Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Lampu Padam, Sidang Kasus Penggelapan Rp 1,8 M pun Gelap-gelapan

and - Apahabar.com Rabu, 14 November 2018 - 22:05 WIB
and - Apahabar.com Rabu, 14 November 2018 - 22:05 WIB

Lampu Padam, Sidang Kasus Penggelapan Rp 1,8 M pun Gelap-gelapan

Adi Setyo Nugroho dan Ahmad Turidian Syahrani duduk di bangku panas Pengadilan Tinggi Negeri Banjarmasin. Apahabar.com/Baha

apahabar.com, BANJARMASIN– Lampu mendadak padam saat sidang kasus penggelapan barang milik PT Semen Indonesia Logistik senilai Rp 1,8 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin dengan dua terdakwa Adi Setyo Nugroho dan Ahmad Turidian Syahrani, Rabu (14/11/2018) sore.

“Mohon maaf, karena mati lampu sidang tetap kita gelar. Karena kita tak tahu sampai kapan lampu hidup,” kata majelis hakim di tengah sidang berlangsung.

Sidang yang mengagendakan pembacaan putusan majelis hakim ini pun tampak beda. Saat sidang berlangsung, lampu di ruangan lantai satu ruang Kartika mati.

Tak ayal, suasana gelap pun menyelimuti ruang sidang. Kendati demikian, Ketua Majelis Hakim Rosmawati tetap melanjutkan sidang.

Majelis hakim pun terpaksa menerangi berkas vonis yang mereka bacakan menggunakan cahaya ponsel.

Hakim Rosmawati meminta persetujuan jaksa dan terdakwa untuk hanya membacakan poin-poin penting vonis saja.

Tak cukup di situ, meski sudah mendapat penerangan, suasana di dalam sidang masih kurang mengenakkan.

Terasa sangat pengap, lantaran pendingin ruangan tak berfungsi akibat mati lampu. Sejumlah pengunjung dan peserta sidang pun sibuk berkipas-kipas.

Pembacaan putusan tanpa penerangan listrik tersebut, akhirnya menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara terhadap terdakwa Adi Setyo Nugroho.

Sedangkan kepada terdakwa Ahmad Turidian Syahrani, majelis hakim menjatuhkan pidana selama 3 tahun 6 bulan.

Oleh hakim, kedua terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan pidana penggelapan barang milik PT Semen Indonesia Logistik senilai Rp. 1,8 miliar.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana penggelapan barang dan laporan fiktif di PT. Semen Indonesia Logistik,” ujar Ketua Majelis Hakim.

Reporter : Bahaudin Qusairi

EditorL: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Borneo

Baayun Maulid Tradisi Meninabobokan Anak dengan Shalawat
apahabar.com

Borneo

Diacuhkan Sang Istri, Murjani Nekat Coba Bunuh Diri
apahabar.com

Borneo

Penyaluran Bansos Rastra 2018 di Kalsel, Bulog: Hampir Tuntas

Borneo

APBD Murni 2019 Naik 3,97 Persen, Gubernur: Pembangunan akan Berjalan Sesuai Rencana

Borneo

Mengintip Perayaan Maulid di Banua, Baayun Tradisi Turun-menurun
apahabar.com

Borneo

Jasad Tanpa Kepala Terindikasi Korban Pembunuhan

Borneo

Kandidat Calon Wabup HST Sampurna: Saya Siap 
apahabar.com

Borneo

Tertimpa Kontainer, Avanza Ringsek… Begini Kejadiannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com