apahabar.com
Suasana di Pasar Sudimampir. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana revitalisasi dua pasar legendaris di Banjarmasin, Ujung Murung dan Sudimampir terus berjalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Staf Ahli Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi mengatakan bahwa pihaknya masih menggali aspek pendataan, sosialisasi, dan alternatif relokasi pedagang pasar yang sudah ada sejak 1953 itu.

Menurutnya, sejauh ini masih belum ada penolakan yang disampaikan langsung oleh para pedagang kepada Pemkot Banjarmasin.

“Proses..belum ada istilah penolakan,” ujarnya via pesan WhatsApp kepada apahabar.com, Jumat (30/11/2018).

Lantas, Ia pun menambahkan untuk relokasi masih belum ada rencana. Akan tetapi, terangnya masih mencari alternatif lokasi saja. “Relokasinya sendiri sama sekali belum ada rencana waktu yang pasti,” lanjutnya.

Terkait desain renovasi pasar kedua pasar itu, pihaknya sudah memegang beberapa konsep alternatif desain.

“Ketika nanti para pedagang mendukung rencana renovasi tersebut, maka Pemkot Banjarmasin akan mengambil langkah konkrit,” pungkasnya.

Dari hasil rapat awal di Balai Kota Banjarmasin pekan kedua November tadi, opsi tempat yang dipilih adalah Mitra Plaza, bantaran Sungai Martapura di Pelabuhan Martapura Lama milik PT Pelindo III di Jalan RE Martadinata, atau Terminal Km 6 di Jalan Achmad Yani Km 6 Banjarmasin.

Sementara itu, salah seorang pedagang pasar Sudimampir, Padli Lutfi merasa cemas. Ia mengungkapkan jika saat rehap pasar, para pedagang akan dipindah ke lokasi yang susah dijangkau, bakal kehilangan pelanggan.

“Saya sudah sangat nyaman dengan kondisi pasar Sudirmampir yang sekarang. Seandainya direlokasi saya takut para pelanggan dan pengunjung pasar kesulitan menuju tempat usaha saya,” ucap Ufi sapaan akrab Padli Lutfi.

Namun, jika memang terpaksa harus direlokasi, Ufi berharap rehap pasar cepat selesai. “Seandainya kondisi yang memaksa, direlokasi, saya tidak ingin berlama-lama ada di lokasi itu.

Baca Juga: Wali Kota Banjarbaru Menilai Tepat Relokasi Pasar Bauntung ke Stadion Mini

Kalau bisa cuma sebulan di sana,” ucap pria yang sudah menjadi pedagang di pasar Sudimampir sejak tahun 2000 silam ini.

Rencana rehap pasar tersebut sudah sejak 2004 lalu, dengan penyusunan detail engineering design (DED) sebagai rujukan pembangunan fisik dua pasar itu. Wacana itu pun kembali mengemuka, di masa pemerintahan Ibnu Sina-Hermansyah.

Pasar ini memiliki sejarah historis menjadi pusat grosir dan tertua di Banjarmasin termasuk di Kalsel. Keduanya tetap menjadi pilihan para pedagang asal Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, apalagi Kalimantan Selatan sebagai pusat grosir, khususnya pakaian atau kain.

Baca Juga: Ketua Pedagang Pasar Bauntung: 550 Pedagang Menolak Pindah

Akan tetapi kedua pasar tersebut selama ini dinilai kondisinya sudah cukup krodit. Harapannya, dengan renovasi yang akan dilakukan pada 2019 nanti kondisi pasar tradisional tersebut akan lebih tertata.

Reporter : M Robby/Arif Nur Budiman

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin