Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Simpan Data Sensitif, Microsoft Terancam Kena Sanksi

- Apahabar.com Sabtu, 24 November 2018 - 12:07 WIB

Simpan Data Sensitif, Microsoft Terancam Kena Sanksi

Foto: Microsoft Sumber: Drew Angerer/Getty

apahabar.com, BANJARMASIN – Diduga Penyidik Hukum Belanda mengumpulkan data -yang berisiko- mengusik privasi pengguna, Microsoft terancam kena sanksi di Belanda.

Berdasarkan laporan pemerintah Belanda, Microsoft Office dan Windows 10 menggunakan mekanisme pengumpulan data telemetri yang melanggar hukum perlindungan data Belanda.

Dikutip dari Tech Crunch, Sabtu (24/11), temuan investigasi menggarisbawahi delapan risiko tinggi perlindungan data. Terdapat pengumpulan data pribadi berskala besar secara diam-diam lewat aplikasi Microsoft Office, yakni Excel, Word, dan Powerpoint.

Baca juga : Gandeng Halliburton, Pertamina Targetkan Pengeboran Laut Dalam

“Data pengguna dikumpulkan melalui sistem operasi Windows 10 Enterprise dan Microsoft Office yang tersimpan di server Amerika dan berisiko terhadap isu privasi pengguna,” sebut hasil laporan investigator Belanda.

Investigator juga menemukan bahwa Microsoft mengategorikannya sebagai pengolah data. Padahal seharusnya, menurut para investigator, hal tersebut menjadi pengontrol bersama.

Pemerintah Belanda sangat memperhatikan hal ini karena khawatir data pengguna di negaranya disalahgunakan. Apalagi, ada 300 ribu pegawai sipil Belanda yang menggunakan berbagai produk besutan Microsoft.

Merespon hal ini, Microsoft sebenarnya sudah berjanji bahwa penanganan dan pengelolaan data di layanannya akan ditingkatkan secara bertahap hingga 2019 April.

Dalam pernyataan yang disepakati Microsoft bersama pemerintah Belanda, Microsoft menyatakan akan bersikap kooperatif dengan pihak regulator, terutama yang terkait kebocoran data dan privasi pengguna.

 

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadhan, Harga 1 Kg Bawang Capai Rp40.000
apahabar.com

Ekbis

Mobil Wapres Isi Bensin Pakai Jeriken, Simak Klarifikasi Pertamina
apahabar.com

Ekbis

Adaro Konsisten Penyumbang Devisa Negara Terbesar
apahabar.com

Ekbis

Pagi Hari, Rupiah Perkasa di Rp 14.145/US$
apahabar.com

Ekbis

Mahathir Sarankan Perdagangan Negara Muslim Gunakan Emas
apahabar.com

Ekbis

Hari Pertama Lebaran, Bandara Syamsudin Noor Capai 5.093 Penumpang
apahabar.com

Ekbis

Maskapai Turunkan Tarif Tiket Pesawat?
apahabar.com

Ekbis

Naik Rp1.000 Usai Lebaran, Harga Emas Antam Jadi Rp917.000 per Gram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com