PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru La Nina, Wilayah Pesisir Kalsel Jadi Atensi Khusus Jelang Piala AFF 2021, Evan Dimas Tetap Kapten Timnas Indonesia

FLUKTUASI RUPIAH: Perkasa bersama Rupee dan Renminbi

- Apahabar.com     Jumat, 23 November 2018 - 08:30 WITA

FLUKTUASI RUPIAH: Perkasa bersama Rupee dan Renminbi

Foto/merahputih.com

apahabar.com, JAKARTA – Mari beri apresiasi untuk Rupiah. Kendati masih rawan bergejolak, performa mata uang Garuda dalam sepekan terakhir tak mengecewakan.

Bloomberg Index mencatat keperkasaan rupiah dimulai pada awal pekan lalu dengan bergerak pada level 14.820 per dolar AS. Rupiah terus menguat ke posisi 14.576 pada penutupan perdagangan, Kamis (22/11) kemarin.

Rupiah berhasil masuk dalam tiga besar mata uang terkuat di Asia, bergantian dengan Rupee India dan Renminbi Tiongkok. Di sisi lain, mata uang negara Asia lainnya kompak rontok dari Dolar AS.

Rerata pelemahan Dolar Singapura dan Baht Thailand sebesar 0,15 persen, Peso Filipina sebesar 0,13 persen, Won Korea Selatan 0,09 persen, Ringgit Malaysia 0,08 persen, dan Dolar Hong Kong 0,03 persen. Sementara, Yen Jepang relatif berada pada posisi stagnan.

Para analis pun membuat spekulasi tentang faktor-faktor yang memberi kontribusi terhadap penguatan Rupiah. Berikut beberapa di antaranya:

1. Eropa membuat dolar AS payah

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menyebut pelemahan dolar kemungkinan besarnya terjadi akibat kompromi Italia dengan Komisi Uni Eropa terkait permintaan besaran defisit anggaran untuk tahun 2019.

Komisi Uni Eropa sebelumnya menolak permintaan Italia untuk memperluas defisit anggarannya hingga 2,4 persen karena dianggap berseberangan dengan komitmen untuk mengurangi utang yang dibuat pemerintahan sebelumnya.

Mengutip The Guardian, utang Itali saat ini tercatat mencapai 2,3 triliun Euro. Bank sentral Itali mengumumkan bahwa pembayaran cicilan utang pada tahun ini kemungkinan bertambah menjadi 5 miliar Euro dan 9 miliar Euro pada tahun 2019.

Polemik Italia ini menambah beban bagi mata uang Euro di tengah ketakpastian keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Britania Exit/Brexit). Namun, besarnya harapan drama fiskal Italia ini akan berakhir dalam waktu dekat memberi tekanan pada dolar.

Baca juga : Black Friday, Diskon Gila-gilaan Toko Online

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tunggu The Fed, Rupiah Melemah Tipis 0,07 Persen
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Masih Terdampak Kekhawatiran Atas Virus Corona di China
apahabar.com

Ekbis

Efek Virus Corona, Bank Dunia Tolak Beri Pinjaman ke China
apahabar.com

Ekbis

Bersamaan Perkembangan Paket Stimulus Fiskal AS, Rupiah Bergerak Melemah
apahabar.com

Ekbis

IHSG Melemah Jelang Rilis Data Inflasi Agustus

Ekbis

Harga Emas Antam Hari Ini Lesu ke Rp940 Ribu
apahabar.com

Ekbis

Melonjak Lagi, Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru
apahabar.com

Ekbis

Antisipasi Covid-19, Pelni Semprot Seluruh Kapal dengan Disinfektan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com