Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya Jumatan Perdana di Banjar, 4 Masjid Dijaga Ketat TNI-Polri PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon? Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin Keseringan di Lapangan, Dua ASN di Banjarmasin Positif Covid-19




Home Borneo

Selasa, 27 November 2018 - 13:26 WIB

Revisi UU Guru dan Dosen, DPR RI Kunjungi Unlam

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Badan Keahlian DPR RI lakukan MoU dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin tentang UU guru dan dosen. apahabar.com/Baha

Badan Keahlian DPR RI lakukan MoU dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin tentang UU guru dan dosen. apahabar.com/Baha

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha menilai, Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen sudah tak relevan dengan kondisi terkini.

Menurutnya perlu kajian serius untuk merevisi UU tersebut, salah satunya melalui MoU atau nota kesepahaman dengan seluruh perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

“Nanti kita minta pemerintah untuk menyetujui rancangan UU yang diinisiatif oleh DPR RI ini,” jelas Syaifullah, Selasa (27/11) dijumpai apahabar.com.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berjanji akan mengakomodir rancangan UU tentang guru dan dosen dengan cara menyusun kajian ilmiahnya. Tujuannya, agar semua UU yang dibuat tersebut menjadi mitra DPR RI. “Tidak hanya UU dosen dan guru saja, tapi semua UU bisa menjadi mitra DPR RI,” terang alumni ULM ini.

Baca juga :  Peringatan Maulid Bersama Guru Zuhdi Digelar Subuh Esok

Dengan mengandeng Badan Keahlian DPR RI ini, ia berharap rancangan UU tentang guru dan dosen segera rampung. Rektor ULM Banjarmasin, Prof Dr Sutarto Hadi sangat sepakat merevisi UU tentang guru dan dosen tersebut.

Oleh karena itu, Ia meinginkan agar UU itu dipisah menjadi satu UU yang membahas tentang guru, satunya lagi membahas tentang dosen. “Karena tugasnya kan berbeda. Kalau guru tugas lebih fokus pada pengajaran, sedangkan dosen ada tridharma perguruan tinggi,” ucap guru besar ini.

Baca juga :  Anggota DPRD Banjarmasin Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru PAUD/TK

Ia memilih menitikberatkan pada pelindung dan etika profesi guru ketimbang dosen. Karena, ada beberapa masyarakat menilai profesi guru lebih rendah daripada dosen. Ia memohon kepada DPR RI, agar dapat memanfaatkan tenaga keahlian yang ada di Universitas ternama di Kalsel ini.

Dengan bantuan tenaga ahli, katanya bisa memperpendek proses revisi UU, serta bisa menghemat waktu dan biaya yang diperlukan. “Saya sudah menyampaikan beberapa kali di DPR, libatkan lah ULM dalam keputusan UU,” ucapnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz F

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Borneo

Empat Jam Menyisir, Kepala Mr X Tak Kunjung Ditemukan
apahabar.com

Borneo

153 Truk Sampah Bakal Merayap di Banjarbaru
apahabar.com

Borneo

Jasad Tanpa Kepala Terindikasi Korban Pembunuhan
apahabar.com

Borneo

Jasad Mr X di Sungai Tabuk, Sekujur Tubuh Ditemukan Bercak Darah
apahabar.com

Borneo

Diacuhkan Sang Istri, Murjani Nekat Coba Bunuh Diri

Borneo

Polsek Banjarmasin Tengah Bekuk Pencuri Kotak Amal Masjid
apahabar.com

Borneo

Mayat Tanpa Kepala di Sungai Tabuk, Polisi Amankan Sebilah Golok
apahabar.com

Borneo

Terindikasi Beroperasi, Petugas Obok-Obok Eks Lokalisasi Pembatuan dan Batu Besi