Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap Serahkan Belasan Tuntutan, SP KEP Kawal DPRD Tabalong Sampai ke Jakarta Balita Mandi Air Comberan, PDAM Bandarmasih Dipanggil Dewan

Kiat Komunitas Basnas Kalsel, Sulap Sampah Kampus Menjadi Uang

and - Apahabar.com     Senin, 19 November 2018 - 12:29 WITA
and - Apahabar.com     Senin, 19 November 2018 - 12:29 WITA

Kiat Komunitas Basnas Kalsel, Sulap Sampah Kampus Menjadi Uang

ILUSTRASI: Kampus menjadi salah satu penyumbang sampah anorganik atau kertas. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle diperlukan sebagai solusi pengelolaan sampah di sana. Tampak pemilahan sampah di Bank Sampah Mapala Cadas.com, STT Migas Balikpapan oleh mahasiswa. Dok.Pribadi

apahabar.com, BANJARMASIN– Sampah menjadi masalah klasik yang kerap ditemui di mana saja. Tingginya volume sampah, baik organik maupun anorganik di Provinsi Kalimantan Selatan, coba disiasati oleh sebuah komunitas bisnis.

Mereka bertekad  mengubah sampah menjadi pundi pundi pemasukan. Ialah Badan Amal Sampah Nasional (Basnas) Kalsel yang bergerak di sektor penyelamatan lingkungan hidup, memberikan atensi lebih terhadap permasalahan tersebut.

Basnas diketahui merupakan komunitas bisnis di bidang lingkungan hidup dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat. “Sekitar 2,5 persen penghasilan dari komunitas bisnis tersebut akan disumbangkan kepada kaum duafa dan panti asuhan,” ujar Mahasiswi FMIFA ULM ini, Senin (19/11) kepada apahabar.com.

Baca: Menyelisik Dugaan Korupsi Retribusi Parkir di Pasar Ulin Raya

Selama ini sampah organik dan anorganik yang terdapat di Kalsel masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah. Oleh sebab itu, pihaknya berencana akan menjadikan sampah organik yang terdapat di pasar tradisional dan kawasan lainnya sebagai pupuk kompos dan biogas.

Sedangkan untuk sampah anorganik akan dijadikan industri kreatif yang bisa menghasilkan rupiah. Demi mencapai tujuan itu, pihaknya akan merangkul petugas kebersihan dalam mengelola sampah organik yang terdapat di pasar tradisional.

Sebab, masyarakat masih belum banyak yang menyadari bahwa sampah organik mempunyai manfaat yang luar biasa. “Kalau sampah organik seperti halnya, sisa-sisa potongan sayur dan potongan ayam,” ujarnya.

Ridha menegaskan pihaknya siap membeli kertas bekas yang tidak terpakai lagi dengan menjadikan mahasiswa sebagai objek utama. Menurutnya, ranah pendidikan khususnya kampus merupakan penyumbang sampah kertas yang jumlahnya relatif banyak di Kalimantan Selatan.

“Daripada dibakar, lebih baik ditukarkan ke komunitas kami. Sembari beramal 2,5 persen untuk saudara kita yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa untuk harga beli kertas HVS Rp.1.300/kg, kertas buku Rp. 1.300/kg, kertas buram Rp. 500/kg, koran Rp.2.000/kg dan kardus 1.000/kg.

Pamflet Basnas Kalsel.

Bahkan pihaknya bersedia menjemput langsung ke rumah pihak masyarakat yang ingin menjual atau menyumbangkan kertas bekasnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Video Pemotor Ketiban Pagar Rumah Temannya Sendiri Viral, Nyaris Ketusuk!
Pembunuhan Balikpapan

Tak Berkategori

Mengintip Lokasi Pembunuhan Sadis Guru Oleh Oknum TNI di Balikpapan 

Tak Berkategori

Ikuti Pelemahan Bursa Regional dan Global, IHSG Akhir Pekan Terkoreksi
Balikpapan

Tak Berkategori

Duh, Wali Kota Balikpapan Terpilih Dipolisikan Terkait Dugaan Ijazah Palsu
apahabar.com

Tak Berkategori

Tim Dalmas Polres Tapin Simulasi Sispam Kota Pemilu 2019
apahabar.com

Tak Berkategori

Bisnis Kedai Kopi di Kota Kuala Kapuas Kalteng Kian Menjamur

Tak Berkategori

Pamornya Memudar, Cek Harga Terbaru Brompton Saat Ini
apahabar.com

Tak Berkategori

Siap-Siap, Kaltara Buka Pemagangan Ratusan Calon Naker
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com