Santer Disebut Ingin Mengusung Anies Menjadi Capres 2024, PKS: Nama Capres Masih Dikaji Tugu 0 Kilometer Banjarmasin Senilai Ratusan Miliar, Apa Manfaatnya? Ada Lomba VR Challenge Berhadiah iPad Mini di GIIAS 2022 Habis Covid-19, Giliran TBC Mengancam Banjarmasin Misteri Air Putih Pemerkosaan Berkedok Nikah Batin di Tapin
agustus

Sekardangan Menjadi Kampung Terinovatif di Sidoarjo Berkat Sampah

- Apahabar.com     Rabu, 28 November 2018 - 15:16 WITA

Sekardangan Menjadi Kampung Terinovatif di Sidoarjo Berkat Sampah

Ilustrasi menimbang sampah. Foto : akurat.co

apahabar.com, SIDOARJO – Kelurahan Sekardangan menjadi kampung terinovatif di sidoarjo, setelah memanfaatkan sampah untuk beberapa keperluan. Di antaranya dengan menjadikan sampah sebagai pembayaran iuran rutin warga.

Ketua RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan Sidoarjo, Edi Priyatno mengatakan, “Di kampung ini tidak lagi menggunakan uang untuk pembayaran sampah, namun dapat dilakukan dengan menyetorkan sampah terpilah seperti botol minuman, plastik, kertas dan kardus, dan lainnya.”

Kampung yang terletak di pusat Kota Sidoarjo ini juga menjadi percontohan bagi kampung lainnya, dan termasuk kampung terinovatif dalam program Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) tahun 2017-2018.

Baca juga : PN Jaksel Belum Pastikan Hakim Dan Panitera Yang Kena OTT

Edi menjelaskan, secara rumus kimia dibutuhkan waktu selama 200 hingga 1.000 tahun agar sampah plastik bisa terurai, juga sampah jenis pempers/popok membutuhkan 550 tahun untuk bisa terurai, dan sampah botol memerlukan waktu untuk terurai sekitar 450 tahun.

“Hal inilah yang menjadi fokus kami di kampung ini, sehingga menjadi perhatian seluruh warga dan masyarakat. Oleh karena itu, sampah yang ada di sekitar kampung kami pilah dan diolah dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Edi mengatakan, gerakan menjadikan Kampung Edukasi Sampah di wilayah Sekardangan diawali ketika kampung itu dinobatkan sebagai desa/kelurahan terinovatif pada SBH tahun 2017-2018.

Gerakan perubahan dalam masyarakat, kata dia, dilakukan bersama-sama dengan mengubah pola pikir masyarakat secara perlahan-lahan agar berperan aktif memperbaiki lingkungannya dari tempat-tempat yang kumuh menjadi tempat yang bersih, hijau, sehat dan asri.

Baca juga : Tiga Penyu Mati Di Pulau Pari Akibat Sampah

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bahan Bakar TNI Aman hingga 2022
apahabar.com

Nasional

Mantap..!! Bahasa Banjar, Dayak dan Bakumpai Diusulkan Jadi Bahasa Nasional
apahabar.com

Nasional

Pendiri PKS KH Hilmi Aminuddin Meninggal Dunia
PNS Cerai

Nasional

PNS Cerai, Gaji Suami Akan Dipotong Separuh untuk Mantan Istri
Korupsi

Nasional

KPK Sebut 4 Perkara Jadi Perhatian Publik Selama Semester I, Termasuk Korupsi Bansos Covid-19
apahabar.com

Nasional

Nenek dan Kakek Ini Tolak Bantuan Beras, Alasannya Mulia
apahabar.com

Nasional

Jelang Putusan MK, Polisi Imbau Masyarakat Tak Lakukan Aksi
Ilustrasi - Alat pencatatan radar gempa. Foto: BMKG.go.id

Nasional

Gempa 7,5 Magnitudo di NTT, BMKG Minta 14 Daerah Siaga dan 7 Waspada Tsunami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com