Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Mendidik Anak; Ikhtiar Dijalankan, Doa Dipanjatkan

- Apahabar.com Kamis, 29 November 2018 - 09:31 WIB

Mendidik Anak; Ikhtiar Dijalankan, Doa Dipanjatkan

KH Ahmad Zuhdiannoor. Foto-ije7.blogspot.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam mendidik anak, ketegasan memang perlu. Namun jangan sampai melampaui peran kebijakan. Zaman telah berubah, pola pendidikan pun dituntut berbenah.

Diterangkan KH Ahmad Zuhdiannoor, dalam mendidik anak kita perlu ketegasan dan kebijakan. Kedua ‘alat’ ini diterapkan sesuai situasi dan kondisi. Jika anak akan membangkang, maka perlu ketegasan. Tentu saja ketegasan yang tidak berakibat fatal.

“Anak yang sudah cukup umur, ketika tidak mau disuruh shalat, maka boleh dipukul. Namun, tentu saja pukulan yang tidak menyakiti (berlebihan, red),” ujar Guru Zuhdi –akrab ulama ini di sapa- di Majelis Taklim yang bertempat di Mushalla Darul Iman, Komplek Pondok Indah Teluk dalam, Rabu (28/11) malam.

Lebih lanjut Guru Zuhdi menjelaskan, orangtua harus tahu, menyuruh anak shalat agar anak patuh pada aturan Tuhan, bukan patuh pada aturan dia.

Sehingga, jika anak tidak patuh dengan perintahnya. Dia tidak marah, sakit hati, apalagi memarahi si anak dengan ucapan yang kotor. Karena dia sadar betul, usahanya untuk mendidik anak bukan untuk patuh kepadanya.

Baca juga : Ucapan Orang-Orang Shaleh Menjelang Kewafatan Mereka

“Jika belum patuh pada aturan Tuhan (dalam hal ini shalat), maafkan mereka, ridhai mereka. Bangun tengah malam, doakan mereka: Ampuni mereka ya Allah,” terang Guru Zuhdi.

Apabila orangtua tahu dasar usahanya, yakni untuk mendidik anak patuh pada aturan Tuhan, maka ketika anak patuh, dia tidak merasa sombong. Dan sebaliknya, apabila si anak tidak patuh dia tidak sakit hati. Namun tentu saja ikhtiar terus dijalankan, dan doa terus dipanjatkan.

Hal yang serupa juga diterapkan ketika memberi nasehat kepada orang lain yang berbuat salah (menyalahi aturan Tuhan). Apabila mereka patuh, bukan karena hebatnya si penasehat, melainkan karena pertolongan Allah. Jika tidak patuh, maafkan mereka, dan mohonkan ampun kepada mereka karena telah melanggar perintah Allah.

“Mudah-mudahan, mudah-mudahan (bisa mengamalkan, red),” harap Guru Zuhdi yang juga dikenal dengan sebutan “Abah Haji”. Wallahu ’alam.

Baca juga : Tuan Guru Husin Ali Dan Kebiasaannya Membasuh Uang

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Salat Melihat Rasul, Bagaimana Praktiknya?
apahabar.com

Ceramah

Guru Hasanuddin Betulkan Kesalahpahaman Masyarakat di Haul Syekh Samman
apahabar.com

Ceramah

Gus Baha: Senang Dunia Itu Penting, Asal…
apahabar.com

Ceramah

Ini Golongan yang Tidak Dapat Keutamaan Nisfu Sya’ban
apahabar.com

Ceramah

Soroti Tarawih Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, PBNU: Satgas yang Turun Tangan
apahabar.com

Ceramah

Bolehkah Berpuasa Tanpa Menjalankan Salat? Begini Tanggapan MUI Kalsel
apahabar.com

Ceramah

Jangan Menunggu Kaya untuk Jadi Dermawan
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi; Adanya Alam Bukti Adanya Tuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com