Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Kendaraan Listrik Tunggu Perpres

- Apahabar.com Kamis, 15 November 2018 - 12:50 WIB

Kendaraan Listrik Tunggu Perpres

Sumber : Liputan6.com

apahabar.com, BANJARMASIN–PT PLN (Persero) masih menunggu penerbitan peraturan presiden (perpres) sebagai payung hukum kebijakan pengembangan kendaraan listrik nasional. Rencananya perpres tersebut diterbitkan tahun ini.

“Kalau orang mau mengembangkan kendaraan listrik harus menunggu perpres. Kami ingin secepatnya perpres diterbitkan supaya kita bisa mempersiapkan diri. Ada kemungkinan tahun ini,” ujar Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat, Haryanto WS, di sela acara Pameran Kelistrikan dan Penghargaan Indonesia Best Electricity Award (IBEA) di Jakarta kemarin.

Menurut dia sebagaimana dilansir koransindo.com, perpres kendaraan listrik penting sebagai landasan hukum untuk pengembangan listrik di dalam negeri. Pasalnya, PLN harus memperhitungkan pasokan hingga pembangunan infrastruktur seperti stasiun penyedia listrik umum (SPLU) ataupun infrastruktur pengisian listrik cepat (fast charging ) secara nasional.

“Kalau dari sisi pasokan kami sangat siap. Infrastruktur PLN juga siap, tinggal fast charging saja. Kalau fast charging bisa dilakukan di mana saja,” kata dia.

Menurut Haryanto, fast charging bisa dilakukan di rumah dan perkantoran. Bahkan PLN juga sudah menyediakan SPLU khususnya di DKI Jakarta untuk mengakomodasi para pedagang kaki lima dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tak berhenti di situ, untuk mengakomodasi penggunaan kendaraan listrik, kata dia, penyediaan fast charging juga bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero). Nantinya PLN bisa bersinergi dengan Pertamina untuk menyediakan fast charging di SPBU.

“Kita akan menambah fasilitas charging-charging di tempat umum seperti bisa dilakukan di tempat parkir. Kita juga terbuka kolaborasi dengan Pertamina menyediakan SPLU atau pun fast charging di SPBU,” kata dia.

PLN juga siap memberikan fasilitas insentif berupa potongan tarif listrik saat masyarakat melakukan pengisian kendaraan listrik pada malam hari. Pasalnya, beban kondisi kelistrikan kalau malam hari mengalami penurunan. “Nanti kita bisa berikan insentif, kalau nge-charge-nya malam hari saat pulang kantor. Katakanlah mulai jam sepuluh malam sampai jam empat pagi nanti tarifnya bisa kita kasih murah,” ujarnya.

Haryanto memastikan jika pengembangan mobil listrik bergulir tentu pertumbuhan kebutuhan listrik PLN dapat meningkat.krs

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Sepanjang Januari, Pertamina Sudah Skorsing Dua Agen ‘Nakal’ di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Pastikan Premium dan Solar Tak Naik
apahabar.com

Ekbis

Emas Menguat Pasca Donald Trump Tawarkan Stimulus Lawan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Sopir di Banjarmasin Setop Logistik ke Palangka Raya, Ada Apa?
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Pecah Rekor Baru Jadi Rp 809.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Pagi Ini, Harga Emas Melambung Lagi
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Dorong Pengembangan Produk Halal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com