Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Kecelakaan Maut di Kayutangi, Jaksa Cium Adanya Unsur Kelalaian

- Apahabar.com Selasa, 27 November 2018 - 14:10 WIB

Kecelakaan Maut di Kayutangi, Jaksa Cium Adanya Unsur Kelalaian

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Foto-tribratanews.sulbar.polri.go.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Jaksa belum mencium adanya unsur kesengajaan dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Brigjen Hasan Basri, tepatnya di depan gedung Sultan Suriansyah Kayutangi Banjarmasin Utara, 14 September 2018 silam. Dari tabrakan itu Salim bin Salamah meregang nyawa.

Salim tewas ditabrak sepeda motor saat melintas di Jalan Brigjen Hasan Basri, tepatnya di depan gedung Sultan Suriansyah Kayutangi Banjarmasin Utara, 14 September 2018 silam.

Sekira pukul 9 malam, saat itu, korban sedang menyeberang jalan ingin membeli makanan. Tiba-tiba meluncur kencang sepeda motor yang dikendarai terdakwa Andri Supriadi (22).

Salim bin Salamah tewas dengan sejumlah luka di tubuhnya, di antaranya, luka robek di kepala depan sebelah kiri dengan panjang enam centimeter serta luka lecet pada siku, punggung dan kaki.

Fakta di atas terungkap di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (26/11) kemarin. Agenda pembacaan dakwaan disampaikan langsung jaksa penuntut umum Ronald Peroniko.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Niko, terdakwa sempat panik melihat korban tiba-tiba muncul di hadapannya. Ia tidak sempat mengerem karena jarak antara Yamaha Vega DA 3231 VU miliknya dengan korban hanya lima meter.

“Baik korban dan terdakwa sama-sama jatuh terpelanting akibat kerasnya benturan,” kata Niko di hadapan majelis hakim Hj. Rosmawati.

Niko melihat belum adanya unsur kesengajaan terpenuhi dalam kasus ini. Namun dia memberikan catatan adanya unsur kelalaian yang dilakukan Andri Supriadi.

Diwawancarai apahabar.com, Niko mengatakan Andri didakwa Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara. “Agenda pekan depan pemeriksaan saksi mas,” ucap Niko singkat

Reporter: apc01

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Portal Jembatan Alalak

Kalsel

Kerap Dilalui Truk, Portal Jembatan Alalak II Banjarmasin Turun 40 Cm
apahabar.com

Kalsel

Renovasi Rampung, Taman Kamboja Dipastikan Tetap Gratis
apahabar.com

Kalsel

Wisata Siring Piere Tendean Ditutup, Motoris Kelotok Ungkapkan Kekesalan
apahabar.com

Kalsel

Catatan Sejarah (1): Ganasnya Buaya di Banjarmasin Tempo Dulu, Puluhan Korban jadi Mangsanya
apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarbaru-Banjar, Pengendara ini Terpaksa Harus Putar Balik
apahabar.com

Kalsel

Jebolan Pelatihan Lemhanas RI Diharapkan Sebarkan Nilai-Nilai Kebangsaan di Masyarakat
Risiko Terburuk Wabah Covid-19, Kabupaten Banjar Siap Lockdown

Kalsel

Risiko Terburuk Wabah Covid-19, Kabupaten Banjar Siap Lockdown
apahabar.com

Kalsel

Pemuda hingga Penjual Miras Tradisional Terjaring Operasi Pekat di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com