Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Peserta BSAF Bali Terpukau, Majalengka Iri

- Apahabar.com Kamis, 15 November 2018 - 19:20 WIB

Peserta BSAF Bali Terpukau, Majalengka Iri

TERPUKAU: Peserta South Borneo Art Festival 2018 asal Provinsi Bali, Ari dan Indra dengan latar hutan yang masih asri di Desa Kiram. Apahabar/Zay

apahabar.com BANJAR– Beragam kesan positif diutarakan umumnya dari peserta seusai pergelaran South Borneo Art Festival 2018 di di Desa Kiram Karang Intan, Kabupaten Banjar. Dua peserta asal Provinsi Bali, Ari dan Indra mengaku terpukau dengan keindahan alamnya

“Kiram ini alamnya indah. Tak kalah dengan tempat wisata di Bali,” ungkap Mahasiwa Undhika Bali, Ari, sore tadi.

BSAF 2018 ini, kata dia, cukup keren. Penyelenggara dianggap mampu mendatangkan para seniman lain, tak hanya di Kalimantan Selatan, melainkan Indonesia, menjadi nilai lebih lainnya.

“Kami juga terkesan dengan tempat dan penyelenggaraannya,” sambung Ari. Kiram, menurut Indra, rekan Ari, menambahkan, cukup unik karena berada di tempat wisata di Desa Kiram.

Mereka juga terpukau dengan keindahan alam di Desa Kiram ini. “Walau pun di Bali juga banyak tempat pariwisata yang tidak kalah indah,” jelasnya. “Tempatnya bagus, ada gunung, lembah dan hutan [serupa d Bali]. Udaranya masih sejuk. Alami.” sambungnya.

Ia sangat berharap semoga BSAF ke depan semakin sukses, dan mampu mengulang penyelenggaran serupa di Kiram.

Dengan kehadiran para seniman nasional dari berbagai daerah di Indonesia, menurut Indra, berpotensi memperkenalkan Kalimantan Selatan di level nasional.

“Kami juga berharap di tahun-tahun ke depan BSAF semakin ramai,” ujarnya. Ia mengaku berharap sekali diundang kembali dalam gelaran ini.

Sementara, peserta dari Indramayu Jawa Barat Ling Sayuti, iri melihat soliditas panitia penyelenggara. Ia menilai konsep dan pelaksanaan acara sudah berjalan cukup maksimal.

“Konsep lokasi perhelatannya yang menarik, berada di outdoor di tengah alam pegunungan yang indah,” kesannya.

Venue dan panggung yang ditampilkan cukup artistik, kata dia, akan coba diterapkan sepulang ke Indramayu. “Konsep ini yang akan saya bawa ke Indramayu,” ungkapnya.

Adapun, gelaran South Borneo Art Festival (BSAF) 2018, di Desa Kiram Karang Intan Kabupaten Banjar dinilai cukup memukau. Pasalnya, tak hanya penonton lokal saja yang mengakui hal itu. Umumnya mereka mengakui BSAF 2018 ini sangat berkesan. Baik dari segi penampilan. Juga tempat penyelenggaraan, yakni di alam bebas alias outdoor.

Reporter: Zepi Al Ayubi

Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tiba di Juanda, Peti Jenazah Gus Sholah Diangkat 4 Pejabat Utama Forkopimda Jatim
apahabar.com

Nasional

KPU Rekapitulasi Suara Nasional 5 Provinsi
apahabar.com

Nasional

Inisiatif Indonesia Kembali Sukses Gelar Asian Festival di Bulgaria
apahabar.com

Nasional

Soal Video Bullying Siswi SMA, Kementerian PPPA Lakukan Koordinasi Penanganan Daerah
apahabar.com

Nasional

Viral Pria Tawaf Sendirian di Kakbah, Mimpi 20 Tahun yang Jadi Kenyataan
apahabar.com

Nasional

Keluarga Pinta Jenazah Bomber Polrestabes Medan, Kapolda: Dikembalikan Sesuai Mekanisme Teroris
apahabar.com

Nasional

Erick Tohir Copot Direkrut Logistik Pertamina
apahabar.com

Nasional

Kebakaran Lahan di Aceh Meluas Hingga 52 Hektare
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com