BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Lebaran, Si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah di Lambung Mangkurat Samarinda Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam Idulfitri 1442 Hijriah, Ratusan Napi di Barabai Diganjar Remisi Salat Id, Jemaah Masjid Agung Al-Falah Tanbu Doakan Covid-19 Cepat Lenyap

Polemik Taksi Online di Bandara Menemui Titik Terang

- Apahabar.com Rabu, 28 November 2018 - 20:05 WIB

Polemik Taksi Online di Bandara Menemui Titik Terang

Angkutan online seputar kawasan Bandara Syamsudin Noor datangi Kantor DPRD Kalsel. Foto: apahabar.com/baha

apahabar.com, BANJARMASIN – Keberadaan taksi online di kawasan Bandara Syamsudin Noor sempat dikeluhkan para sopir di sana.

Namun polemik di antara keduanya sudah menemui titik terang, setelah adanya kesepakatan terkait batas penarikan penumpang bandara.

Kesepakatan itu terjadi pada saat dialog yang diprakarsai Komisi III DPRD Kalsel, Rabu (28/11/2018).

Pada dialog yang dihadiri Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalsel, perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel dan PT Angkasa Pura (AP) I tak melarang angkutan berbasis aplikasi menarik penumpang.

Namun syaratnya tidak boleh di areal bandara. Taksi online hanya diperkenankan menarik penumpang di depan kediaman General Manager (GM) PT AP I.

“Kalau masih ada pelanggaran terjadi di luar bandara, itu kewenangan kepolisian. Kalau di bandara selain melapor ke polisi juga boleh beritahu saya,” ujar GM PT AP I, Indah Preastuti.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Supian HK mengungkapkan, dialog ini untuk mencari solusi permasalahan yang dikeluhkan kedua belah pihak selama ini.

“Hingga akhirnya ada kesepakatan tapal batas dimana angkutan online diperkenankan menarik penumpang,” terang Supian HK.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini menambahkan pemerintah sebetulnya sudah mengakomodir kepetingan para sopir online lewat Peraturan Gubernur (Pergub) 6/2018, tentang angkutan berbasis aplikasi.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Yazidie Fauzi yang juga hadir menangkap keluhan para sopir terkait bonus yang mereka terima terus mengalami penurunan. Pun dengan tarif yang dikenakan kepada penumpang ikut turun.

Untuk itu lah pihaknya berencana menggelar rapat khusus dengan mengundang FDO dengan aplikator. “Kita akan pertanyakan terkait turunnya bonus dan tarif setiap driver mengangkut penumpang,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Terkait dengan kasus penganiayaan dan pengrusakan terhadap salah satu sopir online, Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Muji Ediyanto berjanji akan menindaklanjuti. “Kalau masih ada yang belum puas bisa melapor kembali,” pintanya.

Ketua FDO Kalsel, Pandu Setiawan merasa puas dengan dialog kali ini. “Alhamdulillah sudah ada kesepakatan. Kita akan berusaha mengikuti aturan main,” janjinya.

Reporter : Bahaudin Qusairi

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Balangan Sasar Penyemprotan Fasilitas Umum  
apahabar.com

Kalsel

Jaga Semangat Persatuan, Pemerintah Berdialog Tematik dengan Warga Meratus
apahabar.com

Kalsel

Misteri Peluru Nyasar di Kepala Novianti, Korban Operasi Penyergapan di Tala
apahabar.com

Kalsel

Patroli Malam, Polsek Banjarbaru Timur Ajak Warga Disiplin Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Panwascam Banjarmasin Mulai Jaring Panwaslu Kelurahan
apahabar.com

Kalsel

Cara Badut Cari Duit Saat Pandemi Covid-19 di Pusat Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Karbak Unggulan, Koramil 1007-01/BT Bangun Jembatan dan Paving Block SMP Santa Angela
apahabar.com

Kalsel

Peringati Sumpah Muda, Paman Birin: Jangan Terbuai Romantisme Masa Lalu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com