Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Pemerintah Bakal Gunakan Dolar untuk Biaya Haji 2019

- Apahabar.com Senin, 26 November 2018 - 22:48 WIB

Pemerintah Bakal Gunakan Dolar untuk Biaya Haji 2019

kabarmakah.com

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) berencana kembali menggunakan kurs dolar Amerika Serikat (AS) untuk biaya haji 2019, setelah pada tahun ini menggunakan satuan rupiah. Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Senin (26/11).

Menteri Agama Lukman Hakim menjelaskan usulan itu diajukan lantaran 95 persen pembayaran penyelenggaraan ibadah haji dilakukan dengan satuan dolar AS dan riyal Arab Saudi, dan hanya 5 persen menggunakan rupiah.

“Fluktuasi perubahan kurs mata uang rupiah terhadap, baik dolar maupun riyal itu kan juga senantiasa mengalami perubahan. Oleh karenanya akan lebih aman bagi semua kita untuk penetapan biaya haji dengan US Dollar,” kata Lukman usai rapat dengan Komisi VIII DPR, di kompleks parlemen.

Menurut Lukman, berdasarkan pengalaman tahun ini yang menggunakan satuan rupiah, ada selisih mencapai Rp500 miliar yang harus dibayar pemerintah akibat pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

“Oleh karenanya di 2019 sebaiknya kita tak mengulang peristiwa seperti itu,” kata dia.

Dengan kembali menggunakan kurs dolar AS, Lukman mengklaim jemaah tidak akan dirugikan karena pelunasan pembayaran tinggal disesuaikan dengan kurs rupiah saat itu. Jemaah juga disebut tetap dapat membayar setoran biaya haji dengan kurs rupiah.

“Pada saat pelunasan itulah kurs itu ditetapkan. Jadi setiap calon jemaah haji pada sisi US Dollar sama, tapi berapa rupiah yang harus dia bayarkan tergantung dari kapan dia melakukan pelunasan,” katanya.

Hingga kini, pemerintah dan DPR kata dia masih membahas biaya haji 2019. Namun, pemerintah mengusulkan biaya haji 2019 sebesar 2.675 dolar AS atau naik 43 dolar AS dari tahun sebelumnya.

Lantas, Lukman menjelaskan ada tiga variabel yang menyebabkan kenaikan biaya haji 2019. Pertama, kenaikan biaya sewa dan avtur bahan bakar pesawat yang mencapai 43 dolar AS.

Kedua, kenaikan transportasi darat dari Mekah ke Madinah atau sebaliknya dari Jedah ke Mekah yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi sebagai imbas peremajaan bus.

Ketiga, kata dia, upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah khususnya di Arafah dengan melengkapi tenda dengan penyejuk udara atau AC.

“Sebenarnya kenaikan itu riilnya itu bisa sampe 143 atau 148 dolar AS tapi kita lalu kemudian kita mencoba menyeimbangkan dengan indirect cost-nya, sehingga kenaikan yang harus dibayar jemaah itu hanya 43 dolar AS,” ujarnya.

Meski demikian, Lukman menegaskan angka tersebut masih bersifat usulan yang akan dibahas di tingkat panitia kerja (panja) bersama Komisi VIII DPR.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Fariz F

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Menteri Erick Sempat Ingin Undang Kobe Bryant ke Indonesia

Nasional

Menteri Erick Sempat Ingin Undang Kobe Bryant ke Indonesia
apahabar.com

Nasional

Melanggar PSBB, 7 Perusahaan di Jakarta Barat Ditutup
apahabar.com

Nasional

Gojek Kerahkan Tim untuk Sosialisasi Jaga Jarak ke Pengemudi
apahabar.com

Nasional

Harapan Syifa, Bocah Celebral Palsy di Hari Disabilitas Internasional 2018
gempa

Nasional

Korban Tewas Gempa Sulbar Bertambah Jadi 90 Orang
apahabar.com

Nasional

Sudah Puluhan Orangutan Dilepasliarkan ke Kawasan Konservasi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Instruksikan Segera Evakuasi WNI di Hubei
apahabar.com

Nasional

Gempa M 5,9 Guncang Pangandaran, Rumah Warga di Ciamis Rusak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com