Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah

Polisi Tangkap Dua Spesialis Penjual Cula Badak langka

- Apahabar.com Rabu, 28 November 2018 - 19:44 WIB

Polisi Tangkap Dua Spesialis Penjual Cula Badak langka

Foto - Tribun medan

apahabar.com, JAKARTA – Tim gabungan Kepolisian Daerah Lampung bersama Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menangkap DMS (48) warga Bengkulu dan AK (55) warga Tanggamus, Lampung karena diduga memperjualbelikan cula badak dengan panjang 28 sentimeter dan berat 200 gram.

“Kami menangkap keduanya di sebuah penginapan Hotel Sempana Lima Jalan Kesuma, Pesisir Barat saat akan transaksi, Senin (26/11). Satu rekannya berinisial M selaku pemilik cula badak berhasil melarikan diri,” ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih, didampingi Kepala Balai Besar TNBBS Agus Wahyudiono, di Bandarlampung, Rabu.

Badak sumatera merupakan spesies satwa tergolong sangat langka dan dilindungi di dunia yang terancam punah saat ini.

Dia mengatakan, selain menangkap dua tersangka, pihaknya juga mengamankan empat saksi, yaitu Nova (34), Agung Setiawan (35), Safri (39), dan Edia Fajri (36).

Modus yang dilakukan para tersangka tersebut dengan cara memperniagakan anggota tubuh satwa langka yang dilindungi dalam keadaan mati.

“Dua tersangka sudah masuk sel tahanan dan empat saksi masih kami kembangkan terkait penjualan cula badak itu,” katanya pula.

Dia menjelaskan, penangkapan tersebut berawal saat pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sebuah penginapan akan ada transaksi. Mendengar informasi itu, tim kemudian langsung menuju lokasi dan berhasil menangkap keduanya.

“Dari tangan keduanya, kami dapatkan barang bukti berupa satu cula badak, dua unit handphone, dan satu unit mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BD 1175 W. Keduanya kami kenakan pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf d Undang Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta,” ujarnya pula.

Kepala Balai Besar TNBBS Agus Wahyudiono menegaskan bahwa penangkapan pelaku jual beli cula badak tersebut berawal saat pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Kami pelajari dan kemudian kami sergap. Kami tidak tahu kapan kejadiannya badak tersebut dibunuh, yang jelas pelakunya ahli,” katanya lagi.

Badak sumatera bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis) adalah salah satu spesies badak jenis sangat langka dan dilindungi di dunia, diidentifikasi masih hidup alami pada hutan TNBBS di wilayah Lampung-Bengkulu dan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur. Namun kini populasinya kian menipis dan terancam punah.

Di TNWK terdapat pusat penangkaran badak sumatera (Suaka Rhino Sumatera) itu, dan mendapat dukungan dari berbagai lembaga internasional, serta telah berhasil membiakkan beberapa ekor anak badak dalam penangkatan semialami di dalamnya.

Sumber: Antara
Editor: fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Ingin Early Warning System Awasi Internal Pemerintah
apahabar.com

Nasional

Polisi Tembak Mati Bandar 10 Kilogram Sabu-sabu
apahabar.com

Nasional

Aditya Perpatih, Bocah Gorontalo yang Fotonya Terpampang di Uang Rp75.000
apahabar.com

Nasional

Berdesak-desakan, Presiden Jokowi Naik KRL dari Stasiun Tanjung Barat ke Bogor
apahabar.com

Nasional

TKD: Keunggulan Jokowi-Amin di Jateng Spektakuler
apahabar.com

Nasional

Kasus Covid-19 Masih Naik, Layanan RS di Indonesia Terancam Kolaps
Sikap Walhi soal Penangkapan Jurnalis Mongabay di Palangkaraya, dan Penjelasan Imigrasi

Nasional

Sikap Walhi soal Penangkapan Jurnalis Mongabay di Palangkaraya, dan Penjelasan Imigrasi
apahabar.com

Nasional

Kemenkominfo: UU Cipta Kerja Dorong Migrasi Siaran Televisi Analog ke Digital
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com