Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Mendidik Anak; Ikhtiar Dijalankan, Doa Dipanjatkan

- Apahabar.com Kamis, 29 November 2018 - 09:31 WIB

Mendidik Anak; Ikhtiar Dijalankan, Doa Dipanjatkan

KH Ahmad Zuhdiannoor. Foto-ije7.blogspot.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam mendidik anak, ketegasan memang perlu. Namun jangan sampai melampaui peran kebijakan. Zaman telah berubah, pola pendidikan pun dituntut berbenah.

Diterangkan KH Ahmad Zuhdiannoor, dalam mendidik anak kita perlu ketegasan dan kebijakan. Kedua ‘alat’ ini diterapkan sesuai situasi dan kondisi. Jika anak akan membangkang, maka perlu ketegasan. Tentu saja ketegasan yang tidak berakibat fatal.

“Anak yang sudah cukup umur, ketika tidak mau disuruh shalat, maka boleh dipukul. Namun, tentu saja pukulan yang tidak menyakiti (berlebihan, red),” ujar Guru Zuhdi –akrab ulama ini di sapa- di Majelis Taklim yang bertempat di Mushalla Darul Iman, Komplek Pondok Indah Teluk dalam, Rabu (28/11) malam.

Lebih lanjut Guru Zuhdi menjelaskan, orangtua harus tahu, menyuruh anak shalat agar anak patuh pada aturan Tuhan, bukan patuh pada aturan dia.

Sehingga, jika anak tidak patuh dengan perintahnya. Dia tidak marah, sakit hati, apalagi memarahi si anak dengan ucapan yang kotor. Karena dia sadar betul, usahanya untuk mendidik anak bukan untuk patuh kepadanya.

Baca juga : Ucapan Orang-Orang Shaleh Menjelang Kewafatan Mereka

“Jika belum patuh pada aturan Tuhan (dalam hal ini shalat), maafkan mereka, ridhai mereka. Bangun tengah malam, doakan mereka: Ampuni mereka ya Allah,” terang Guru Zuhdi.

Apabila orangtua tahu dasar usahanya, yakni untuk mendidik anak patuh pada aturan Tuhan, maka ketika anak patuh, dia tidak merasa sombong. Dan sebaliknya, apabila si anak tidak patuh dia tidak sakit hati. Namun tentu saja ikhtiar terus dijalankan, dan doa terus dipanjatkan.

Hal yang serupa juga diterapkan ketika memberi nasehat kepada orang lain yang berbuat salah (menyalahi aturan Tuhan). Apabila mereka patuh, bukan karena hebatnya si penasehat, melainkan karena pertolongan Allah. Jika tidak patuh, maafkan mereka, dan mohonkan ampun kepada mereka karena telah melanggar perintah Allah.

“Mudah-mudahan, mudah-mudahan (bisa mengamalkan, red),” harap Guru Zuhdi yang juga dikenal dengan sebutan “Abah Haji”. Wallahu ’alam.

Baca juga : Tuan Guru Husin Ali Dan Kebiasaannya Membasuh Uang

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Masih Terngiang, Pesan Guru Zuhdi Soal Hakikat Lebaran Idul Fitri
apahabar.com

Ceramah

Kemanfaatan Ilmu Terlihat Ketika Menghias Pemakainya
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi; Adanya Alam Bukti Adanya Tuhan
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Allah SWT Tidak Serupa Makhluk
apahabar.com

Ceramah

Gus Baha Ungkap Keistimewaan Ayat Kursi
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Setiap Perbuatan Makhluk Menunjuk Af’al Allah SWT
apahabar.com

Ceramah

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim
apahabar.com

Ceramah

Cara Mudah Meyakini Isra Mikraj, Begini Penjelasan Syekh Mutawalli Asy Sya’rawi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com