Lampu Hijau Buka Masker, Pakar Covid-19 ULM: Hati-Hati Blunder Tabrakan Maut BPK Terulang Lagi, Apa Kabar Perda Damkar Banjarmasin? Perkuat Keandalan Listrik Kalseltengtim dengan Sistem Looping Jaringan Tersangka! Sopir BPK Penabrak 2 Pemotor di Banjarmasin Selatan Tuntut Pemerataan, Besok Buruh SIS ADMO Tabalong Juga Minta Pembagian Windfall

Kasasinya Ditolak MA, Buni Yani Tetap Dihukum 1 Tahun 6 Bulan Penjara

and - Apahabar.com     Senin, 26 November 2018 - 16:52 WITA
and - Apahabar.com     Senin, 26 November 2018 - 16:52 WITA

Kasasinya Ditolak MA, Buni Yani Tetap Dihukum 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Buni Yani. Foto-detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Setelah kalah ditingkat banding, Buni Yani, terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) kembali menelan pil pahit. Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang dia ajukan. Dalam putusan kasasi nya, MA menyatakan hukuman untuk Buni Yani sama dengan hukuman di pengadilan tingkat pertama yaitu satu tahun enam bulan penjara.

“Kembali ke putusan tingkat pertama yang sudah dikuatkan di tingkat banding. Sehingga putusan kasasi ini tetap satu tahun enam bulan penjara,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/11).

Dalam situs resmi MA, kasasi itu telah resmi ditolak pada 22 November 2018. MA menolak kasasi Buni dengan perbaikan.

Perbaikan yang dimaksud, kata Abdullah, adalah mengoreksi putusan yang diberikan di tingkat terakhir pengadilan lain selain MA. Dalam hal ini ada Pengadilan Tinggi Bandung. Namun, Abdullah tak menjelaskan secara rinci perbaikan yang dimaksud.

“Ya artinya MA menolak permohonan kasasi yang diajukan terdakwa maupun jaksa penuntut umum,” katanya.

Salinan lengkap putusan tersebut, lanjut Abdullah, baru dapat diterima pihak yang berperkara paling cepat tujuh hari setelah terbitnya petikan putusan. Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian sebelumnya menyatakan belum menerima salinan putusan dari MA.

Kasus Buni Yani tercatat dengan nomor register 1712 K/PID.SUS/2018 dan nomor Perkara Pengadilan tingkat satu 674/Pid.Sus/2017/PN.Bdg.

Pada 14 November tahun 2017 lalu, Buni Yani divonis satu tahun enam bulan penjara dalam perkara penyebaran ujaran kebencian benuansa suku, agama, ras dan antargolongan oleh hakim Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat.

Ia terbukti melanggar pasal UU ITE. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta hakim menghukum Buni Yani dengan penjara dua tahun dan Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Buni Yani dinilai menyebarkan ujaran kebencian dengan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarakat bernuansa SARA melalui postingannya di Facebook. Ia mengunggah video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan menghilangkan kata “pakai” dalam transkripannya.

Setelahnya, Buni Yani mengajukan banding. Namun Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menolak permohonan banding Buni Yani dalam kasus UU ITE per 4 April 2018. Jaksa dan Buni Yani pun menempuh jalur kasasi.

Editor : Budi Ismanto

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Semua Penanganan Covid-19 Dibuat Berdasarkan Data Ilmiah
apahabar.com

Nasional

Sertijab Menhan, Prabowo Ditemani Hasyim dan Kakak-Kakaknya
apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Siti Aisyah Bebas dari Hukuman Mati
apahabar.com

Nasional

Rawat Wanita 350 Kg, Gunakan Tempat Tidur Beralas Brankas Baja
apahabar.com

Nasional

Terjerambab, Tiga Warga Tewas Dalam Satu Sumur
apahabar.com

Nasional

Indonesia Pantang Berunding dengan Cina Soal Natuna
apahabar.com

Nasional

WHO: Karantina Wilayah Tidak Cukup untuk Kalahkan Virus Corona
Baim Wong

Nasional

Baim Wong Dukung Vaksinasi Massal Kolaborasi Hipmi & PT Maming Enam Sembilan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com