Nekat, Preman di Pekapuran Todongkan Pisau ke Polisi Lagi, Polisi Kotabaru Endus Dugaan Korupsi Dana Desa Kemenpora Cetak 5 Ribu Pengusaha Muda, Hipmi Siap Berkolaborasi Resmi, Pekapuran Raya-Pemurus Dalam Zona Hitam Covid-19! H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19




Home Ceramah

Sabtu, 24 November 2018 - 09:47 WIB

Maksiat, Layaknya Menebar Duri di Jalan Sendiri

Redaksi - Apahabar.com

KH Abdullah Gymnastiar. Sumber : jitunews.com

KH Abdullah Gymnastiar. Sumber : jitunews.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Maksiat layaknya menebar duri di jalan sendiri. Jika hari ini menderita, introspeksi dan memperbaiki diri adalah jalan keluarnya.

Diterangkan, KH Abdullah Gymnastiar, sesungguhnya tiap satu kali melakukan maksiat, maka ketika itu juga kita sedang menaruh paku, duri, pecahan kaca, bayonet atau bambu runcing, persis di jalanan yang akan kita lalui. Dan kita pasti akan menginjaknya, tidak akan meleset.

“Jadi, semakin kita banyak maksiat, semakin banyak kita menebar ranjau berbahaya yang pasti akan mencelakai diri kita sendiri. Na’udzubillahi mindzalik!” kata Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhiid ini.

Karenanya, sambung Aa Gym –akrab ulama ini disapa-, jangan menyalahkan orang lain ketika merasakan penderitaan. Penderitaan tersebut datang pasti karena diundang oleh kezaliman diri sendiri. Namun terkadang kita lupa akan hal ini.

Baca juga :  Daging Kurban Bisa Jadi Haram Karena 3 Hal Ini

“Setiap kali merasakan penderitaan, kita sibuk mencari kambing hitam, sibuk menyalahkan orang lain dan berat mengakui kesalahan diri sendiri. Padahal dalam Alqur’an, Allah SWT mengingatkan jika keburukan yang dilakukan akan kembali pada kita.

Baca juga : Keramat Guru Rosyad, Vespa yang Tak Bisa Dipindah

Dengan demikian, langkah terbaik ketika merasa menderita adalah segera introspeksi diri dan bertobat. Jangan pernah merasa suci dari dosa karena manusia memang tempatnya salah dan khilaf.

“Boleh jadi ada dosa yang lupa kita tobati, atau boleh jadi ada orang lain yang terzalimi oleh kita tanpa kita sadari.”

Baca juga :  Daging Kurban Bisa Jadi Haram Karena 3 Hal Ini

Kemudian, sambung Aa Gym, iringi tobat dengan berbaik sangka kepada Allah SWT, bahwa setiap kemalangan yang menimpa itu tiada lain adalah bentuk kasih sayang-Nya kepada kita. Agar kita senantiasa ingat kepada-Nya, memohon perlindungan-Nya dan memperbaiki kualitas diri.

Saudaraku, ketika kita melakukan maksiat, tak ada satupun yang meleset untuk dicatat oleh malaikat. Setiap bagiannya akan diperhitungkan dan akan diberikan balasannya kepada kita.

“Marilah kita giatkan diri bertobat dengan sungguh-sungguh. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan memberikan kita kekuatan untuk istiqomah dalam ketaatan kepada-Nya,” tandas Aa Gym.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Ikhlas dan Kasih Sayang, Spirit Revolusi Mental Ala Rasulullah
apahabar.com

Ceramah

Masih Terngiang, Pesan Guru Zuhdi Soal Hakikat Lebaran Idul Fitri
apahabar.com

Ceramah

Isi Ceramah di Tanbu, Gus Miftah Cerita Deddy Corbuzier Masuk Islam
apahabar.com

Ceramah

Mendidik Anak; Ikhtiar Dijalankan, Doa Dipanjatkan
apahabar.com

Ceramah

Ibunda Rasulullah SAW Pernah Bermimpi akan Bahayanya Penyakit Hasad
apahabar.com

Ceramah

Bolehkah Berpuasa Tanpa Menjalankan Salat? Begini Tanggapan MUI Kalsel
apahabar.com

Ceramah

Soroti Tarawih Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, PBNU: Satgas yang Turun Tangan
Kewajiban Orang yang Menunda Qadha Puasa Hingga Ramadhan

Ceramah

Kewajiban Orang yang Menunda Qadha Puasa Hingga Ramadhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com