Dikira Diare, Wakil Gubernur Kalbar Ternyata Positif Covid-19 Disergap Timsus di Kotabaru, Simak Sepak Terjang Buronan Korupsi Kejagung RI Bank Data Pilkada Kalsel 2020: 1 Pilgub, 2 Pilwali, 5 Pilbup, Peta Kekuatan 24 Paslon Enam Bulan Pandemi Corona di Kalsel, ICU dan Ruang Isolasi Makin Sesak Resmi, Sandiaga Uno Dukung Cuncung-Alpiya di Pilbup Tanbu 2020

Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik

- Apahabar.com Selasa, 27 November 2018 - 18:06 WIB

Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik

Foto - sinar harapan

apahabar.com, BANJARMASIN – Menguatnya posisi dolar terhadap rupiah menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para pelaku usaha, tak terkecuali di Banjarmasin.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalsel menilai perlu solusi fundamental untuk kembali menguatkan rupiah.

Wijaya Kusuma Prawirakarsa Wakil Ketua Umum Kadin Kalsel menilai, gejolak tahun politik 2019 mendatang turut mempengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Ia mendorong pemerintah untuk segera menstabilkan kondisi tersebut.

Di luar itu, pihaknya siap membantu pemerintah saat ini. Karena dalam UU No 1 tahun 1987 tentang Kadin yang merupakan mitra pemerintah.

“Apabila kami tidak dimanfaatkan sebagai mitra, maka gimana Kadin harus membantu,” kata pengusaha konstruksi ini dihubungi, Selasa (27/11/2018).

Kata dia, Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Keuangannya berjanji menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap beberapa mata uang lainnya.”Janji itu bukan di mulut saja, tapi realisasikan menjadi kenyataan.

Baca juga :  Menyelisik Sejarah PKI di Kalsel, Kekuatan Hingga Vonis Mati Tokoh Mereka

Mudahan saja beberapa saat lagi Pak Jokowi bisa menunjukan prestasinya,” jelasnya. Ia mengakui kondisi keuangan ini sangat memilukan bagi kehidupan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Sebab, turunnya nilai tukar rupiah ini cukup mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok kebutuhan hidup.Mengutip Bisnis.com kemarin, kenaikan harga di Banjarmasin umumnya terjadi pada komoditas telur.

Baca Juga: Rupiah Terdampar ke Dasar Klasemen Mata Uang Asia

Kenaikan terjadi pasca momen maulid. Harga telur di pasaran kembali merangkak naik sepekan terakhir. Di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, dari empat jenis telur harganya kini dijual sebesar Rp23.000 – Rp25.000 perkilo, padahal sebelumnya hanya Rp20.000 perkilo.

Baca juga :  Enam Bulan Pandemi Corona di Kalsel, ICU dan Ruang Isolasi Makin Sesak

Baca Juga: Rupiah Kian Lemah, Dolar AS Tembus Rp 14.500

Kemudian Telur Itik dari Rp1.800 perbiji, menjadi Rp2.300 – Rp2.500 perbiji. Sementara kondisi serupa juga terjadi Pasar Lama Banjarmasin. Pantauan media ini, rupiah belum bisa menanggalkan gelar sebagai mata uang terlemah di Asia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Rupiah bahkan masuk jajaran mata uang terlemah di Asia.

Pada Selasa (27/11/2018), US$ 1 dibanderol Rp 14.510 kala penutupan pasar spot. Rupiah melemah 0,28% dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.

editor: Fariz
reporter Bahaudin

 

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Penting Mana, Hindari Covid-19 atau Tarawih Berjemaah?
apahabar.com

Nasional

Kisah Seorang Kadis PU Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019 di Kalsel, 8 KPPS Meninggal dan 64 Tumbang !
apahabar.com

Nasional

Soal Salam Lintas Agama, Ini Kata Menag
apahabar.com

Nasional

BPJS Kesehatan Defisit, Iuran Dinaikkan
apahabar.com

Nasional

Pasca Bentrokan di Buton, Polisi Tetapkan Siaga I
apahabar.com

Nasional

Ketum PBNU Tegaskan Perbedaan Kafir dan Nonmuslim
apahabar.com

Nasional

Imam Besar Masjid Istiqlal Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Teror Selandia Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com