Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap Serahkan Belasan Tuntutan, SP KEP Kawal DPRD Tabalong Sampai ke Jakarta Balita Mandi Air Comberan, PDAM Bandarmasih Dipanggil Dewan

Jadi KSAD, Andika Perkasa: ‘’Ngomong Apa saja Monggo’’

- Apahabar.com     Kamis, 22 November 2018 - 15:35 WITA

Jadi KSAD, Andika Perkasa: ‘’Ngomong Apa saja Monggo’’

JENDERAL TNI Andika Perkasa seusai dilantik Presiden menjadi KSAD di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/11).(foto: detikcom)

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo remi melantik Jenderal Andika Perkasa menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (21/11). Bermula dari korps baret merah perjalanan karier militer menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono itu terbiulang pesat.

Andika merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1987. Ia mengawali kariernya di Grup 2/Para Komando Kopassus. Ia kemudian juga sempat bertugas di satuan elit penanggulangan teror, Sat 81 Gultor Kopassus.

Andika juga pernah bertugas di Departemen Pertahanan pada 2001. Pria kelahiran Bandung, 21 Desember 1964 itu juga pernah berkarier di Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Pada tahun 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Setelah beberapa kali pindah tugas, ia kemudian dipromosikan menjadi Komandan Rindam Jaya pada 2011. Lewat jabatan ini, Andika memperoleh kenaikan pangkat menjadi Kolonel.

Lalu pada pertengahan 2012, Andika diangkat menjadi Komandan Korem 023/Kawal Samudera di Sibolga. Belum ada setahun, ia lalu dipromosikan menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD yang mengantarkannya meraih bintang satu di pundak alias pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Hanya sebelas bulan menjadi Kadispenad, Andika diangkat menjadi komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) pada Oktober 2014. Andika dipilih sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Dia pun mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal (Mayjen).

Sekitar dua tahun menjadi Danpaspampres, Andika kemudian dipromosikan menjadi Pangdam XII/Tanjungpura pada Mei 2016. Karier Andika terus menanjak.

Di tahun 2018, Andika tiga kali mendapat promosi. Pada awal tahun ini, ia diangkat menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD. Jabatan ini mengantarkan Andika memperoleh bintang tiga atau Letnan Jenderal (Letjen).

Pada Juli 2018, Andika kembali mendapat promosi. Ia diangkat menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) menggantikan Letjen Agus Kriswanto yang pensiun.

Baru lima bulan menjabat sebagai Pangkostrad, Andika kini menjabat sebagai pimpinan tertinggi TNI AD. Andika dilantik menjadi KSAD oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Kamis (22/11). Dia menggantikan Jenderal Mulyono yang pada Januari 2019 memasuki masa pensiun.

Menjadi KSAD, Andika langsung mendapat kenaikan pangkat menjadi bintang empat alias jenderal. Itu berarti, dalam satu tahun Andika mendapat tiga kali promosi jabatan dan dua kali kenaikan pangkat.

Di awal kariernya, Andika juga diketahui banyak menghabiskan waktu untuk studi di luar negeri. Ia memiliki tiga gelar master dari universitas di Amerika Serikat. Andika pernah mengemban pendidikan di Norwich University. Kemudian pada 2003, Andika melanjutkan studi di National War College (NWC) yang merupakan bagian dari National Defense University, Washington, D.C.

 

Dua tahun kemudian, Andika kemudian belajar di George Washington University yang juga berada di Washington, D.C. Ia juga merupakan lulusan terbaik Seskoad angkatan 1999/2000.

Untuk pengalaman operasi militer, Andika diketahui pernah memimpin penangkapan seorang yang dituduh sebagai pimpinan Al Qaeda, Omar Al-Faruq, di Bogor tahun 2002. Ia juga disebut pernah melaksanakan operasi Timor Timur pada 1990, operasi teritorial di lokasi yang sama pada 1992, dan operasi bakti TNI di Aceh pada 1994. Dia juga disebut-sebut pernah melakukan misi operasi khusus di Papua.

Soal karier gemilangnya, Andika kerap dihubungkan dengan mertuanya, Hendropriyono. Eks Ketum PKPI itu merupakan penasihat Presiden Jokowi. Andika sudah angkat bicara soal hal ini.

“Monggo, mau ngomong apa juga, saya gini, dari dulu juga gini. Nggak ada yang saya komentar lagi, terserah,” kata Andika usai pelantikan.

“Orang kalau mau ngomong apa saja monggo, saya kan nggak bisa komentar yang nggak perlu. Kan semuanya beliau (Presiden Jokowi) yang memutuskan, saya tidak tahu apa yang ada di dalam penilaian beliau, saya kan dari dulu gini aja,” sambungnya.

Terlepas dari isu tersebut, Andika mengaku siap mengemban jabatan sebagai KSAD. Ia siap menjaga amanat yang diberikan Jokowi.

“Pesan beliau secara khusus sih nggak ada, hanya beliau memberikan kepercayaan kepada saya, saya secara otomatis kemudian harus menerjemahkan bahwa tugas ini harus saya jaga kepercayaan dari presiden, yang telah memberikan kesempatan, gitu aja,” kata Andika.(*)

 

Sumber: detikcom

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bukti Cukup, KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Tersangka Suap
apahabar.com

Nasional

Usai Listrik Padam Massal, Jokowi Datangi Kantor Pusat PLN
apahabar.com

Nasional

Curah Hujan Tinggi, Kalsel Waspada DBD 
apahabar.com

Nasional

Jokowi Beri 3 Opsi untuk UN 2020
apahabar.com

Nasional

Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf, Puluhan Jutaan Keluarga Sudah Terdaftar di Portal Satu Data Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Denda Berkendaraan Sambil Merokok di Negara Luar Lebih Berat

Nasional

BMKG: Anak Krakatau Masih Erupsi, Zona Waspada Tsunami Tetap Diterapkan

Nasional

Tak Patuh Permendagri, Gubernur Sumbar Setrap Sekda dan Sejumlah Pejabat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com