Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Nasib Nuril Kini Tergantung PK

- Apahabar.com     Selasa, 20 November 2018 - 11:05 WITA

Nasib Nuril Kini Tergantung PK

Baiq Nuril Maknun.(foto: tribunnews.com)

apahabar.com, JAKARTA– Baiq Nuril Maknun kini bisa bernapas lega. Kejaksaan Agung memutuskan menunda eksekusi terhadap wanita yang menjadi terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) itu.

Baiq Nuril sedianya dieksekusi pada Rabu (21/11) besok. Kini nasib Nuril tergantung pada upaya hukum Peninjauan Kembali (PK), sebagaimana dianjurkan Presiden Joko Widodo.

Pengacara Baiq Nuril, Joko Sumadi mengaku tak mempertimbangkan opsi pengajuan grasi kepada presiden. Ia menilai Nuril tidak memenuhi syarat pengajuan grasi oleh sebab itu opsi grasi dianggap tidak tepat.

“Saya dari awal tidak mempertimbangkan opsi grasi ya, karena pertama setahu saya grasi itu harus menyampaikan dulu kita bersalah. Kalau tidak salah untuk seorang yang dijatuhi pidana lebih dari dua tahun. Sedangkan Nuril hanya 6 bulan jadi tidak mungkin melakukan grasi dengan persyaratan itu,” ujar Joko saat dihubungi, Senin (19/11/2018) malam.

Karena itu, imbuh dia, PK merupakan harapannya untuk membuktikan Nuril tak bersalah. Ia berharap nantinya hakim dapat memberi putusan yang adil. “Kita harapannya hanya di PK sehingga majelis PK mampu memberikan keadilan yang terbaik,” sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mendorong Baiq Nuril Maknun untuk mengajukan PK ke Mahkamah Agung (MA). Namun, jika di tingkat PK Nuril masih belum mendapat keadilan, Jokowi menyarankan untuk mengajukan grasi.

“Namun, dalam mencari keadilan Ibu Baiq Nuril masih bisa mengajukan upaya hukum, yaitu PK. Kita berharap nantinya, melalui PK, Mahkamah Agung dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Saya sangat mendukung Ibu Baiq Nurul mencari keadilan,” ujar Jokowi di Pasar Induk Sidoharjo, Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11).

Jokowi mengatakan tak bisa mengintervensi kasus tersebut. Namun dia baru bisa turun tangan jika PK yang diajukan Nuril ditolak.

“Seandainya nanti PK-nya masih belum mendapatkan keadilan, bisa mengajukan grasi ke Presiden. Memang tahapannya seperti itu. Kalau sudah mengajukan grasi ke Presiden, nah nanti itu bagian saya,” katanya.

Selain mengakukan PK, Nuril juga melaporkan mantan Kepala SMAN 7 Mataram M ke Polda NTB dengan pasal perbuatan cabul. M dilaporkan dengan Pasal 294 ayat 2 butir 1 KUHP. Pasal tersebut mengatur tindak pidana perbuatan cabul yang dilakukan atasan kepada bawahannya.(*)

Sumber: tempo.co

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Tok! MK Setop 33 Perkara Sengketa Pilkada 2020
Tim SAR

Nasional

Sempat Hilang, Tim SAR Temukan 4 Pendaki Gunung Gamalama
apahabar.com

Nasional

Cegah Kluster Libur Akhir Tahun, Jokowi Minta Jatah Cuti Diperpendek
apahabar.com

Nasional

Penerimaan CPNS 2019, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Cari 727 Orang
Kasus Covid-19

Nasional

Kasus Covid-19 RI Diprediksi Naik hingga Pertengahan Juni
apahabar.com

Nasional

Kecelakaan Lalu Lintas Dominan Kaum Milenial
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin Heran: Orang Salat Ditembakin
Jenderal Dudung

Nasional

Soal Doa Berbahasa Indonesia Jenderal Dudung, Begini Pembelaan Menag Yaqut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com