Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Satgas PPA Siap Lindungi Korban Pencabulan dan Kekerasan Anak

- Apahabar.com Kamis, 29 November 2018 - 12:11 WIB

Satgas PPA Siap Lindungi Korban Pencabulan dan Kekerasan Anak

Salah seorang peserta menanyakan soal penanganan kekerasan pada anak (foto istimewa).

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak yang terjadi selama ini, ternyata jumlahnya jauh lebih banyak dari yang telah terlaporkan.

Hal ini bukan saja disebabkan oleh takutnya korban untuk melaporkan kekerasan dan pelecehan yang dialami, namun juga karena sulitnya akses dalam pencapaian layanan pengaduan dan kurangnya informasi yang dimiliki perempuan dan anak.

Seperti kasus pelecehan dan pencabulan yang belum lama ini terjadi di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Seorang ayah berinisial R (41) tega mencabuli anak kandungnya RW (18) selama 14 tahun, sejak Si anak berusia empat tahun hingga  berusia 18 tahun.

Bahkan setelah kasusnya terbongkar, sang ayah mengakui tidak saja mencabuli RW tetapi juga kakak RW.

Kasus memalukan ini baru terungkap, setelah ibu korban melapor perbuatan suaminya ke Polres Banjarbaru, Minggu (25/11/2018).

Terhadap para korban, seperti yang menimpa RW ini, Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Titi Eko Rahayu, menegaskan agar para korban harus mendapatkan perhatian, baik penanganan pengaduan, pelayanan kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial dan reintegrasi sosial.

“Kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan harus mendapatkan perhatian, baik itu penanganan pengaduan, pelayanan kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial, dan reintegrasi sosial, ‘’ kata Titi Eko, saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Advokasi Pembentukan SATGAS PPA” di Denpasar, Bali, Selasa (27/11) dalam pers release kepada apahabar.com.

Ia mengakui, meski  Dinas PPA (UPTD PPA) telah menyediakan layanan bagi korban kekerasan, namun pada umumnya penanganan kasus tersebut terkadang tidak dilakukan penjangkauan dan identifikasi, sehingga layanan tidak sesuai dengan kebutuhan korban.

Oleh sebab itu, menurutnya, SATGAS PPA hadir untuk membantu dalam perlindungan  perempuan dan anak korban kekerasan, diantaranya melalui penjangkauan korban, identifikasi kasus, perlindungan di lokasi kejadian, pengungsian sementara, serta melakukan rekomendasi.

Editor : Milhan Rusli

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Teroris Bogor Target Ledakkan Bom di Depan Gedung KPU Pada 22 Mei
apahabar.com

Nasional

Curhat RT, Empat Tahun Jadi Budak Seks Oknum Polisi di Tapin
apahabar.com

Nasional

Caketum BPP HIPMI Mardani H Maming, Langkah Awal Bangkitnya Tokoh Banua di Kancah Nasional
apahabar.com

Nasional

Hanyut, Dua Korban Banjir Bandang Masamba Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kecam Keras Penembakan di Masjid Selandia Baru
apahabar.com

Nasional

Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Capai 701, Tersebar di 156 Kelurahan
apahabar.com

Nasional

Pemindahan Ibu Kota Indonesia Jadi Atensi Warganet: ‘Ibu kota boleh pindah, tapi jangan hatimu’
apahabar.com

Nasional

Mundur dari Menpora, Imam Nahrawi Ingatkan Koleganya Tetap Lanjutkan Kerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com