Ribuan Vial Vaksin Covid-19 Tahap II Tiba di Kapuas Sempat Tertunda karena Banjir, Akhirnya Vaksin Covid-19 Tiba di Tala Bertambah 13.094, Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta Kasus Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 10 Orang, Positif 8 H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel

Hasil Visum Polisi: Levie Alami Kekerasan Fisik sebelum Meregang Nyawa

and - Apahabar.com Sabtu, 24 November 2018 - 19:30 WIB
and - Apahabar.com Sabtu, 24 November 2018 - 19:30 WIB

Hasil Visum Polisi: Levie Alami Kekerasan Fisik sebelum Meregang Nyawa

Ilustrasi korban pembunuhan. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com,BANJARMASIN– Polda Kalsel akhirnya merilis hasil Visum Et Repertum atau VeR pada jasad Levie Prisilia, wanita yang ditemukan meregang nyawa di Suzuki Swift, di Jalan A Yani, Gambut, Kabupaten Banjar, kemarin.

Dari rekam medis, misteri penyebab kematian instruktur senam yoga itu kian terkuak. Visum memastikan sejumlah kekerasan dialami perempuan 35 tahun itu sebelum meregang nyawa. Baik di tubuh bagian luar maupun dalam.

Baca juga : Kronologis Pembunuhan Levie di Mobil Suzuki Swift Biru

Dari visum yang digelar di instalasi kedokteran kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, pemeriksaan luar dilakukan pada jenazah yang menggunakan kain jarik bercorak batik itu. Di bagian dada dan muka, terdapat anting di telinga jari manis. Sedangkan, tangan kanan menggunakan cincin.

Seusai kematian, Ipda Supriadi Noor menjelaskan, pada ukuran tubuh korban sepanjang 150 cm, ditemukan kaku jenazah pada pergelangan tangan kanan dan kiri serta pergelangan kaki. Pun, di lengan atas bawah kanan dan badan belakang bekas pukulan benda tumpul, sejumlah lebam ikut ditemukan.

“Mata kanan terbuka 0,5 cm selaput kelopak mata putih dan dari hidung keluar cairan,” beber Paur Pusdik Biddokkes Polda Kalsel itu kepada apahabar.com, Sabtu (24/11) malam.

Sementara, pada hasil pemeriksaan dalam setelah kulit dada dibuka, ditemukan luka memar di bagian dada sebelah bawah dan leher. Selain itu, akibat kekerasan benda tajam ditemukan robeknya saluran nafas, dan pembuluh darah leher, serta luka di bagian perut.

“Penyebab kematian adanya trauma lecet tekan sekitar leher sehingga menghambat aliran oksigen ke organ vital. Ini sadis sekali mas,” nilai Supriadi. Adapun hasil VeR itu, kata dia akan menjadi pegangan bagi polisi dalam melanjutkan penyelidikan.

Baca juga : Tersangka Pembunuh Levie Bisa Diancam Seumur Hidup

Kepala Bidang Dokkes Polda Kalsel AKBP dr Erwinn Z Hakim, MARS, MH.Kes menambahkan proses autopsi maupun visum akan diperlukan untuk mengetahui penyebab kematian. Ia memastikan kematian Levie dalam kasus tadi tergolong tidak wajar.

“Tanpa autopsi atau visum tidak bisa diungkap penyebab kematiannya seperti kasus mayat wanita dalam mobil ini,” ucap Erwinn dihubungi via telepon genggamnya.

Polisi asli Rungkut Surabaya itu membenarkan, visum yang dilakukan meliputi bagian luar dan dalam jenazah. “Kalau ada kelainan di leher maka tidak hanya leher yang diperiksa, tapi dari kepala sampai kaki sehingga kita menjawab suatu visum lengkap,” pungkasnya

VeR ini kata dia hasil kerjasama Tim Forensik RSUD Ulin dan Dokpol Biddokkes Polda Kalsel serta RS HIS yang dipimpin langsung oleh dr. Iwan Aflanie, Sp.F. Pemeriksaan korban dugaan kasus pembunuhan ini sesuai permintaan dari pihak Reskrim Polsek Gambut. Visum berlangsung selama dua jam. Mulai pukul 08.00-10.00 pagi.

Tim Biddokkes Polda Kalsel mengautopsi jasad Levie, korban pembunuhan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Gambut, Kabupaten Banjar, kemarin. apahabar.com/Eddy

Reporter: apc01

Editor: Fariz Fadhillah

Ralat: Sebelumnya pada bagian judul dituliskan autopsi. Seharusnya visum. Kesalahan ini telah diperbaiki. 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Dikabarkan Meninggal Dunia, Ustaz Yusuf Mansyur: Hoak
apahabar.com

Nasional

PWI Peduli Dari Anggota Untuk Masyarakat
apahabar.com

Nasional

Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie Kutuk Penusukan Syekh Ali Jaber, Sarankan Polisi dan Jaksa Tuntut Pelaku dengan Pidana Mati
apahabar.com

Nasional

Gerhana Matahari Hari Ini, Berikut Perkiraan Waktunya di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Iran Tak Akan Kirim Kotak Hitam Ukraine Airlines ke Boeing
Terseret Ombak Parangtritis, Satu dari Tujuh Mahasiswa Belum Ditemukan

Nasional

Terseret Ombak Parangtritis, Satu dari Tujuh Mahasiswa Belum Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Erick Thohir: Setelah Vaksin Covid-19 Ditemukan, Imunisasi Massal Awal 2021
apahabar.com

Nasional

Tak Percaya Survei, BPN Optimis Prabowo-Sandiaga Unggul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com