Esok, Kemenag Kalsel Gelar Rukyatul Hilal di Puncak Gedung Bank Kalsel Selamat..! Tanah Bumbu Raih Peringkat Tiga MTQ Nasional Tingkat Provinsi XXXIII Polisi Kotabaru Tangkap Otak Pembunuhan Brutal di Mekarpura Pemilu Ulang di Banjarmasin Selatan, Cucu Habib Basirih Pinta Jauhi Politik Uang H-2 Ramadan, Distribusi Elpiji di Kalsel Macet Lagi Gara-Gara Jalan Rusak

Nasib Nuril Kini Tergantung PK

- Apahabar.com Selasa, 20 November 2018 - 11:05 WIB

Nasib Nuril Kini Tergantung PK

Baiq Nuril Maknun.(foto: tribunnews.com)

apahabar.com, JAKARTA– Baiq Nuril Maknun kini bisa bernapas lega. Kejaksaan Agung memutuskan menunda eksekusi terhadap wanita yang menjadi terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) itu.

Baiq Nuril sedianya dieksekusi pada Rabu (21/11) besok. Kini nasib Nuril tergantung pada upaya hukum Peninjauan Kembali (PK), sebagaimana dianjurkan Presiden Joko Widodo.

Pengacara Baiq Nuril, Joko Sumadi mengaku tak mempertimbangkan opsi pengajuan grasi kepada presiden. Ia menilai Nuril tidak memenuhi syarat pengajuan grasi oleh sebab itu opsi grasi dianggap tidak tepat.

“Saya dari awal tidak mempertimbangkan opsi grasi ya, karena pertama setahu saya grasi itu harus menyampaikan dulu kita bersalah. Kalau tidak salah untuk seorang yang dijatuhi pidana lebih dari dua tahun. Sedangkan Nuril hanya 6 bulan jadi tidak mungkin melakukan grasi dengan persyaratan itu,” ujar Joko saat dihubungi, Senin (19/11/2018) malam.

Karena itu, imbuh dia, PK merupakan harapannya untuk membuktikan Nuril tak bersalah. Ia berharap nantinya hakim dapat memberi putusan yang adil. “Kita harapannya hanya di PK sehingga majelis PK mampu memberikan keadilan yang terbaik,” sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mendorong Baiq Nuril Maknun untuk mengajukan PK ke Mahkamah Agung (MA). Namun, jika di tingkat PK Nuril masih belum mendapat keadilan, Jokowi menyarankan untuk mengajukan grasi.

“Namun, dalam mencari keadilan Ibu Baiq Nuril masih bisa mengajukan upaya hukum, yaitu PK. Kita berharap nantinya, melalui PK, Mahkamah Agung dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Saya sangat mendukung Ibu Baiq Nurul mencari keadilan,” ujar Jokowi di Pasar Induk Sidoharjo, Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11).

Jokowi mengatakan tak bisa mengintervensi kasus tersebut. Namun dia baru bisa turun tangan jika PK yang diajukan Nuril ditolak.

“Seandainya nanti PK-nya masih belum mendapatkan keadilan, bisa mengajukan grasi ke Presiden. Memang tahapannya seperti itu. Kalau sudah mengajukan grasi ke Presiden, nah nanti itu bagian saya,” katanya.

Selain mengakukan PK, Nuril juga melaporkan mantan Kepala SMAN 7 Mataram M ke Polda NTB dengan pasal perbuatan cabul. M dilaporkan dengan Pasal 294 ayat 2 butir 1 KUHP. Pasal tersebut mengatur tindak pidana perbuatan cabul yang dilakukan atasan kepada bawahannya.(*)

Sumber: tempo.co

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dua Personel Superman Is Dead Jelaskan Kasus Jerinx
Pandemi

Nasional

Tepat 9 Bulan Pandemi Total 17.199 Orang Meninggal Akibat Covid-19 di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Menkes Terawan: Perjalanan Covid-19 di Indonesia Masih Panjang
apahabar.com

Nasional

Pegawai Pemda Masih Dominasi Kasus Korupsi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tak Ikut Pertemuan Megawati-Prabowo Bertemu Siang Ini
apahabar.com

Nasional

500 Handphone Sitaan dari Napi di Rutan Dimusnahkan

Nasional

VIDEO: Perbatasan Memanas, Kapal Perang Rusia Tabrak Kapal Artileri Ukraina
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Dunia: 1,8 Juta Orang Terinfeksi, 114 Ribu Orang Meninggal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com