Waspada, Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Ancam 9 Wilayah Kalsel Kanwil Kemenkum HAM Kalsel Dorong UMKM Bentuk Perseroan Perseorangan Catat, Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banjar Berhadiah Umrah Longsor di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru, Puluhan Rumah Terdampak Aksi Heroik Bripka Aan Kotabaru Bantu Ibu Melahirkan di Ambulans

Ketua Apkasi Mardani Maming: Isu Jokowi Antek Asing dan PKI, Itu Tidak Benar

and - Apahabar.com     Kamis, 15 November 2018 - 13:41 WITA
and - Apahabar.com     Kamis, 15 November 2018 - 13:41 WITA

Ketua Apkasi Mardani Maming: Isu Jokowi Antek Asing dan PKI, Itu Tidak Benar

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Mardani H. Maming bersama Presiden Jokowi, belum lama ini di istana negara. Foto: Mardani for Apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN– Presiden Joko Widodo menegaskan, semua tudingan yang menyebut dirinya antek asing dan aseng, kader Partai Komunis Indonesia (PKI), serta sejumlah tudingan negatif lain, tidaklah benar.

“Dan masalah isu-isu PKI. Presiden bilang PKI dibubarkan tahun 1965 dan beliau lahir 1961, beliau baru empat tahun masa ada PKI yang masih bayi. Itu juga yang dijelaskan presiden,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Mardani H. Maming seusai bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, awal pekan ini dikutip dalam Kantor Berita Politik RMOL.co.

Sejumlah hal dikemukakan Jokowi saat bertemu dengan 31 bupati yang tergabung dalam Apkasi. Jokowi, menurut bupati termuda se-Indonesia pada saat dilantik itu, membantah soal tudingan antek asing, ataupun kader Partai Komunis Indonesia (PKI). Demikian, dengan serbuan tenaga kerja asing, kata dia, tidak berdasar.

“Semua isu itu tidak benar,” ujar mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu.

Sejumlah kebijakan Jokowi, menurutnya, telah menepis anggapan itu, sebut saja pengambilalihan blok-blok migas seperti Blok Rokan di Riau, Blok Mahakam yang sebelumnya dikelola oleh asing kini diserahkan sepenuhnya ke Pertamina.

Selanjutnya, soal Freeport yang 3,5 tahun bernegoisasi lantaran ada tekanan politik. Kalau tidak ada tekanan politik sejak dulu, kata Mardani, Freeport sudah bisa kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

“Presiden mempertanyakan antek asingnya di mana? Begitu juga dengan tudingan antek aseng hanya urusan tenaga kerja asing,” tutur Mardani.

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, penjelasan Jokowi juga sebagai klarifikasi atas berbagai isu yang beredar di media sosial. Sebagai Presiden, kata Mardani, Jokowi tidak mungkin melakukan hal-hal seperti yang dituduhkan.

“Kalau benar enggak jadi masalah. Kalau enggak bener, kita wajib membela Presiden. Kita harus berani katakan yang benar itu benar salah ya salah,” pungkasnya.

Sumber: Net

Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 45.029 Orang, Sembuh Jadi 17.883
apahabar.com

Nasional

Demo di Jayapura Ricuh, Kantor Telkom Dibakar Massa
KTT G20

Ekbis

Presiden Jokowi: KTT G20 Jadi Unjuk Diri Kemampuan Indonesia Tangani Pandemi

Nasional

Pengamat Dorong Cabut Statuta Rangkap Jabatan Rektor UI
apahabar.com

Nasional

Ratusan Korban Puting Beliung Mengungsi ke Masjid
Isu Reshuffle

Nasional

Isu Reshuffle Menguat, Kasetpres: Pemanggilan Calon Menteri Masih Tunggu Jadwal Jokowi
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Puji Kemajuan Sektor Pelabuhan Era Jokowi
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Bertambah 4.294 Jadi 328.952 Kasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com