Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Memelihara Kucing Kampung Bukan ‘Kampungan’

and - Apahabar.com     Jumat, 16 November 2018 - 18:22 WITA
and - Apahabar.com     Jumat, 16 November 2018 - 18:22 WITA

Memelihara Kucing Kampung  Bukan ‘Kampungan’

kucing kampung tidak kampungan

apahabar.com, BANJARMASIN – Saat ini semakin banyak orang memiliki hewan peliharaan di rumah. Salah satu hewan peliharaan yang paling banyak digemari adalah kucing. Karena kucing adalah hewan jinak dan konon menggemaskan.

Jika dulu, masyarakat Indonesia memelihara kucing, maka kucing yang dimaksud adalah kucing lokal. Ketika ras kucing impor masuk ke negeri kita, seperti persia, himalaya, anggora, maine coon, bengal, hingga british shorthair, maka munculah istilah kucing kampung untuk jenis kucing lokal ini. Jelasnya, penyebutan istilah kucing kampung ini hanya untuk membedakannya dengan ras kucing impor.

Ada pendapat bahwa, ras kucing impor lebih cantik, menggemaskan, lucu, penurut, dan mudah memeliharanya, dibanding kucing kampung. Bahkan dalam perkembangannya kini, memelihara kucing impor dikaitkan dengan status sosial seseorang.

Memelihara kucing impor jelas memerlukan biaya tinggi, bukan saja makanannya, tapi juga perawatan kesehatan, kecantikan dan fasilitas lainnya. Apalagi jika si kucing impor bakal diikutkan untuk kontes-kontes kucing yang semakin banyak digelar di Indonesia.

Lantas, bagaimana dengan nasib kucing kampung ? Apakah memelihara kucing kampung semahal kucing impor ? Dan benarkah memelihara kucing kampung lebih sulit dibanding ras kucing impor ?

Pada dasarnya cara memelihara kucing kampung sama saja dengan memelihara kucing impor. Semua tergantung bagaimana memperlakukan hewan peliharaan kita. Mulai dari perhatian, perawatan, kasih sayang, hingga pemberian fasilitasnya.

Kemudian, apakah dengan memelihara kucing kampung kita jadi “ kampungan “ atau ketinggalan zaman ? Tentu saja tidak.

Memelihara kucing kampung tidak otomatis menentukan status sosial seseorang. Karena memang memelihara hewan tidak ada kaitannya dengan status sosial atau ekonomi.

Jadi memelihara kucing kampung tidaklah “kampungan”. Yang penting bagaimana kita memperlakukan kucing kampung sebagai hewan peliharaan yang juga bisa keren dan menyenangkan.

 

Editor : Budi Ismanto

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Komunitas Jejak Mahluk Astral Mendalami Dunia Spiritual
Facebook

Gaya

Facebook Hapus 22,1 Juta Konten Ujaran Kebencian
apahabar.com

Gaya

Perdana, Realme Rilis Jam Tangan Pintar
apahabar.com

Gaya

Mengintip Kiat Sukses Budidaya Stroberi California Milik Pelaut asal Toraja di Banjarbaru
apahabar.com

Gaya

Menyimak Penerapan Kuliah Daring di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Gaya

No Surti No Party, Suzuki Thunder 250cc Banjarmasin Modif Bobber
apahabar.com

Gaya

Pandemi, Penjualan Ponsel Dunia Turun 20 Persen
apahabar.com

Gaya

Tahun Kedua Pekan Raya Tabalong, Target Transaksi Rp5 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com