Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Kendaraan Listrik Tunggu Perpres

- Apahabar.com Kamis, 15 November 2018 - 12:50 WIB

Kendaraan Listrik Tunggu Perpres

Sumber : Liputan6.com

apahabar.com, BANJARMASIN–PT PLN (Persero) masih menunggu penerbitan peraturan presiden (perpres) sebagai payung hukum kebijakan pengembangan kendaraan listrik nasional. Rencananya perpres tersebut diterbitkan tahun ini.

“Kalau orang mau mengembangkan kendaraan listrik harus menunggu perpres. Kami ingin secepatnya perpres diterbitkan supaya kita bisa mempersiapkan diri. Ada kemungkinan tahun ini,” ujar Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat, Haryanto WS, di sela acara Pameran Kelistrikan dan Penghargaan Indonesia Best Electricity Award (IBEA) di Jakarta kemarin.

Menurut dia sebagaimana dilansir koransindo.com, perpres kendaraan listrik penting sebagai landasan hukum untuk pengembangan listrik di dalam negeri. Pasalnya, PLN harus memperhitungkan pasokan hingga pembangunan infrastruktur seperti stasiun penyedia listrik umum (SPLU) ataupun infrastruktur pengisian listrik cepat (fast charging ) secara nasional.

“Kalau dari sisi pasokan kami sangat siap. Infrastruktur PLN juga siap, tinggal fast charging saja. Kalau fast charging bisa dilakukan di mana saja,” kata dia.

Menurut Haryanto, fast charging bisa dilakukan di rumah dan perkantoran. Bahkan PLN juga sudah menyediakan SPLU khususnya di DKI Jakarta untuk mengakomodasi para pedagang kaki lima dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tak berhenti di situ, untuk mengakomodasi penggunaan kendaraan listrik, kata dia, penyediaan fast charging juga bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero). Nantinya PLN bisa bersinergi dengan Pertamina untuk menyediakan fast charging di SPBU.

“Kita akan menambah fasilitas charging-charging di tempat umum seperti bisa dilakukan di tempat parkir. Kita juga terbuka kolaborasi dengan Pertamina menyediakan SPLU atau pun fast charging di SPBU,” kata dia.

PLN juga siap memberikan fasilitas insentif berupa potongan tarif listrik saat masyarakat melakukan pengisian kendaraan listrik pada malam hari. Pasalnya, beban kondisi kelistrikan kalau malam hari mengalami penurunan. “Nanti kita bisa berikan insentif, kalau nge-charge-nya malam hari saat pulang kantor. Katakanlah mulai jam sepuluh malam sampai jam empat pagi nanti tarifnya bisa kita kasih murah,” ujarnya.

Haryanto memastikan jika pengembangan mobil listrik bergulir tentu pertumbuhan kebutuhan listrik PLN dapat meningkat.krs

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tenang, Resesi Indonesia Bisa Tak Separah Negara Lain Asalkan…
apahabar.com

Ekbis

Tsunami Selat Sunda: Pertamina Siapkan Jalur Alternatif Salurkan BBM-LPG ke Lampung
apahabar.com

Ekbis

Terkerek Bursa Global, IHSG Berpotensi Menguat
apahabar.com

Ekbis

HIPO Buka Peluang Bisnis untuk Pengusaha Online Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Melemah Tipis, Rupiah Rabu Pagi Jadi 14.768
apahabar.com

Ekbis

Dilantik MA, Doni Joewono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Beraksi Lagi, Giliran Direktur Antam Kena Depak
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Pastikan Kenyamanan Momen Ramadan dan Idul Fitri 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com