Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Ke Mana Perginya Karya Kami Setelah Ini?

- Apahabar.com Minggu, 25 November 2018 - 02:05 WIB

Ke Mana Perginya Karya Kami Setelah Ini?

Wawancara dengan Agus Makkie dan Lulu Ratna. apahabar.com/Randy

apahabar.com, BANJARMASIN– Perayaan sinema di Kalimantan sudah selesai. Menghasilkan satu film terpilih kategori mahasiswa atau umum dari dua belas film nominasi dan kategori satu film pelajar dari 3 film nominasi.

Mungkin pernah terlintas di pikiran para filmaker, apakah karya kami akan selesai apabila kompetisi ataupun kegiatan itu berakhir? Di aruh film Kalimantan 2018 ini rasanya tidak demikian.

Salah satu juri Aruh Film Kalimantan 2018, Lulu Ratna angkat bicara soal distribusi film setelah festival berakhir.

“Film karya sineas Kalimantan harus bergerak [mempromosikannya] ke pulau lain. Untuk mempromokan filmnya dan secara tidak langsung juga daerahnya juga ikut terpromosikan,” jelasnya.

Baca Juga: Dorong Industri Film Daerah, Forum Sineas Banua Gelar Masterclass di Taman Budaya

Pemateri soal “distribusi film” itu menambahkan, “Potensi di sini sudah ada, tapi di sini pun teman teman masih berjuang untuk meraih penonton lokal, dan pada saat yang sama harus dibarengi dari luar juga. Seperti pertukaran film ke festival festival di luar sana,” jelasnya.

Baca Juga: Festival Aruh Film Kalimantan 2018 Berakhir, Sineas Banjarmasin dan Pontianak Berbagi Juara

Di luar itu, ia mengatakan, nantinya, hasil karya karya para sineas Kalimantan dalam festival Aruh Kalimantan 2018 ini akan didistribusikan ke festival festival yang sama.

Itu sebagai upaya forum sineas banua untuk mengenalkan film karya sineas Kalimantan di kancah nasional, yang kental dengan kearifan lokalnya.

Munir shadikin programer AFK 2018 menambahkan, pihaknya akan mencoba mengirimkan karya sineas Kalimantan ke beberapa distributor film, festival dan organisasi yang menyelenggarakan pemutaran pemutaran alternatif.

Munir sapaan akrabnya juga menambahkan ini dilakukan supaya para sineas yang mengirimkan karyanya ke AFK 2018 dan mendapatkan feedback dari penonton di luar pulau Kalimantan ataupun di Kalimantan itu sendiri.

“Dan saya sangat optimis film kita bisa bersaing di luar sana. walaupun hanya beberapa yang saya rasa matang, tapi karakter karakter film ini bisa mencerminkan Kalimantan atau daerahnya itu sudah cukup kuat,” imbuhnya.

Gerimis menyambut perhelatan festival Aruh Film Kalimantan 2018. Festival film itu menandakan pergerakan para sineas di tanah Kalimantan kembali bergeliat.

Sabtu (24/11) malam, Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalsel, menjadi saksi berakhirnya pelaksanaan kali ini. Tiga sineas yang menjadi juara telah diumumkan.

Seperti diketahui, selama satu bulan rangkaian AFK 2018 sukses dilaksanakan. Dari marathon class, layar tajak, lestari, lingkar kalimantan dan lain lain. Malam tadi, puncak acara yang paling ditunggu: Malam penghargaan aruh film Kalimantan 2018.

Reporter: M Randi

Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Anjurkan Silaturahim Virtual Saat Lebaran
apahabar.com

Nasional

23 Gempa yang Merusak Indonesia Sepanjang 2018
apahabar.com

Nasional

Google Siapkan Fitur Tangkal Hoaks di Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Nasional

HUT ke-72 Megawati, PDIP Gelar Pentas Musik ‘Bangkit Pemudi Pemuda’
apahabar.com

Nasional

BI: Nasabah Jangan Khawatir Gangguan Sistem Bank Mandiri
apahabar.com

Nasional

Akses Menuju Monas Jadi Parkiran Massal
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Prabowo-Sandiaga Uno Unggul di Arab Saudi

Nasional

Remaja Kalsel Korban Prostitusi di Paser Dipulangkan, Satu Positif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com