Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor!

Pemerintah Diminta Larang Total Sedotan Plastik

- Apahabar.com Senin, 26 November 2018 - 11:30 WIB

Pemerintah Diminta Larang Total Sedotan Plastik

Foto: Hai-Online.com

apahabar.com, JAKARTA – Beberapa hari terakhir, marak aksi yang menggugah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, yaitu gerakan untuk tidak menggunakan sedotan plastik.

Kini, sejumlah rumah makan dan restoran cepat saji mengaku sudah mulai meninggalkan sedotan plastik. Pemerhati lingkungan pun mendukung aksi anti sedotan plastik dan mendorong pemerintah untuk melangkah lebih jauh.

“Saya sangat setuju dengan gerakan menolak sedotan plastik,” kata pengkampanye perkotaan dan energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Sawung, sebagaimana dilansir detikcom, Senin (26/11).

Menurut dia, sampah sedotan plastik di laut mengancam kelestarian satwa. Isu sedotan plastik merupakan pijakan awal yang berguna untuk meloncat ke isu berikutnya, yakni menghilangkan pemakaian semua plastik sekali pakai, baik itu sedotan plastik, kantong plastik, kemasan makanan plastik, ataupun botol plastik sekali pakai.

Baca juga : Kadin Sambut Positif Penundaaan Pelonggaran Modal Asing

Dia mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan regulasi untuk menghentikan penggunaan sedotan plastik, sekalian juga penghentian penggunaan kantong plastik.

“Perlu ada regulasi pemerintah untuk menghentikan penggunaan sedotan plastik. Tak hanya sedotan, tapi juga kantong plastik sekali pakai. Bentuknya bisa pelarangan total plastik sekali pakai atau cukai plastik,” ujar Sawung.

World Wide Fund for Nature (WWF) juga mendukung gerakan antisedotan plastik. Hal ini dinyatakan oleh Act Manajer of Responsible Marine Tourism and Plastic Pollution Free Ocen Program WWF, Indarwati Aminuddin.

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kronologi Kecelakaan Putra Amien Rais, Alphard Hanafi Rais Ditabrak Truk, Pelaku Kabur
apahabar.com

Nasional

Dapat Penghargaan dari Presiden, Fahri Hamzah Sebut Saatnya Pelihara Persatuan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Gerak Cepat Implementasikan IA- CEPA
apahabar.com

Nasional

Tiga Rumah di Ponorogo Rusak Dihantam Longsor
apahabar.com

Nasional

Sopir Ngantuk, Mikrolet Meluncur ke Jalur Busway
apahabar.com

Nasional

1 Juta Spesies Flora dan Fauna Terancam Punah
apahabar.com

Nasional

49 Pilot di Bandara Pekanbaru Diperiksa Urine oleh BNN
apahabar.com

Nasional

Rekor Lagi, Kasus Positif Covid-19 Tambah 1.853 Orang Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com