3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Pemerintah Cina Bayar Pelapor Konten Illegal Hingga Rp 1,2 Miliar

- Apahabar.com Senin, 19 November 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah Cina Bayar Pelapor Konten Illegal Hingga Rp 1,2 Miliar

Ilustrasi ponsel pintar (Sumber foto: Shutterstock)

apahabar.com, BEIJING –  Maraknya konten pornografi dan konten illegal tidak hanya terjadi di Indonesia, Cina pun mengalami masalah yang sama. Melawan arus itu, pemerintah cina berani menghadiahi pelapor ke otoritas berwenang dengan harga 1,2 miliar.

Pemerintah Cina menaikkan hadiah uang tunai kepada warga negaranya yang berani melaporkan pornografi dan konten illegal ke otoritas berwenang. Per 1 Desember 2018, masyarakat Cina bisa mendapatkan uang imbalan sampai 600 ribu yuan atau Rp 1,2 miliar atas laporannya. Imbalan itu naik dua kali lipat dari jumlah sebelumnya yang sebesar 300 ribu yuan atau Rp 600 juta.

Dikutip dari asiaone.com, Senin, 19 November 2018, pengadilan Cina mendifinisikan konten illegal cukup luas, diantaranya pekerjaan yang membahayakan persatuan nasional, membocorkan rahasia  dan mengganggu lingkungan. Beijing juga menggunakan istilah payung ketika otoritas berwenang menghukum para pembangkang atau aktivis HAM.

Sebelumnya pada awal pekan ini, Administrasi Ruang Ciber Cina atau CAC mengatakan Beijing telah menghapus hampir 9.800 akun media sosial yang dituding menyebarkan informasi politik berbahaya dan rumor. Otoritas Cina juga menjatuhkan hukuman kepada media sosial asal Cina, yakni WeChat dan Weibo karena dianggap telah bersikap abai dan tidak bertanggung jawab.

Rencananya, CAC pada Kamis, 22 November 2018, akan mempublikasi aturan baru terkait penyimpanan data pengguna contohnya alamat e-mail, pembicaraan online hingga jenis alat elektronis yang digunakan.

Pemberlakuan aturan baru ini adalah bagian dari upaya CAC untuk memperketat kontrol atas situs-situs yang bisa mempengaruhi opini publik. Situs tersebut seperti grup chatting, blok dan Weibo, dimana pada 2012 para penggunanya dipaksa untuk mendaftarkan akun mereka dengan nama asli.

Pengawasan media sosial di Cina dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat menyusul upaya Beijing dalam mempromosikan internet sehat dan perkembangan dunia maya ke arah yang lebih positif, melindungi kepentingan negara dan publik.

Sumber: tempo

Editor: Muhammad Bulkini

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Tambang Emas di Afghanistan Runtuh, 30 Orang Tewas Tertimbun
apahabar.com

Global

Gaet Pasar Eropa, Garuda Buka Kembali Rute Penerbangan Jakarta-London
apahabar.com

Global

Kotaro Chiba, Konsumen Pertama Terima HondaJet Elite
apahabar.com

Global

Menteri Dalam Negeri Jerman Minta Maaf Telah Sajikan Sosis Babi di Konferensi Islam
apahabar.com

Global

Emas Berjangka Naik Didukung Pelemahan Dolar AS
apahabar.com

Global

Iran Tahan 10 Tersangka Terindikasi Serangan Bom Bunuh Diri
apahabar.com

Global

Populasi Lumba-lumba di Australia Turun, Perubahan Iklim Pemicunya
apahabar.com

Global

Surati Presiden Moon, Kim Jong-Un Dorong Denuklirisasi Semenanjung Korea
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com