Lebaran, Si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah di Lambung Mangkurat Samarinda Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam Idulfitri 1442 Hijriah, Ratusan Napi di Barabai Diganjar Remisi Salat Id, Jemaah Masjid Agung Al-Falah Tanbu Doakan Covid-19 Cepat Lenyap Khotbah Salat Id di Masjid Al-Jihad Banjarmasin: Ancaman Budaya Jahiliah & Doa untuk Palestina

Sidang Perdana Korupsi Pasar Ulin, Dua Terdakwa Bungkam

- Apahabar.com Kamis, 29 November 2018 - 17:46 WIB

Sidang Perdana Korupsi Pasar Ulin, Dua Terdakwa Bungkam

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Banjarbaru Antony Arfan dan Ahmad Jayadi duduk di kursi persakitan Tipikor Banjarmasin. apahabar.com/Baha

apahabar.com,BANJARMASIN – Kasus yang menimpa dua mantan Kepala Dinas Perhubungan Banjarbaru Antony Arfan dan Ahmad Jayadi, resmi disidangkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Banjarmasin, Kamis (29/11).

Keduanya duduk di kursi persakitan, karena kasus dugaan korupsi parkir Pasar Ulin Raya, Banjarbaru. Dengan nilai kerugian sesuai fakta hukum sebesar Rp1,6 miliar. Persidangan dipimpin Hakim Ketua Yusuf Pornowo.

Jaksa Penuntut Hukum (JPU) Ghanes mengagendakan pembacaan dakwaan perkara setebal lebih 50 halaman. “Awalnya kasus ini bermula kala adanya laporan indikasi dugaan praktik tindakan rasuah di tubuh Dishubkominfo di 2010-2015 silam soal retribusi parkir di Pasar Ulin Raya,” ucap JPU di hadapan dua terdakwa.

Dari laporan itu, ia menambahkan, keduanya kedapatan melakukan tindak pindana korupsi. Kedua terdakwa juga tidak mencerminkan perilaku yang baik sebagaimana pejabat publik.

Dari bukti bukti yang ditemukan sejauh penelusuran dilakukan, keduanya juga diduga kuat tidak menyetorkan retribusi parkir.

Menurut JPU Ghanes, dari penelurusan tadi didapat bahwa setoran yang seharusnya dengan jumlah tertentu justru berkurang. Diduga retribusi parkir itu tidak disetorkan. Dari kasus ini negara dinyatakan merugi Rp1,6 miliar.

“Nanti kita lihat saja, sidang pada tanggal 3 di hari Senin depan untuk pembuktian,” pungkasnya.

Menanggapi dakwaan itu, Ivoliansyah sebagai penasehat hukum terdakwa membenarkan tidak mengajukan eksepsi atau pembelaan. Pihaknya memilih tetap lanjut pada sidang berikutnya untuk mengetahui kebenarannya.

“Dari bacaan dakwaan oleh JPU tadi termasuk tidak benar yang diarahkan kepada klien kami, yang jelas nantinya kita buktikan kebenarannya pada pembuktiannya,” lanjutnya kepada awak media.

Namun saat ditanya motif melakukan korupsi kepada Ahmad Jayadi, ia tiba tiba memegangi kepalanya. “Lagi sakit tidak bisa ngomong beliau,” singkat Ivoliansyah. Adapun kedua terdakwa disangkakan melanggar UU no 31/199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Baca: Menyelisik Bau Amis Retribusi Parkir Pasar Ulin Raya

Reporter: Bahaudin Qusairi

Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bertandang ke Kalsel, KH Ma’ruf Amin Akan Mempersatukan Ukhuwah Islamiyah

Kalsel

Menanti Ustad Somad ke Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

HGN 2019 di HST, Sekda dan Kapolres Apresiasi Para Guru
apahabar.com

Kalsel

Demokrat Kalsel Gamang Soal Pencalonan Julak Abidin
apahabar.com

Kalsel

Tinjau Pos Jaga PSBB, Ketua DPRD Banjarmasin Soroti Sikap Petugas di Lapangan
Wisata Siring

Kalsel

Masih Pandemi, Wisata Siring Pierre Tendean Mau Dibuka Lagi?
apahabar.com

Kalsel

Pengakuan Menggelitik Pejabat Banjarmasin yang Diduga Pakai Joki
apahabar.com

Kalsel

Alasan Warga Terdampak Pembangunan RSUD Sultan Suriansyah Masih Usahakan Banding
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com