Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya Jumatan Perdana di Banjar, 4 Masjid Dijaga Ketat TNI-Polri PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon? Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin Keseringan di Lapangan, Dua ASN di Banjarmasin Positif Covid-19




Home Borneo

Rabu, 21 November 2018 - 15:50 WIB

Komnas HAM Minta Usut Tuntas Penyiraman Air Keras Pejabat Kemenkumham Kalsel

nazmudin - Apahabar.com

Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Hairiansyah berikan penjelasan Undang Undang. (apahabar.com/baha)

Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Hairiansyah berikan penjelasan Undang Undang. (apahabar.com/baha)

apahabar.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Hairiansyah meminta aparat kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Asep Syarifuddin, Selasa (20/11/2018) malam.

Apalagi peristiwa itu menyangkut seorang petugas penyelenggara di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM (Kemenkumham) Kalsel.

“Kepolisian perlu penyelidikan peristiwa ini lebih lanjut, apakah ada kaitannya dengan tugas dan jabatan Asep,” terangnya, Rabu (21/11/2018).

Ditambahkannya, kecepatan pengusutan kasus penyiraman dengan korban yang merupakan pejabat Kanwil Kemenkumham Kalsel ini, agar tidak menimbulkan keresahan pada masyarakat Kalsel.

Baca juga :  Jadi Kurir Sabu, Kakek Terancam Mendekam Lama di Penjara

Baca juga : Kemenkumham Kalsel Tunggul Hasil Pemerikasaan Dokter

Menurutnya, apapun motif pelaku kejadian ini jelas kejahatan kemanusiaan. Karena tindakan tersebut jelas bertentangan dengan HAM terutama hak hidup dan hak rasa aman sebagaimana diatur dalam UU 39 Tahun 99 tentang HAM.

Dalam UU ini di pasal 9 menerangkan setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup, dan hak atas rasa aman.

Sedangkan di Pasal 29 menjelaskan setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan hak miliknya.

Baca juga :  Hari Santri Nasional: Lapas Amuntai Bakal Jadi Percontohan

“Di pasal 30 dan pasal 33 juga menjelaskan hak manusia tentang rasa aman,” ucapnya mantan KPU Kalsel.

Disana, menjelaskan setiap orang berhak atas rasa aman dan tenteram serta perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.

Serta setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan, penghukuman, atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan derajat dan martabat kemanusiaannya.

Reporter : Bahaudin Qusairi

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Borneo

Oknum Guru Terjaring Razia Satpol PP di Homestay Filips Banjarmasin
apahabar.com

Borneo

Jasad Mr X di Sungai Tabuk, Sekujur Tubuh Ditemukan Bercak Darah

Borneo

Akhir November Aruh Film Kalimantan 2018 Dihelat
apahabar.com

Borneo

Jasad Tanpa Kepala Terindikasi Korban Pembunuhan
apahabar.com

Borneo

Baayun Maulid Tradisi Meninabobokan Anak dengan Shalawat
radarbogor

Borneo

Soal Kartu Nikah, Begini Tanggapan MUI Kalsel
apahabar.com

Borneo

Nekat Simpan Sabu, Mahasiswa Terjaring Razia di Banjarmasin Timur
apahabar.com

Borneo

Mayat Tanpa Kepala di Sungai Tabuk, Polisi Amankan Sebilah Golok