Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah

LGBT Kalah Referendum, Taiwan Tolak Pernikahan Sesama Jenis

and - Apahabar.com Minggu, 25 November 2018 - 18:35 WIB
and - Apahabar.com Minggu, 25 November 2018 - 18:35 WIB

LGBT Kalah Referendum, Taiwan Tolak Pernikahan Sesama Jenis

Warga Taiwan menolak perkawinan sesama jenis di negaranya. Foto: AP photo

apahabar.com, TAIPEI – Mayoritas warga Taiwan akhirnya menolak adanya perkawinan sesama jenis. Penolakan ini merupakan hasil dari referendum yang diadakan di negara tersebut yang diumumkan Sabtu malam (24/11/2018) waktu setempat.

Hasil referendum tersebut juga kembali menegaskan undang-undang yang mendefinisikan pernikahan sebagai persatuan antara laki-laki dan perempuan dalam KUH Perdata Taiwan, harus tetap dan tidak berubah.

Dengan hasil referendum itu, maka upaya para pendukung gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) untuk menggoalkan perkawinan sesama jenis di Taiwan, gagal.

Seperti dilansir BBC (Minggu 25/11/2018), hasil referendum mengenai pernikahan sesama jenis menunjukkan bahwa mayoritas warga Taiwan mendukung kelompok pro-keluarga yang konservatif.

Referendum tentang apakah pernikahan harus diakui hanya sebagai “persatuan antara satu pria dan seorang wanita” dalam KUH Perdata Taiwan memenangkan lebih dari tujuh juta suara. Sedangkan kelompok LGBT yang mendukung pernikahan sesama jenis mengantongi sekitar tiga juta suara.

Baca juga: Tega, Ayah Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil Lima Bulan

Untuk diketahui, pengadilan tinggi Taiwan melegalkan pernikahan sesama jenis pada Mei 2017. Taiwan menjadi negara pertama di Asia yang mengambil langkah tersebut.

Pengadilan memberikan waktu dua tahun bagi parlemen untuk mengubah undang-undang atau mengesahkan undang-undang baru. Namun pemerintah Taiwan merangkul oposisi dari kelompok konservatif dan menggelar referendum terkait hal tersebut.

Belum jelas apakah hasil referendum kemarin akan mempengaruhi legislasi atau keputusan pengadilan tersebut.

Pemerintah sebelumnya mengatakan referendum hari Sabtu tidak akan mempengaruhi itu dan akan membawa perubahan yang diperlukan oleh putusan pengadilan.

Kekalahan aktifis LGBT tersebut, juga berdampak pada situasi politik di Taiwan. Setelah kalah suara dalam referendum, Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen mengundurkan diri sebagai pemimpin partai berkuasa yaitu Democratic Progresif Party (DPP).

Editor : Budi Ismanto

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Penuh Batu Permata, Bumi Super Baru Ditemukan Ilmuwan Eropa
apahabar.com

Global

Dianggap Bocorkan Rahasia Militer, Surat Kabar Nigeria Digerebek Tentara
apahabar.com

Global

Akhirnya, Warga Kuba Bisa Akses Internet dari Ponsel Mereka
apahabar.com

Global

Australia Seharusnya Tak Akui Yerusalem Barat
apahabar.com

Global

Pemerintah Cina Bayar Pelapor Konten Illegal Hingga Rp 1,2 Miliar
apahabar.com

Global

Indonesia dan Australia Perpanjang Kerjasama Penanggulangan Terorisme
apahabar.com

Global

Erdogan Sampaikan Belasungkawa Korban Tsunami Banten-Lampung
apahabar.com

Global

Wow! Raup Penghasilan Rp 314 M, Bocah 7 Tahun Jadi YouTuber Terkaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com