Lampu Hijau Buka Masker, Pakar Covid-19 ULM: Hati-Hati Blunder Tabrakan Maut BPK Terulang Lagi, Apa Kabar Perda Damkar Banjarmasin? Perkuat Keandalan Listrik Kalseltengtim dengan Sistem Looping Jaringan Tersangka! Sopir BPK Penabrak 2 Pemotor di Banjarmasin Selatan Tuntut Pemerataan, Besok Buruh SIS ADMO Tabalong Juga Minta Pembagian Windfall

Pasca Tes SKD 2018, Banyak Formasi PNS di Banjarmasin Terancam Kosong

and - Apahabar.com     Rabu, 14 November 2018 - 16:23 WITA
and - Apahabar.com     Rabu, 14 November 2018 - 16:23 WITA

Pasca Tes SKD 2018, Banyak Formasi PNS di Banjarmasin Terancam Kosong

Sejumlah peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melakukan tes SKD. Foto/Kaltim.tribunnews.com

apahabar.com, BANJARMASIN– Angka kelulusan peserta passing grade tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 yang rendah kian mengkhawatirkan. Di Banjarmasin, banyak formasi CPNS dipastikan terancam kosong.

Dari data yang dihimpun Apahabar.com, terdapat 5.108 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin yang mengikuti SKD, hanya 298 orang yang mampu memenuhi passing grade dari sebanyak 335 orang.

Artinya, ada 52 formasi yang masih mengalami kekosongan, dari kuota yang tersedia sebanyak 387 formasi.

Kepala Bidang Pengadaan Kepangkatan dan Mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Pemkot Banjarmasin, Pauzan mengatakan, kekosongan paling banyak terjadi untuk formasi guru.

Hanya sekitar 20 peserta SKD yang lolos passing grade, dari sebanyak 127 kuota yang disediakan. Bahkan, sebutnya, untuk fomasi khusus honorer K2, tidak ada satupun peserta SKD yang memenuhi batas nilai minimal.

“Padahal dari 3 formasi yang tersedia, hanya diikuti oleh 3 orang peserta SKD”, jelas Pauzan diwawancarai, Rabu (14/11/2018).

Kekosongan, lanjut dia, juga terjadi pada formasi analisis data dan informasi. Di sektor tersebut, tidak ada satupun yang lolos passing grade.

Selain formasi guru, kekosongan paling banyak terjadi pada formasi kesehatan kategori perawat, yang hanya terisi oleh 78 orang dari 90 formasi yang disediakan.

Akibat kondisi di atas, pihaknya menurut Pauzan masih menunggu kebijakan Kemenpan-RB untuk mengatasi banyaknya kekosongan formasi, yang diduga juga terjadi di daerah lain.

Diketahui, nilai Passing Grade yang ditetapkan juga dianggap terlalu tinggi, yakni 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), 80 untuk Tes Intelgensia Umum dan 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dengan total seluruhnya 298 poin.

Dari data yang dihimpun, Kemenpan-RB disebutkan akan mengevaluasi kebijakan itu, salah satunya dengan menurunkan standar passing grade.

Reporter: Bahaudin Qusairi

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Fed Beri Sinyal Tetap Longgarkan Kebijakan, Rupiah Ditutup Melemah
jambret banjarmasin

Tak Berkategori

Sempat DPO, Jambret di Banjarmasin Akhirnya Diringkus Polisi
DKI

Tak Berkategori

Begini Cara Baim Wong Perkenalkan Islam ke Anaknya Masih Bayi
apahabar.com

Tak Berkategori

Diam-Diam, Polisi Tangkap Tersangka Pembakaran MAN 1 HST
apahabar.com

Tak Berkategori

Siswi SMP 5 Banjarbaru Diculik! Si Pelaku Sempat Minta Rp 150 Juta
Provokator Pilkada Serentak

Tak Berkategori

Seorang Provokator Pilkades Serentak Diamankan Polres Tabalong
apahabar.com

Tak Berkategori

Pemilu Kerek Harga Ayam Ras di Banjarmasin

Tak Berkategori

Mendag Lutfi Ingatkan Pentingnya Pameran di Forum Ekonomi Rusia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com