Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Mark Up Anggaran Rp2,4 M, Eks Komisioner KPU Banjar Dijadikan Tersangka

- Apahabar.com Senin, 26 November 2018 - 19:49 WIB

Mark Up Anggaran Rp2,4 M, Eks Komisioner KPU Banjar Dijadikan Tersangka

apahabar.com/ Foto: apc01

apahabar.com, BANJAR – Polda Kalsel menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjar, berinisial TN sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran KPU Banjar Kalimantan Selatan tahun 2014. TN diduga melakukan mark up dalam anggaran.

TN, selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) pengadaan 9 item dalam penyelenggara Pemilu 2014, diduga telah melakukan modus perbuatan melawan hukum dengan cara mark up dalam hal anggaran.

Baca: Ada Tersangka Lain dalam Gagalnya Konstruksi Jembatan Mandastana-Tanipah

Wakapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Polisi Drs Aneka Pristafuddin mengatakan, dalam perkara tersebut penyidik memeriksa beberapa saksi yang menyatakan tersangka TN terlibat langsung di dalam proses perencanaan anggaran dan pengelolaan anggaran keuangan KPU Banjar Kalimantan Selatan tahun anggaran 2014.

“Penyidik menerima laporan bahwa tersangka TN sudah P-21 atau lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan pada 22 November 2001, adapun modusnya yakni melakukan mark up atau kemahalan harga,” kata Aneka kepada apahabar.com, Senin (26/11).

Berdasarkan hasil audit yang dikeluarkan oleh BPKP pada pengawasan keuangan telah ditemukan kerugian negara dengan jumlah yang cukup besar.

“Kerugian negara sebesar Rp 2,4 miliar dari total Rp 23 miliar anggaran Pemilu 2014 yang berasal dari dana hibah,” ungkap Aneka.

Sembilan item yang mengalami mark up anggaran tersebut adalah bongkar pasang kotak dan bilik suara, sortir dan lipat surat suara, pengesetan formulir TPS-PPS-PPK, pengadaan kotak suara, pemeriksaan akhir kotak suara, pengamanan gudang logistik, penataan kelengkapan TPS.

“Serta mark up anggaran untuk bongkar muat logistik pemilihan legislatif, dan distribusi logistik pemilihan legislatif serta pemilihan presiden.”

Untuk mengelabui petugas, TN melakukan pencucian  uang hasil korupsinya tersebut dengan membeli unit mobil Daihatsu Xenia tahun 2001 warna silver metalik nopol DA 7353 TBA dan 2 unit mesin fotocopy merk Canon.

“Semua barang-barang tersebut sudah kita sita. TN sengaja membuka usaha sampingan Fotocopy dan percetakan dari uang hasil Mark Up.”

Akibat perbuatan TN, penyidik Polda Kalsel mengenakan Pasal 2 ayat 1, Jo pasal 3 Undang–Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ke-1 KUHP.

Reporter: apc01

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Karo Binkar SSDM Polri Sambangi Kemenpora, Ada Apa?
apahabar.com

Nasional

Imbas Kenaikan Harga Rokok, PHK Massal Mengancam

Nasional

Wuhan Seperti Kota Mati, Berikut Foto-foto Jalanan yang Kini Sepi
apahabar.com

Nasional

Rhenald Prihatin Banyak Opini Miring Terkait Freeport
apahabar.com

Nasional

Setelah Kiai Ma’ruf, Jokowi Jenguk Ustaz Arifin Ilham
apahabar.com

Nasional

Istri RMN Diduga Rencanakan Aksi Teror di Bali
apahabar.com

Nasional

KBRI Beijing Pulangkan 40 Korban Kasus Pengantin Pesanan
apahabar.com

Nasional

Survei AJI, Upah Layak Jurnalis Ibu Kota Rp 8,7 juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com