Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Peserta BSAF Bali Terpukau, Majalengka Iri

- Apahabar.com Kamis, 15 November 2018 - 19:20 WIB

Peserta BSAF Bali Terpukau, Majalengka Iri

TERPUKAU: Peserta South Borneo Art Festival 2018 asal Provinsi Bali, Ari dan Indra dengan latar hutan yang masih asri di Desa Kiram. Apahabar/Zay

apahabar.com BANJAR– Beragam kesan positif diutarakan umumnya dari peserta seusai pergelaran South Borneo Art Festival 2018 di di Desa Kiram Karang Intan, Kabupaten Banjar. Dua peserta asal Provinsi Bali, Ari dan Indra mengaku terpukau dengan keindahan alamnya

“Kiram ini alamnya indah. Tak kalah dengan tempat wisata di Bali,” ungkap Mahasiwa Undhika Bali, Ari, sore tadi.

BSAF 2018 ini, kata dia, cukup keren. Penyelenggara dianggap mampu mendatangkan para seniman lain, tak hanya di Kalimantan Selatan, melainkan Indonesia, menjadi nilai lebih lainnya.

“Kami juga terkesan dengan tempat dan penyelenggaraannya,” sambung Ari. Kiram, menurut Indra, rekan Ari, menambahkan, cukup unik karena berada di tempat wisata di Desa Kiram.

Mereka juga terpukau dengan keindahan alam di Desa Kiram ini. “Walau pun di Bali juga banyak tempat pariwisata yang tidak kalah indah,” jelasnya. “Tempatnya bagus, ada gunung, lembah dan hutan [serupa d Bali]. Udaranya masih sejuk. Alami.” sambungnya.

Ia sangat berharap semoga BSAF ke depan semakin sukses, dan mampu mengulang penyelenggaran serupa di Kiram.

Dengan kehadiran para seniman nasional dari berbagai daerah di Indonesia, menurut Indra, berpotensi memperkenalkan Kalimantan Selatan di level nasional.

“Kami juga berharap di tahun-tahun ke depan BSAF semakin ramai,” ujarnya. Ia mengaku berharap sekali diundang kembali dalam gelaran ini.

Sementara, peserta dari Indramayu Jawa Barat Ling Sayuti, iri melihat soliditas panitia penyelenggara. Ia menilai konsep dan pelaksanaan acara sudah berjalan cukup maksimal.

“Konsep lokasi perhelatannya yang menarik, berada di outdoor di tengah alam pegunungan yang indah,” kesannya.

Venue dan panggung yang ditampilkan cukup artistik, kata dia, akan coba diterapkan sepulang ke Indramayu. “Konsep ini yang akan saya bawa ke Indramayu,” ungkapnya.

Adapun, gelaran South Borneo Art Festival (BSAF) 2018, di Desa Kiram Karang Intan Kabupaten Banjar dinilai cukup memukau. Pasalnya, tak hanya penonton lokal saja yang mengakui hal itu. Umumnya mereka mengakui BSAF 2018 ini sangat berkesan. Baik dari segi penampilan. Juga tempat penyelenggaraan, yakni di alam bebas alias outdoor.

Reporter: Zepi Al Ayubi

Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

10 Jamaah Haji yang Dirawat Segera Dipulangkan Pekan Ini
apahabar.com

Nasional

BKSDA Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya dari Lilitan Ban
buku pelajaran

Nasional

Buku Pelajaran SD Sebut Pak Ganjar Tak Salat, Gubernur Jateng: Mungkin Kritikan
apahabar.com

Nasional

Soal Video Bullying Siswi SMA, Kementerian PPPA Lakukan Koordinasi Penanganan Daerah
apahabar.com

Nasional

Pekerjaan Jalan Tol Japek II Dilanjutkan
Edhy Prabowo

Nasional

Edhy Prabowo Diduga Gunakan Uang Suap untuk Modifikasi Mobil
apahabar.com

Nasional

Jokowi Pastikan Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Nama Tanbu Disebut?
apahabar

Nasional

KH Ma’ruf Amin dan Kiprahnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com