Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Simpan Data Sensitif, Microsoft Terancam Kena Sanksi

- Apahabar.com Sabtu, 24 November 2018 - 12:07 WIB

Simpan Data Sensitif, Microsoft Terancam Kena Sanksi

Foto: Microsoft Sumber: Drew Angerer/Getty

apahabar.com, BANJARMASIN – Diduga Penyidik Hukum Belanda mengumpulkan data -yang berisiko- mengusik privasi pengguna, Microsoft terancam kena sanksi di Belanda.

Berdasarkan laporan pemerintah Belanda, Microsoft Office dan Windows 10 menggunakan mekanisme pengumpulan data telemetri yang melanggar hukum perlindungan data Belanda.

Dikutip dari Tech Crunch, Sabtu (24/11), temuan investigasi menggarisbawahi delapan risiko tinggi perlindungan data. Terdapat pengumpulan data pribadi berskala besar secara diam-diam lewat aplikasi Microsoft Office, yakni Excel, Word, dan Powerpoint.

Baca juga : Gandeng Halliburton, Pertamina Targetkan Pengeboran Laut Dalam

“Data pengguna dikumpulkan melalui sistem operasi Windows 10 Enterprise dan Microsoft Office yang tersimpan di server Amerika dan berisiko terhadap isu privasi pengguna,” sebut hasil laporan investigator Belanda.

Investigator juga menemukan bahwa Microsoft mengategorikannya sebagai pengolah data. Padahal seharusnya, menurut para investigator, hal tersebut menjadi pengontrol bersama.

Pemerintah Belanda sangat memperhatikan hal ini karena khawatir data pengguna di negaranya disalahgunakan. Apalagi, ada 300 ribu pegawai sipil Belanda yang menggunakan berbagai produk besutan Microsoft.

Merespon hal ini, Microsoft sebenarnya sudah berjanji bahwa penanganan dan pengelolaan data di layanannya akan ditingkatkan secara bertahap hingga 2019 April.

Dalam pernyataan yang disepakati Microsoft bersama pemerintah Belanda, Microsoft menyatakan akan bersikap kooperatif dengan pihak regulator, terutama yang terkait kebocoran data dan privasi pengguna.

 

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Semakin Terpuruk, Rupiah Terlemah di Asia
apahabar.com

Ekbis

Cadangannya 1,8 Miliar Ton, Tambang Freeport Bisa Produksi hingga 2051
apahabar.com

Ekbis

Isu Virus Corona, Masker di Banjarmasin Mencapai Ratusan Ribu Per Kotak
apahabar.com

Ekbis

Korban Perang Dagang AS-China, Harga Minyak di Asia Turun
apahabar.com

Ekbis

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Stabil di Tahun Politik
apahabar.com

Ekbis

Daffam Hotel Banjarbaru Suguhi Musik Gambus di Acara Customer Gathering
apahabar.com

Ekbis

Rindu Yogya, Ibu Rumah Tangga Ini Tawarkan Gudeg Kangen
apahabar.com

Ekbis

Indonesia Resesi, Indef: BUMN Bisa Berperan Pulihkan Ekonomi Lewat CSR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com