Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Lonjakan Harta Remigo Yolando Berutu, Bupati yang Terjaring OTT KPK

and - Apahabar.com Minggu, 18 November 2018 - 17:52 WIB
and - Apahabar.com Minggu, 18 November 2018 - 17:52 WIB

Lonjakan Harta Remigo Yolando Berutu, Bupati yang Terjaring OTT KPK

Sumber foto video detik.

apahabar.com, JAKARTA – Harta kekayaan politikus Demokrat, Remigo Yolando Berutu, yang terjaring operasi tangkap tangan atau OTT KPK melonjak drastis.

Bila mencermati data Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang diterbitkan KPK pada 2014, terhadap Bupati Pakpak Bharat itu, barang tentu publik akan menaruh curiga.

Seperti yang dikutip dari LHKPN KPK oleh jejaring.id, LHKPN Remigo, pada 2010, menunjukkan kekayaannya hanya Rp2.264.070.000.

Empat tahun berselang, kekayaannya melonjak menjadi Rp15.939.793.307. Remigo menuliskan di LHKPN 2014, harta tidak bergeraknya bertambah, yakni tanah di Jakarta Selatan, dari hasil sendiri Rp600 juta.

Bangunan di Jakarta Pusat (hasil sendiri) Rp478.897.650, tanah di Medan (hibah) Rp1.253.000.000, tanah di Deliserdang (hibah) Rp1,5M.

Kemudian, tanah di Deliserdang (hibah) Rp3,5M, tanah di Deliserdang (hibah) Rp6M, tanah di Medan (hasil sendiri) Rp5 juta dan tanah di Simalungun (hasil sendiri) Rp924.150.000. Tercatat, juga ada penambahan seperti logam mulia dan giro setara kas.

Baca Juga : Bupati yang Terjaring OTT KPK Miliki Kekayaan Rp 54 Miliar

Teranyar, LHKPN Remigo tertanggal 15 Juli 2015 lebih fantastis.Hartanya melonjak menjadi Rp157.115.905.584. Dalam LHKPN itu, Remigo menginvestasikan harta kekayaannya dalam bentuk tanah yang ia beli dalam kurun waktu 2011 dan 2015 berlokasi di Pakpak Bharat. Bila ditotal jumlahnya mencapai Rp308.000.000.

Berbeda dengan warisan keluarga, menurutnya, itu diperoleh olehnya dari hasil sendiri.
Kemudian juga ada perubahan-perubahan seperti tanah dan bangunan dan warisan di Kota Medan yang menjadi Rp20.000.000.000.

Dan yang mencolok adalah perubahan atas tanah di Medan dan Simalungun (warisan) yang nilainya mencapai Rp100.000.000.000 dan perubahan atas tanah di Jakarta Selatan yang menjadi Rp10.000.000.000.

Diolah dari sumber
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hari Ini DPR Gelar Paripurna Sahkan 5 Pimpinan KPK
apahabar.com

Nasional

Heboh, Bayi asal Tanah Bumbu Ini Diberi Nama Jokowi Amin
apahabar.com

Nasional

Nikah Dini di Makassar Umumnya karena Hamil Duluan
apahabar.com

Nasional

Nadiem Resmi Terbitkan Kurikulum Darurat Pandemi Covid-19, Simak Isi Kepmennya
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin Dinilai Seperti ‘Ban Serep’ Jokowi, Jubir : Wapres Tak Ingin Ada Matahari Kembar
apahabar.com

Nasional

Pembunuh Calon Pengantin di Kandangan Terancam Hukuman Mati!
apahabar.com

Nasional

Najwa Shihab dan Cerita Kedekatannya dengan Dunia Literasi
apahabar.com

Nasional

Rais Aam PBNU Kunjungi Kalsel, Tinjau Kesiapan Muktamar NU?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com