS Pupus, Wall Street Berakhir Turun
apahabar.com

Ekbis

FESyar 2019 di Banjarmasin Ditarget Lampaui Rp1,7 T dari Business Matching
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com